Tips Hemat Ala Pahmud Mahmud

Sebelum lebih lanjut ngomongin tips hemat, saya akan jelaskan terlebih dahulu apa itu pahmud dan mahmud. Pahmud adalah papah muda seperti saya. Muda, enerjik, setia dan berwawasan nusantara. Sedangkan mahmud adalah mamah muda. Wanita kekinian, sayang keluarga dan hobi memasak.

Jadi ceritanya, di saat dollar melambung tinggi dan rupiah terseok-seok, istri saya ndak terlalu pusing mikirin itu. Wong ndak punya simpenan dollar juga cuma punya EURO. Biarlah Presiden, menteri dan orang-orang pintar di negeri ini yang mengatasi masalah itu, katanya. 

Istriku dan jutaan ibu-ibu di seluruh penjuru tanah air ini, justru pening dengan harga kebutuhan pokok yang kian meroket. Harga daging naik, tempe naik, sabun cuci naik. Parfum, pensil alis, maskara dan ongkos ke salon juga naik. Sebagai seorang mahmud, ini menjadi persoalan penting yang harus dicarikan solusinya.

Karna saya seorang pahmud yang bertanggung jawab, saya tawarkan solusi padanya.
“Kamu sebulan butuh berapa dik, bilang saja. Duapuluh juta cukup nggak? *halah
“Gak usah banyak-banyak mas, yang penting halal. Masih cukup juga kok” jawabnya sabar. *cie pesan moral

Istri saya tak mau mengeluh. Baginya mengeluh tak menyelesaikan masalah. Justru di tengah kondisi perekonomian Indonesia yang suram, dia makin kreatif mengatasi keadaan. 

Ada tips dan trik berhemat yang dia temukan untuk menyiasati harga-harga yang mahal. Tips ini anti mainstream, telah teruji dan terbukti manjur. Tak kalah dengan tips dari perencana keuangan. Sangat cocok untuk pasutri muda, dan mudah dipraktekan. Berikut ini tipsnya.

Pertama, berbelanjalah sekaligus di supermarket. Sekaligus di sini maksudnya adalah membeli dalam jumlah yang banyak, untuk kebutuhan sebulan. Jadi pas tanggal tua, saat bokek, tetap aman. Karna logistik tersedia hingga akhir bulan.

Misal, membeli minyak goreng kemasan 5 liter pasti jatuhnya lebih murah dari pada minyak kemasan 1 liter. Hal ini berlaku juga untuk susu, diapers, kecap, deterjen dsb.

Susu buat anak bisa dihemat asal pola makannya baik dan memenuhi standard gizi. Anak usia 1,5 tahun juga sudah bisa diajari toilet training. Ini akan menghemat penggunaan diapers. Jika sebelumnya suka produk impor, maka gantilah dengan produk-produk lokal. Kualitasnya gak kalah kok.

Berbelanja bulanan membuat kita tak perlu bolak balik ke supermarket. Soalnya kalau sering ke supermarket, malah tambah boros. Pengennya cuma beli sampo, eh malah beli barang-barang yang tak direncanakan. Sampo, coklat, es krim, roti, nutella, mainan, bedak dan baju. 

Jika kita pelanggan setia salah satu supermarket, sekalian saja bikin kartu member. Harga untuk member pasti lebih murah. Sebenarnya pakai kartu kredit juga ada diskonnya, tapi saya gak rekomendasikan, ntar jadi kebiasaan ngutang. Kartu debit saja lah.

Kedua jika berbelanja di pasar tradisional, usahakan pagi hari saat para pedagang baru mulai menjajakan dagagannya. Biasanya ada harga khusus untuk para pembeli pertama, semacam pelaris gitu. Selain lebih murah, takarannya juga dilebihin. Beli udang sekilo, dapatnya sekilo lebih satu ons. Lumayan kan.

lapak ikan, udang, cumi, kepting dll di Pasar Masomba Palu

cumi segar

Ketiga, dengan memanfaatkan ikatan kesukuan atau kedaerahan. Kami tinggal di Sulawesi, namun banyak pedagang yang berasal dari Jawa. Agar makin akrab, kami sering memanggil para pedagang itu dengan panggilan Pakde, bude atau bulik. Sambil belanja, sambil ngobrol pakai bahasa Jawa, sok akrab nanyain kabar. Harga pun didiskon. *modus nih

Penjual sayur kebanyakan orang Jawa

Keempat, jalinlah hubungan yang hangat dengan siapapun. Dengan tetangga, sahabat, pemilik warteg, satpam kompleks dan siapa saja. Kedekatan kita dengan orang lain akan membawa berkah dan meluaskan rejeki. Kalau lagi panen, tetangga kami suka nganterin kelapa, pisang, tomat, cabai, jagung dan hasil kebun lainnya. 

Tak cuma itu, bubur manado, binte pulut juga sering kami dapatkan dari tetangga. Di warung makan pun seperti itu. Karna sudah langganan sama bulik Tarmi, saya bisa ambil makanan sendiri, prasmanan. Sementara pembeli yang lain tak boleh.

sudah lengganan sama penjual ini

Kelima, jangan terlalu sering makan di luar. Kalau sesekali bolehlah. Coba hitung, seminggu berapa kali makan di luar. Misal sekali makan seratus ribu, kali 8 s.d 10 kali. Bisa sejutaan tuh. Terlalu boros, gak baik buat kesehatan kantong. Itu namanya pengeluaran lifestyle, dan sebetulnya gak penting-penting amat. 

Nonton & nongkrong di kafe termasuk juga lho. Solusinya adalah rajin masak, makan bersama di rumah, menyiapkan bekal untuk anak dan suami. Sehat, hemat dan higienis.

Tips terakhir adalah buatlah celengan. Tapi jangan uang receh yang dimasukin. Duapuluh ribuan atau sepuluh ribuan lah, biar hasilnya lebih terasa. Kalau ada uang sisa belanja, kembalian beli pulsa, masukkan ke celengan. Celengan dari bekas toples atau kaleng susu. Di akhir bulan atau saat-saat darurat, hasil celengan itu bisa dipakai untuk menyambung hidup. Saya sudah membuktikannya di sini.

Hemat itu kan pilihan. Kalau bisa hemat kenapa enggak. Jika kalian punya tips lain, silakan bagikan di kolom komentar. Salam pahmud.

Iklan

7 pemikiran pada “Tips Hemat Ala Pahmud Mahmud

Komentar kamu

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s