Sohiban Dengan Lawan Jenis

Idealnya, pasangan kita adalah sahabat terbaik kita. Diajak ngobrol nyambung, asyik buat curhat, kompak, ngangenin dan selalu nyenengin.

Namun nyatanya tak semua orang bisa seperti itu. Ada pria yang justru lebih betah ngobrol dengan wanita lain dibanding dengan istrinya. Biasanya sih pria paruh baya yang sedang puber. Ganjen. Ngakunya sahabatan, padahal TTM, teman tapi mesra modus. Ngarepnya jadi friend with benefit. Read More

Iklan

Menaklukkan Hari [Senin]

Pernah nggak kamu merasa berat banget buat bangun pagi? Bukan karena masih ngantuk, tapi karena kebayang harus melewati hari yang melelahkan.

Seragam kerja belum disetrika, kaos kaki gak ketahuan di mana, bingung hari ini mau masak apa, cucian numpuk, dead line kerjaan segambreng, macet yang kian parah dan harus ketemu klien yang ngeselin. Pas hari Senin pula.

Hal-hal seperti inilah yang akhirnya dijadikan alasan untuk membenci hari Senin. Sok menderita gitu.
Read More

Gaji Kok Kurang Terus Sih

Ketika sedang bokek, seseorang bisa berubah drastis. Tiba-tiba jadi reseh, mudah marah, nyinyir dan sinis pada orang lain. Wajar sih. Saat lagi gak punya duit, kemampuan untuk berpikir jernih dan kreatif hilang. Maklumin aja.

Bokek ini tak ada kaitannya dengan penghasilan besar maupun kecil. Sebesar apapun gaji, jika tak dikelola dengan baik akan selalu kekurangan. Tak perlu menunggu akhir bulan, seminggu setelah gajian pun; tak sedikit yang tongpes. Ironis kan. Padahal mengelola keuangan dengan baik itu bagian dari syukur lho.

Saya punya beberapa tips nih, agar berkecukupan dan gak selalu pusing saat tanggal tua. Bukan karna saya kaya banget. Bukan. Saya hanya amtenar biasa. Tapi terhadap apa yang telah Allah berikan, saya sungguh merasa kaya. Read More

Memulai Obrolan Tanpa Basa-Basi Yang Menyakiti

Ada sebagian orang yang menganggap aku ini pendiam. Gak salah sih, tapi gak sepenuhnya bener. Kalau belum begitu akrab, aku memang gitu. Irit bicara. Karna aku penganut paham diam itu emas.

Namun bila sudah terlanjur deket sama seseorang, apa aja diomongin, gak pernah kehabisan bahan obrolan. Hingga tak ada rahasia lagi.

Nah, besok kan Lebaran. Kita bakalan ketemu banyak orang. Keluarga, sepupu dua kali, saudara jauh, tetangga dan teman sekolah. Biasanya malah sering ada reuni. Bagi sebagian orang, akan jadi sedikit masalah. Tatkala jarang bersua, trus harus memulai obrolan. Kikuk jadinya.

Mau sok akrab, kalau aslinya gak supel malah jadinya gak asik.
Kalau diem-dieman sambil maen hp, sungguh tak etis. Mari hargai orang lain. Tatap matanya saat sedang bicara. Read More

Selingkuh, Salah Siapa?

Gak harus ganteng, sick pack, tajir dan penuh pesona untuk memulai sebuah perselingkuhan. Kamu kere, tampang pas-pasan, gendut pun bisa melakukannya. Hanya butuh nyali dan ketegaan saja untuk mengkhianati pasangan.

Emang sih kalau lelaki udah mulai sukses, biasanya mulai banyak tingkah. Lirik kanan kiri, tambah genit, macam puber kedua gitu. Apalagi kalau tiap di rumah lihat istrinya pakai daster, tubuhnya bau minyak kampak, keningnya ditempeli koyok, gak mau dandan pula. Sebenarnya bukan gak mau dandan sih, lha uang belanja dikit kok minta istri harus slalu menarik. Read More

Suami Takut Istri

Menikah benar-benar membawa perubahan yang luar biasa. Seorang lelaki menjadi lebih pemberani sekaligus lebih penakut saat sudah berkeluarga. Berani melakukan apa saja, cari nafkah, banting tulang, peras keringat, gak peduli omongan orang, yang penting dapur tetep ngebul.

Saya pernah jam setengah dua malam keluar nyari nasi goreng, karena istri lagi ngidam. Jalanan sepi, gelap, dingin, ada begal atau ketemu suster ngesot di tengah jalan, gak saya pedulikan. Demi istri.

Nah kalau soal takut, yang sering dialami bapak-bapak adalah takut istri. Antara takut dan sayang, bedanya memang tipis banget. Read More

Gak Usah Belagu

Gambar: Pixabay

Pesawat yang akan saya tumpangi menuju Solo ternyata delay. Kelamaan nunggu, bosen jadinya. Main HP sudah, baca buku juga sudah. Tetap saja tak bisa menghilangkan rasa suntuk. Di tengah kejenuhan itu, ada seorang lelaki di sebelahku ngajakin ngobrol. Usianya sekitar 45-50 tahunan.

Awal mula obrolan, hanya basa-basi. Bapak itu juga yang dominan bertanya dan bercerita. Aku hanya menimpali sekedarnya, gak enak lah kalau nyuekin. Saya masih bisa menjaga kesopanan, tahu tata krama dengan orang tua.

Tak ada angin tak ada hujan, tiba-tiba dia cerita segala pencapain hidupnya. Yang punya percetakan lah, punya ratusan karyawan, sering rapat keluar kota dan sebagainya. Macem-macem dia ceritain. Padahal saya gak nanya, kenapa dia nyerocos aja. Ngomongnya ndakik-ndakik, ntar kalau mulutnya kesampluk pesawat gimana? Read More