Mengingat Umur

Gara-gara minggu depan diundang ikut Family Gathering, saya jadi ingat umur. Lho kok? Iya, kata Bos, acara itu sekaligus merayakan ultah 10 orang karyawan yang lahir di bulan Agustus. Buat seru-seruan aja. Ceritanya kantor mau bikin acara ulang tahun berjamaah, biar pahalanya lebih banyak, lebih ngirit pula ongkosnya, bisa patungan. Dan saya salah satu orang yang berulang tahun. *cie kasih kado dong kak…*

Tahun ini saya memasuki usia ke 30. Tepatnya tanggal xx nanti. Belum terlalu tua sih, tapi gak muda-muda amat. Tidak sedikit pula yang mengira usia saya 25. Mungkin mereka khilaf. Dan saya biarkan saja, menikmati kekhilafan mereka. Namun bagaimana pun juga, umur tetap tak bisa dibohongi.

Sejujurnya bukan cuma momen ulang tahun yang menyadarkan kalau saya gak abegeh lagi. Ada beberapa hal yang membuat saya harus menerima kenyataan bahwa semakin hari saya semakin menua. Ini dia: Selengkapnya

Iklan

Awet Tua

age

Setelah sekian lama dipanggil Kakak, Mas tiba-tiba ada yang memanggil Pak, Om itu rasanya seperti mau ambil uang di ATM dan saldonya gak cukup. Nyesek banget. Setua inikah diriku? Padahal tahun ini baru 29. Ya twenty nine my age. *Lari ambil kaca.

Tidak semua orang siap untuk tua, karna tua identik dengan keriput, sakit-sakitan, lemah tak berdaya, pikun. Beragam cara dilakukan agar tidak nampak tua. Operasi plastik, pakai kosmetik anti aging, mandi di sumber air awet muda. Sebenarnya ada cara yang lebih sederhana.

Selengkapnya