Sawang Sinawang

Saat pulang kampung, selain berkumpul dengan keluarga, saya juga menyempatkan menemui tetangga dan beberapa kawan lama. Kerinduan dengan mereka sedikit terobati lewat obrolan-obrolan ringan sembari menyesap kopi di angkringan depan rumah. Meski lama tak bersua, obrolan kami tetap hangat dan akrab. Apa saja kami gunjingkan, termasuk tentang kondisi kami saat ini. Sampai pada akhirnya terlontar sebuah tanya dari tetangga saya.

“Kamu kerja kok pindah-pindah terus Nang? Sudah jadi Bos? Enak ya, bisa keliling Indonesia. Aku pengen juga bisa ke Kalimantan atau Sulawesi. Bosen di kampung terus” ujarnya

Deg, hampir saja saya tersedak mendengar kalimat itu. Saya memang sudah beberapa kali dipindahtugaskan, hijrah dari satu kota ke kota lain. Namanya juga kerja ikut orang, harus nurut. Baca Selengkapnya

Iklan

Terima Kasih

teaserbox_20314387

Sejenak, mari buka mata dan telinga, mengamati apa yang terjadi di sekitar kita. Ada Profesor ketangkap nyabu, harga cabe keriting naik, BBM ganti harga, DPR yang kian jenaka, demo rusuh nolak ini itu, timnas Garuda tak kunjung menang, macet, banjir dan bencana alam. Sepertinya kehidupan ini berat dan penuh masalah. Benarkah demikian? Coba ubah sudut pandang kita, melihat dengan lebih jernih. Apa yang akan terjadi? *jeng jeng jeng….

Dan hasilnya adalah…, sekeras apapun hidup ini selalu ada hal-hal yang layak untuk disyukuri, walau kecil, sepele dan sederhana. Kemampuan kita untuk berterima kasih pada Tuhan akan membuat hidup ini menjadi indah dan penuh makna. Bersyukur akan melegakan hati. Dan inilah sebagian daftar rasa terima kasih saya :

1. Saya berterima kasih untuk nikmat SEHAT yang diberikan pada saya dan keluarga. Masih bisa bangun pagi, masih bisa bernafas dengan gratis, masih bisa menggerakkan tubuh…, ini artinya masih diberi kesempatan untuk berkarya dan melakukan kebaikan. Baca Selengkapnya