Kalau Mau Korupsi Jangan Nanggung

fbi-3026206_1920

Gambar : Pixabay.com

Sudah bertahun-tahun ada KPK, tetap saja banyak kepala daerah yang terlibat kasus korupsi. Kian hari kian sering yang kena OTT. Entah ini sebuah prestasi atau ironi. Heran juga, jaman gini kok masih ada yang berani korupsi.

Dikiranya KPK cuma diam aja kali? Belum lagi ada kolega yang sakit hati, trus nglaporin. Atau lawan politik yang sengaja mencari-cari kesalahan. Gak mikir apa ya? Atau karna lagi kejar setoran, butuh uang, serta paduan antara nekat dan bodoh, akhirnya jadi gelap mata.

Yang ditilep duit receh pula. Sepuluh juta, ratusan juta dan satu milyar pun, buat saya itu receh banget. Gak sebanding dengan dosa dan konsekuensi hukum. Harusnya kalau mau korupsi tuh, pakai mikir juga. Dihitung dulu. Jangan asal. Minimal 20 milyar. Kurang dari itu jangan. Kenapa?

Tahu sendiri kan, pelaku korupsi gak pernah dimiskinkan. Jadi gak ada yang kapok. Dengan ngerampok duit negara 20 milyar, yang 5 milyar buat bayar pengacara dan biaya hukum lainnya. Jadi nanti tuntutannya ringan, hukuman penjara juga gak lama. Palingan 5 tahun. Tiap tahun di tahanan dapat remisi 6 bulan. Jadi gak sampai 3 tahun bisa keluar penjara. Bebas bersyarat. Ikut asimilasi.

Trus yang 2 milyar buat biaya hidup selama di penjara. Dengan uang segitu, bakalan dapat fasilitas lebih. Di penjara pun berasa dalam istana. Mau piknik kemana aja bisa. Ingat Gayus kan? Dia di penjara, tapi bisa jalan-jalan ke Singapura, nonton tenis di Bali dan makan di restoran. Sakti sekali. Padahal dia cuma PNS.

Lalu siapkan 2 milyar buat ngasih sumbangan ke panti asuhan dan rumah ibadah. Ini akan membuat pelaku korupsi nampak suci di hadapan pendukungnya. Dipuja-puja dan dibela mati-matian. Ternyata uang bisa membeli segalanya.

Dari 20 milyar dikurangi tetek bengek tadi, masih sisa 11 M. Kalian bisa nabung tiga tahun dapat 11M? 11.000 juta bro. Duwit semua.

Tapi sebelum korupsi, sebaiknya ingat-ingat wajah ibumu dulu. Apakah ibumu rela, dari rahimnya lahir seorang koruptor? Tanyakan nuranimu.

 

Iklan

Bukan Karna Gaji Yang Kecil

Jika ingin melakukan terapi kesabaran, cobalah untuk ngurus E-KTP di kantor catatan sipil. Warga berjubel sedari pagi, antrian gak jelas dan prosesnya pun berbelit-belit. Sudah gitu blanko e-ktp kosong pula. Kosongnya berbulan-bulan. Capek deh 😛

Padahal ekspektasi saya, bakalan dapat kartu baru. Ternyata cuma selembar kertas A4 yang sangat tuiipis. Dan nggak tahu sampai kapan menunggu. Bikin ATM aja lima menit selesai, bikin e-ktp dari abad kejayaan sampai sekarang belum kelar. Urusan yang lain jadi sedikit terhambat gara-gara  E-KTP belum jadi.

Gantinya E-KTP

Semua pangkal masalah e-ktp ini adalah korupsi. Begitu kejamnya korupsi. Yang berbuat pejabat, rakyat yang jadi korban. Dari total proyek senilai 5,9 triliun, sebanyak 2,3 triliun dibuat bancaan para pejabat. Para pejabat yang terhormat, kaya dan berpendidikan tentunya.

Jadi, korupsi itu bukan hanya karna gaji yang kecil. Korupsi adalah fraud yang berkenaan dengan kekayaan negara, kekayaan yang sejatinya dimiliki oleh seluruh rakyat. Fraud terjadi karna tiga hal yang biasa disebut dengan Fraud Triangle.

The Fraud Triangle

Yang pertama karna Pressure atau tekanan.  Ini adalah sebuah syahwat yang mendorong seseorang untuk melakukan fraud. Biasanya sih karna masalah finansial atau kebutuhan. Hmm, bukan kebutuhan sih. Tapi keinginan duniawi yang tak bisa dikendalikan.  Gaya hidup mewah, pengen terlihat kaya, tagihan hutang sana sini, gaji masih receh tapi sok-sokan beli Fortuner, istri minta belikan tas hermes. Dipadu dengan keserakahan dan ketamakan. Lengkap sudah.

Penyebab berikutnya adalah Opportunity. Kalau kata bang Napi, korupsi terjadi bukan karna ada niat pelakunya, tapi karna adanya kesempatan. Kerja di bagian yang basah, trus sistem pengawasan internal yang longgar, bisa menjadi sebuah peluang emas untuk melakukan fraud. Atau pas jadi pejabat, mumpung lagi jadi anggota dewan. Pokoknya aji mumpung.

Penyebab terakhir adalah Rationalization. Ini adalah semacam pembenaran.

“Ah cuma nilep sedikit, yang lain juga ngambil kok”
“Gak papa…, kita kan dikasih bukannya minta secara paksa”
“Ini kan demi membahagikan keluarga, insya allah berpahala”
“Nanti kan buat nyumbang anak yatim juga” *emang malaikat bisa disuap

Ada fakta lain menarik tentang korupsi. Berdasarkan hasil survey :

*90% pelakunya adalah laki-laki. Kaum adam jangan berkecil hati. Ini kan dilakukan demi wanitanya. Wanita simpanan #eh

* 70% berpendidikan S1. Makanya jangan sekolah tinggi-tinggi. Buat apa gelar panjang kalau gak jujur.

* 50% lebih kasus korupsi terungkap bukan karna audit atau kontrol yang bagus. Tapi karna laporan dari rekan kerja, suplier ataupun klien. Ini biasanya karna barisan sakit hati yang berkoar-koar, pembagiannya gak rata sih.

*Setelah dua tahun, fraud baru terungkap. Sepandai-pandai tupai melompat akhirnya jatuh juga. Tak akan pernah bisa menutupi bau busuk.

Daripada fraud, mending kerja yang bener. Bismillah saja, semua sudah diatur. Selama mau berusaha, kita gak bakal mati kelaparan. Hasil tak pernah mengkhianati usaha. Dan rejeki gak bakalan diambil orang lain kok. Tenang saja. 

Eh btw, kalau nyontek pas ujian, bohongin istri soal jumlah gaji, trus selingkuh juga; itu termasuk fraud gak ya? 😁

Duit Setan Dimakan Iblis

Pernah denger duit setan dimakan iblis gak? Istilah itu punya makna bahwa uang yang didapat dengan cara yang gak bener, bakalan raib begitu saja. Kalau kata orang Jawa, gak cementhel. Gak ketahuan juntrungannya.

Bukan hanya itu, harta ndak halal yang diperoleh dengan mengambil hak orang lain, nilep, nipu ataupun korupsi justru membawa petaka, bikin penyakit. Keluarga jadi berantakan, suami selingkuh, anak-anak sekolahnya ndak beres, terjerat narkoba dll. Macem-macem deh. Sebagian orang jadi percaya kalau karma emang dibayar kontan. Di dunia aja dihinakan, apalagi di kehidupan nanti. Bakalan merugi orang-orang yang ndak jujur.

Makanya mending gak usah neko-neko deh. Kerja yang bener dan perbanyak syukur. Sungguh, Tuhan memberi rizki berdasarkan kepantasan, bukan berdasarkan pekerjaan kita. Seharusnya kita percaya dan menyakini keterlibatan Tuhan dan pertolongan-Nya dalam urusan menjemput rizki .

Sebesar apapun penghasilan, kalau mentalnya miskin ya gak akan pernah merasa cukup. Cukup itu bukan karena banyaknya, tapi karena berkahnya. Yang membuat pusing manusia sebenarnya bukanlah pemberian rizki dari Tuhan, tapi banyaknya kebutuhan hidupnya sendiri. Kebutuhan hidup yang dibuat-buat, life style. Ini yang paling membebani.

Dan yang paling bikin sebel, kalau kita sudah kerja lurus, dibela-belain lembur sampai malem, trus hancur gara-gara ada teman satu departemen yang korupsi. Nyesek rasanya. Dianggapnya kita ini juga koruptor. Ayo lawan korupsi. Sebab sebenar-benarnya orang beragama adalah mereka yang tidak korupsi.

Selamat Hari Anti Korupsi Internasional 2016. Semoga kita diberi kekuatan untuk menjauhi perilaku korupsi. Dan semoga Allah memberi kita hati yang tenang, dada yang lapang, pikiran terang dan rizki yang gampang.

Cantik.., Alisnya Asli Atau Tatoan

Farhat-Abbas-pake-jaket-horz

Kita hidup dalam budaya timur yang katanya santun. Ada norma-norma dan nilai agama yang mengatur kita, dari cara berbusana, bertutur kata dan berperilaku. Tak heran jika ada orang yang gondrong, bertato, celana robek, dan merokok, maka akan dianggap sangar, nakal, garang atau apa lah. Pokoknya jelek. Apalagi kalau yang begitu tuh perempuan. Bakalan dikatain bejat, binal, jalang ,****#@$%!^*..”)!#&# Yakin deh.

Tunggu dulu…, benarkah penampilan selalu merefleksikan kepribadian seseorang? Bisa ya, bisa tidak. Kesan pertama yang “wow” memang bisa mencuri perhatian dan citra positif, tapi kadang juga menipu. Ada orang ketika pertama kali kenalan tuh dingin, cuek, tampang urakan. Tapi lama-kelamaan jadi asyik. Semakin mengenalnya semakin banyak kebaikan-kebaikan yang dirasakan. Ternyata hatinya tak seseram penampilannya.

Ada juga yang rapi, keren, perlente dan menyenangkan di awal. Lama kelamaan, makin kenal, sering interaksi jadinya malah ngeselin, makin nampak keburukan-keburukan yang selama ini disembunyikan. Idealnya sih mengesankan dari awal hingga akhir, mempesona secara lahir dan batin. Baca Selengkapnya

Pinter, Kaya; Tapi Kok Korupsi?

tahanan_koruptor1

Ternyata berita tentang korupsi begitu seksi, sangat dinantikan awak media dan masyarakat awam. Melebihi gosip artis berantem dan nasib timnas kita yang begitu-begitu saja. Apalagi kalau yang korupsi pimpinan partai berlabelkan agama sekaligus seorang Menteri yang ngurusin peribadatan antara makhluk dan Tuhannya. Sengaja gak aku sebutkan itu pak Surya Darma Ali. Gak etis, kita hormati proses hukum lah.

Sebenarnya mengapa seseorang bisa terjerembab terjerumus dalam perbuatan nista ini. Berdasarkan analisa para pakar, banyak hal yang membuat orang berkorupsi. Baca Selengkapnya