Receh; Keping-Keping Kebahagian

IMG_20141222_072410

Sepahit apapun kopi, selalu terasa manis jika yang menyeduhkan  istri. Selepas kerja selalu menjadi waktu favorit kami untuk ngopi. Eh saya aja ding yang ngopi, istri cuma ngeteh.

Ngopinya sih biasa saja, tapi obrolan-obrolan kami berdua selalu hangat. Ngomongin tentang cinta, tentang temaram senja, tentang rinai hujan dan kerlip bintang, apa saja. Ubi dan jagung rebus yang turut disajikan makin menghangatkan suasana. Jika tak ada biasanya digantikan kacang. Kesukaan saya adalah kacang dua kelinci mix nut.* bukan promosi loh. Gak pake ngupas, tinggal lhep…tinggal lhep.

Lama kelamaan, bekas toples kacang makin banyak. Ada yang dipakai untuk nyimpan bumbu dapur dan buat nyimpan uang receh alias celengan. Kok dijadikan celengan? Selain bentuknya cantik, toples ini mungil. Jadi gak butuh waktu terlalu lama untuk menuhinnya. Gak kayak celengan ayam jago dari gerabah yang segede gaban itu.

IMG_20141204_095052

Saya fokus nyelengin uang sepuluh ribu dan dua puluh ribu. Kembalian beli bensin, sisa belanja di warung; pokoknya kalau ada duit itu, langsung masukin. Makin penuh, makin bertambah kegembiraan saya. Apalagi melihat celengan anak saya yang isinya koin. Saya benar-benar merasa menjadi pemenang. *Bapakmu kok kamu lawan to nduk..

Menabung di toples kacang ini ada tantangannya. Godaan selalu muncul saat akhir bulan. Hasrat untuk segera memanen begitu membuncah. Lha wong nemu uang lima puluh ribu di kantong jaket aja suenengnya minta ampun, apalagi nglihat toples bening isinya duwit. Jebol juga benteng pertahanan saya.

Dengan mengucap bismillah, saya panen uang yang terkumpul. Lumayan, jumlahnya bisa ratusan ribu. Mungkin bagi sebagian orang gak seberapa, tapi bagi saya rasanya seperti dapat durian runtuh. Bisa jadi karna perjuangannya yang panjang dan gak mudah. Hasilnya bisa buat menyambung nafas di akhir bulan, bisa belikan daster istri dan beli paket internet, biar gak fakir kuota. Dan yang pasti, buat beli kacang dua kelinci lagi. Nanti toplesnya buat nabung. Kalau penuh belikan kacang lagi. Begitu seterusnya.

Hasil celengan ndak saya habisin semuanya, sebagian disetor ke bank. Kalau mau meraih financial freedom salah satu caranya emang harus gitu. Gemi setiti lan ati-ati. Gak ada cara instan untuk kaya. Serakah dan pengen hasil yang gede dalam waktu cepat, malah bikin gelap mata. Ujung-ujungnya terjerumus pada investasi bodong. Malah rugi, ketipu banyak. Jadi mending beli kacang aja, bekas toplesnya kita isi dengan recehan, keping-keping kebahagiaan.

“You can be rich by having more than you need, or by needing less than you have” ~ Jim Mott

Iklan

7 pemikiran pada “Receh; Keping-Keping Kebahagian

  1. Ping balik: Tips Hemat Ala Pahmud Mahmud | …ingin mengatakan begini dengan cara begitu…

  2. Ping balik: Marhaban Yaa THR | …ingin mengatakan begini dengan cara begitu…

Komentar kamu

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s