Lebih Dari Sahabat

two_friends_love

sumber : Google

Tak ada yang namanya sahabat lama, apalagi mantan sahabat. Sahabat tetaplah sahabat. Sahabat itu beda dengan teman lho. Kalau teman ada yang tega makan teman, tapi sahabat nggak doyan makan sahabat sendiri. Teman akan sungkan saat mengkritik kita. Tapi sahabat akan jujur dan terbuka ngasih tahu kesalahan kita.

Sahabat itu meski terpisah jarak dan waktu, sikapnya kepada kita tak akan berubah, tetap hangat. Ngobrol apa saja nyambung, ngomongin hal-hal pribadi, asyik diajak jalan-jalan, ngopi bareng, gak sungkan, gak jaim dan gak perhitungan. Jika sikapnya jadi makin lebay, berarti dia bukan sahabat sejati, tapi SahabatDahsyat. * ye ye la la la…
Baca Selengkapnya

Iklan

Tentang Mengenang Seseorang

Minggu lalu saya pulang kampung. Eh enggak ding, lebih tepatnya singgah. Kebetulan ada tugas beberapa hari di Jawa. Cuma sebentar, tiba di rumah jam 10 malam dan harus kembali ke Palu jam 8 esok paginya. Buru-buru banget, takut ketinggalan pesawat.

Meski hanya sesaat di desa, tapi cukup berkesan. Bisa ketemu orang tua, saudara dan kerabat; memastikan mereka baik-baik saja, sudah menjadi kebahagian buat saya. Sempat juga bertegur sapa dengan tetangga, berbasa basi di warung kopi depan rumah malam itu dan saat subuhan di mushola.

Yang paling membekas sampai sekarang adalah ketika saya nyekar ke makam simbah; mbah kung dan mbah uti. Sudah lama tak berziarah, membuat saya agak canggung.

Pagi itu saya bergegas menuju makam, melawan sisa kantuk semalam dan hawa dingin yang menyergap. Tanpa membawa bunga, saya langsung menuju makam simbah. Rumput dan daun jati menutupi sebagian nisan yang mulai nampak kusam. Tulisan nama di nisan pun mulai tak jelas.

Saya ingin segera berdoa untuk mereka. Tapi apa daya, justru air mata menetes. Tak kuasa menahannya.

Selengkapnya