Bekerja Dengan Bahagia

Secapek-capeknya kerja, lebih capek lagi bila tak punya kerjaan.

Namun sebenarnya yang bikin kita cepat kehabisan energi saat bekerja, bukanlah tumpukan deadline, teman yang reseh, bos yang ngeselin atau pun macet berjam-jam menuju tempat kerja yang harus ditebus dengan umur. Bukan itu.

Suasana hatilah yang sangat mempengaruhi. Dongkol, penuh keluh kesah, ngiri sama yang lain, gak fokus; justru membuat pekerjaan yang mudah menjadi begitu pelik.

Emosi-emosi negatif ini secara perlahan akan menggerus semangat, optimisme, kreativitas dan daya juang dalam bekerja.

Lantas, bagaimana agar bisa menikmati pekerjaan yang kita miliki? Pertama, apapun profesimu, bekerjalah dengan bahagia. Mensyukuri karna punya kerjaan bisa menjadi langkah awal untuk menumbuhkan rasa bahagia. Di luar sana, masih banyak orang yang pontang-panting mengais rejeki.

Disuruh-suruh, dimarahin bos, diajak lembur, mau absen pulang malah diajak rapat; tentu bete dong. Udah ngerasa paling didholimi dan dieksploitasi sama atasan. Namun kita bisa memilih, mau terus menggerutu atau berupaya merawat kegembiraan agar tidak stress menjalaninya.

Gimana mau gembira jika tak sesuai passion. Eits jangan salah. Kerjaan yang sesuai passion sekalipun, sebagai entrepreneur maupun karyawan; akan tetap ketemu yang namanya lelah, jenuh, dan permasalahan-permasalahan lain.

Kuliah di pertanian aja banyak yang jadi teller bank. Gak masalah, gak harus resign. Toh perusahaan gak peduli dengan passion kita. Mereka hanya peduli dengan kerja dan karya kita.
IMG_20190707_142513.jpg

Dapat gambar ini dari twitter

Bekerja tanpa gairah tentu akan cepat menimbulkan kejemuan, namun bisa kok dibikin nyaman. Bawa bekal dari rumah, siapin camilan, kerja sambil dengerin musik, menghias ruang kerja dengan pernak pernik lucu, membina hubungan baik dengan rekan kerja, main futsal selepas kerja, arisan dan masak bareng di akhir pekan.

Saya dulu juga gak tahu, apakah profesi ini sesuai dengan passion. Pokoknya jalani aja, daripada gak bisa makan. Meski penuh lika-liku, lama-kelamaan asyik juga dan saya merasa ini gue banget. Saya merasa lebih berdaya, dimampukan, dibisakan, dikuatkan dan dikerenkan. Hal-hal seperti itulah yang membuat saya tetap bertahan sampai sekarang, meskipun harus mengabdi di ujung negri ini.

Susah senang di kerjaan akan selalu ada. Kalau ada yang bikin suka, ya alhamdulillah. Jika ada yang gak ngenakin, ya gimana lagi. Terima saja, itu di luar kendali kita. Gak usah baperan. Ditegur bos karna kerjaan ada yang gak beres, langsung depresi mutung berhari-hari.

Tak perlu merespon berlebihan, mikir macem-macem:

“Wah, Bos pasti benci gue nih”
“Bentar lagi aku dipecat”
“Aku emang goblok”
“Payah nih, ada yang bawel nglaporin gue”

Itu namanya lebay. Emosi-emosi itu muncul karna pikiran kita sendiri. Yang bisa kita kendalikan adalah respon kita menyikapi segala peristiwa hidup. It is not things that disturb us, but our opinion about them.

Jika kamu bersusah hati karena hal-hal eksternal, kesusahan itu bukan datang dari hal tersebut, tapi dari opinimu sendiri tentang hal itu. Dan kamu mempunyai kemampuan mengubah opini itu kapan saja. ~ Marcus Aurelius

Berikutnya, jangan pernah membandingkan penghasilanmu dengan penghasilan orang lain. Pada mulanya kita semua baik-baik saja, bahagia, damai, makan nyenyak tidur enak; sampai akhirnya negara api menyerang kita mulai lirik kiri kanan.

Itu tetangga gak pernah kelihatan kerja, tapi kok mobilnya dua ya. Teman kantor yang gak lebih rajin dari kita, tapi dapat bonus lebih gede. Pangkat sama, kok dia sering liburan ke luar negeri.  Itu adik kelas tiap hari jajan es kopi, apa gak bangkrut. Apa yang dimiliki orang lain selalu nampak lebih menarik dibanding kepunyaan kita.

Namun kita tak pernah tahu di balik semua itu. Bisa jadi mereka memang anak sultan, bekerja lebih giat, bangun lebih pagi dan pulang lebih larut dari kita dan rajin investasi.

Atau mungkin ada hal lain yang sebetulnya ironi.  Semua kegemerlapan itu ternyata dibiayai hutang, tagihan kartu kreditnya segambreng, masih pakai LPG 3 kg, shampoo kalau habis diisi air trus dikocok-kocok dan nyuci pakai ember bekas kaleng cat. Who know.

Ini seperti jebakan 99. Ketika diberi uang dalam amplop bertulis 100 juta, pas dibuka cuma 99 juta. Kaget dong. Kita sibuk nyari yang sejuta sehingga galau dan senewen. Lupa jika di genggaman ada 99 juta untuk disyukuri.

Jika ingin membandingkan diri, bandingkanlah kondisi saat ini dengan kondisi dahulu. Apakah jauh lebih baik, berkembang atau justru stagnan. Ketika financial envy ini bisa disingkirkan dari pikiran, maka ketenangan akan singgah. Kita tak akan minder, sedih, dan demotivasi karna orang lain lebih dari kita.

Percayalah, jalan rizki tiap orang sudah ada yang mengatur. Kita hanya butuh untuk terus melipatgandakan ihktiar dan doa serta  kegigihan dalam menjemputnya.

Selamat bekerja, semoga selalu bahagia.

 

 

 

 

 

 

 

 

Bekerja Adalah Wujud Religiusitas

Banyak cara untuk menebak kepribadian seseorang. Dengan melihat penampilannya, tutur katanya atau gesture tubuh. Walau tidak sepenuhnya benar dan kadang bisa menipu.

Beberapa pakar mampu menilai karakter seseorang melalui sorot mata. Ada juga melalui tulisan tangan. Istilah kerennya grafologi, menganalisa tulisan seseorang untuk menguak kepribadiannya. Ilmu ini cabang dari psikologi. Tentu lebih sulit dan tak boleh sembarangan.

Namun buat saya, salah satu cara untuk mengetahui seseorang adalah dengan mengamati bagaimana ia bekerja. Saya selalu menganggap orang yang bekerja dengan sungguh-sungguh, amanah dan penuh tanggung jawab, bahkan di kantor yang amburadul dan suck; adalah pribadi yang relijius.

Baca Selengkapnya

Jangan Meludah Di Sumur Yang Airnya Kita Minum

Jaman sekarang, cari kerjaan susah. Saking sulitnya nyari duit, di Jakarta para pengemudi ojek pangkalan melarang driver Gojek masuk ke kawasannya. Sampai-sampai ada driver Gojek yang babak belur digebukin ojek pangkalan. Gojek dianggap telah merebut rejeki mereka. Memang semenjak ada Gojek, pengemudi ojek pangkalan kian terengah-engah mengumpulkan pundi-pundi rupiah. Kemajuan teknologi telah menggerus pendapatan mereka. Dan demi bertahan hidup, mereka berbondong-bondong mendaftar sebagai driver ojek online. Berharap ada perbaikan nasib.

Sebelum rekruitmen besar-besaran di Senayan, pendapatan pengemudi Gojek memang besar. Sebulan bisa lebih dari 8 juta, asal mau kerja keras. Tapi itu dulu. Maraknya moda transportasi berbasis online seperti Grab Bike, BlueJek, Uber  dan Bajaj App membuat persaingan makin ketat dan keras. Dapat dua juta sebulan itu sudah alhamdulillah, kata salah seorang driver. Itupun harus berpeluh-peluh. Baca Selengkpanya

Makan Gaji Buta

gaji buta

Dengan berat hati, saya harus menyampaikan sebuah fakta yang menyesakkan dada, bahwa masih buuuanyak ada aparat pemerentah yang makan gaji buta. Bukan men-generalisir ya, bukan gebyah uyah. CATAT, tidak semua, hanya sebagian, cuma oknum. Populasi mereka sekitar 67,235879% dan belum punah.

Mereka ini datang ke kantor agak siangan, trus ngisi daftar hadir yang masih manual. Kadang malah nitip absen. Sesekali bolos. Ketemu rekan kerja, ngobrol ngalor ngidul, ngegosip, ngomongin yang gak jelas dilanjutkan dengan main zuma. Jam sepuluh pamit keluar buat ngopi dan sarapan. Lalu gak balik ke kantor, karna sekalian istirahat siang. Nongol lagi ke kantor sore hari, menjelang absen pulang.

Ini potret kemalasan, mau enaknya saja. Pengen sejahtera tapi tak mau berkarya. Mau kaya tapi tak mau berusaha. Persis mental koruptor.

Baca Selengkapnya

List Lagu Asyik Buat Menemani Kerja

Seharian terjebak dalam kubikel kantor dengan setumpuk kerjaan, serta rutinitas-rutinas lain yang membosankan tentu bisa bikin stress. Harus pinter-pinter  menyiasati agar energi kita tak mudah terkuras dan kerjaan juga beres. Salah satu cara yang saya lakukan adalah dengan mendengarkan musik sembari bekerja. Biar lebih semangat, lebih fokus dan lebih rileks. Musik apa saja, kecuali dangdut. Gak suka aja. Lucu juga sih, masa sebagai pemuda kekinian hobinya dangdutan.

Dan ternyata berdasar hasil survei, mendengarkan musik saat bekerja bisa meningkatkan produktivitas. Sebanyak 88% responden menyatakan bekerja lebih akurat saat mendengarkan musik dan 81% lainnya menyatakan bisa bekerja lebih cepat ketika diiringi musik. Jenis musik pun berpengaruh juga. Musik pop cocok didengerin saat kita menyelesaikan pekerjaan yang butuh kecepatan dan akurasi.  Sementara musik klasik bagus menemani kita menuntaskan pekerjaan yang penuh kompleksitas.

Dan kalau lagi suka sama sebuah lagu, kebiasaan saya adalah memutarnya berulang-ulang. Sampai teman sebelah meja jadi apal lagu itu. Ada banyak lagu kesukaan saya, beberapa diantaranya adalah berikut ini. Lagunya kalem-kalem, seperti saya. Selamat menikmati.

1.  Endah n Rhesa ~ Untuk Dikenang

Lagu ini dibawakan pertama kali oleh Jikustik pada tahun 2003, dan sempat menduduki tangga lagu tanah air. Tapi saya lebih suka versi akustik yang ini, feel ya lebih dapet. Saat mendengarnya, jadi ingat kenangan-kenangan indah yang pernah terlewati. Kangen orang tua, saudara dan sahabat.

Ingat Aku Saat Kau Terasing
Dalam Gelap Keramaian Kota

 

2. Passenger ~ Let Her Go

Pertama kali tahu lagu ini karna sering denger di situs musik online. Karakter suara yang unik membuat saya tertarik untuk mencarinya di Youtube. Liriknya pun dalem banget, mengingatkan kita agar mensyukuri apa yang telah kita punya dan menjaganya sebaik mungkin sebelum kita kehilangan.

Well, you only need the light when it’s burning low,
Only miss the sun when it starts to snow,
Only know you love her when you let her go.

3. Tulus ~ Jangan Cintai Aku Apa Adanya

Lirik lagu ini aneh, kok minta jangan dicintai apa adanya. Padahal sebagai lelaki normal, saya ingin dicintai oleh pasangan saya dengan apa adanya. Dengan segala kekurangan dan kejelekan yang saya miliki. Sepertinya Tulus ingin mengatakan begini dengan cara begitu. Eh video klipnya keren banget lho.

Kau terima semua kurangku
Kau tak pernah marah bila ku salah
Engkau selalu memuji apapun hasil tanganku
Yang tidak jarang payah

Jangan cintai aku apa adanya. Jangan….

4. Cold Play – Fix You

Lagu ini menceritakan tentang kesendirian dan kesedihan. Dan saat sedang terpuruk seperti itu, kita butuh sesorang untuk mau diajak mendengarkan dan berbagi. Perhatikan liriknya. Menyentuh. Tapi menurut saya lagu ini gak cengeng dan lebay. Ada motivasi yang diselipkan di lirik lagu ini.

When you try your best but you don’t succed
When you get what you want but not what you need

5. Payung Teduh ~ Untuk Perempuan Yang Sedang Dalam Pelukan

Butuh beberapa kali dengerin lagu ini, baru bisa ngeh dan akhirnya jadi suka. Musiknya kalem agak ngejazz. Liriknya punya nilai sastra yang keren, semacam puisi para pujangga. Ini yang bikin saya makin suka. Semua lagu Payung Teduh memang bener-bener punya efek meneduhkan saat didengarkan.

Tak terasa gelap pun jatuh
Diujung malam menuju pagi yang dingin
Hanya ada sedikit bintang malam ini
Mungkin karena kau sedang cantik-cantiknya

Pinter Goblok Pendapatan Sama

rupiah-newest_AFP_6721

Dalam dunia kerja kita kenal istilah PGPS, pinter goblok pendapatan sama. Ada karyawan yang keringatnya segede gaban karna beban dan tanggung jawab pekerjaan yang berat. Ada pula yang keringetan karna kelayapan di pasar dan karna main zuma kalah terus.

Tentu akan sangat menyesakkan dada, ketika jerih payah kita tak dihargai, ketika peluh diabaikan begitu saja. Ini bukan tentang materi, bukan pula tidak bersyukur. Ini adalah tentang keadilan, tentang hak dan kewajiban serta harga diri. *aseeek Baca Selengkapnya