Tips Hemat Ala Pahmud Mahmud

Sebelum lebih lanjut ngomongin tips hemat, saya akan jelaskan terlebih dahulu apa itu pahmud dan mahmud. Pahmud adalah papah muda seperti saya. Muda, enerjik, setia dan berwawasan nusantara. Sedangkan mahmud adalah mamah muda. Wanita kekinian, sayang keluarga dan hobi memasak.

Jadi ceritanya, di saat dollar melambung tinggi dan rupiah terseok-seok, istri saya ndak terlalu pusing mikirin itu. Wong ndak punya simpenan dollar juga cuma punya EURO. Biarlah Presiden, menteri dan orang-orang pintar di negeri ini yang mengatasi masalah itu, katanya.

Istriku dan jutaan ibu-ibu di seluruh penjuru tanah air ini, justru pening dengan harga kebutuhan pokok yang kian meroket. Harga daging naik, tempe naik, sabun cuci naik. Parfum, pensil alis, maskara dan ongkos ke salon juga naik. Sebagai seorang mahmud, ini menjadi persoalan penting yang harus dicarikan solusinya.

Baca lebih lanjut

Iklan

Receh; Keping-Keping Kebahagian

IMG_20141222_072410

Sepahit apapun kopi, selalu terasa manis jika yang menyeduhkan  istri. Selepas kerja selalu menjadi waktu favorit kami untuk ngopi. Eh saya aja ding yang ngopi, istri cuma ngeteh.

Ngopinya sih biasa saja, tapi obrolan-obrolan kami berdua selalu hangat. Ngomongin tentang cinta, tentang temaram senja, tentang rinai hujan dan kerlip bintang, apa saja. Ubi dan jagung rebus yang turut disajikan makin menghangatkan suasana. Jika tak ada biasanya digantikan kacang. Kesukaan saya adalah kacang dua kelinci mix nut.* bukan promosi loh. Gak pake ngupas, tinggal lhep…tinggal lhep.

Lama kelamaan, bekas toples kacang makin banyak. Ada yang dipakai untuk nyimpan bumbu dapur dan buat nyimpan uang receh alias celengan. Kok dijadikan celengan? Selain bentuknya cantik, toples ini mungil. Jadi gak butuh waktu terlalu lama untuk menuhinnya. Gak kayak celengan ayam jago dari gerabah yang segede gaban itu. Baca Selengkapnya

Hore Gajian

KATA MUTIARA GUS MUS

Hari ini saya berangkat lebih awal ke tempat kerja. Bukan karna rajin sih, cuma mau mampir ATM, tarik uang tunai dan bayar ini itu, tagihan listrik, telpon, asuransi dll. Biasa lah awal bulan, gajian bro. Maklum buruh. Sudah terima SMS dari 3355 bawaannya senyum terus.  Saya yakin pagi ini banyak yang tersenyum manis -bukan hanya saya – setelah berjuang 33 hari melewati bulan Oktober.

Gak ada lagi yang I Hate Monday, karna ini Senin yang indah dan penuh semangat. Entah tiga minggu lagi, eh gak sampai ding, dua minggu lagi, atau bahkan seminggu lagi. Senyum manis berubah jadi senyum kecut saat baca buku tabungan. Perih…, sakitnya tuh di sini *nunjuk dompet

Sebenarnya bukan gajinya yang kurang sih, kalendernya saja yang kepanjangan. Coba sebulan cuma lima belas hari. Saya setuju kalau ada yang mau buat kalender tandingan. Baca Selengkapnya