Benarkah Semua Lelaki Tak Setia?

Di salah satu episode A World Of Married Couple, Jae Hyuk pernah ngomong sama Ji Sun Woo kalau lelaki di dunia ini ada dua tipe. Yang tak setia dan yang tak ketahuan.

Duh…, seolah-olah semua lelaki itu brengsek, otaknya hanya mikirin selangkangan aja. Padahal gak semuanya seperti itu.

Masih banyak lelaki baik-baik yang mencintai keluarga, setia pada pasangan, punya kerjaan, bertanggung jawab, gak dugem dan gak mabuk-mabukan. Jika sulit menemukan lelaki seperti ini, bisa jadi karna kita berada di circle pertemanan yang tidak tepat.

Meski A World of Married Couple hanyalah drama bertabur konflik kehidupan, namun kita bisa mengambil hikmah bahwa problematika dalam pernikahan amatlah pelik. Selalu ada onak dan duri yang merintangi.

Salah satunya adalah perselingkuhan. Ini bukanlah satu-satunya hal yang bisa menghancurkan mahligai rumah tangga. Di balik perselingkuhan, sejatinya terpendam seabrek permasalahan yang tak terselesaikan.

Tentang ke-egois-an Sun Woo yang tenggelam dalam pekerjaannya, sering pulang larut malam dan secara emosional tak begitu dekat dengan anaknya.Tentang tersumbatnya komunikasi antar anggota keluarga, semua bersikap dingin, asyik dengan dunia masing-masing. Dan ketidakjujuran antar pasangan.

Tega-teganya Tae Oh berhutang menggadaikan rumah tanpa sepengetahuan istrinya dan menggunakan dana pendidikan anaknya hanya untuk bersenang-senang dengan gundiknya.

Ngomongin perselingkuhan emang tak akan pernah ada habisnya. Kadang gak masuk akal, masa iya sih sebuah keluarga yang nampak sempurna; kaya, sukses, cerdas, pasangan cantik ganteng; ternyata tak bisa bertahan dari prahara ini.

Penasaran deh, sebenarnya apa sih yang mendorong seseorang sampai hati mengkhianati pasangannya?

Makin menua, hasrat berselingkuh kaum lelaki justru kian membuncah. Dan meski berselingkuh, sesungguhnya mereka masih mencintai pasangannya. Maruk aja.

Berdasakan survey, alasan terkuat seseorang menduakan pasangannya bukanlah karna ketidakpuasan seksual atau jenuh dengan pasangan. Bukan pula karna merasa tak dicintai atau karna faktor ekonomi. Tapi lebih karna sering berantem dengan pasangannya

Terlalu banyak konflik. Hal-hal kecil diributin. Dikit-dikit ngambek dan merajuk. HP dicek istri, marah. Suami ngilangin tuperware, marah. Kalau beneran cinta, seharusnya kita tak mudah naik pitam.

Lalu bagaimana caranya agar keluarga kita bisa rukun, saling setia hingga akhir? Tak ada rumus baku, namun setidaknya beberapa cara ini bisa dicoba.

Pertama. Mungkin ini terdengar klise, yaitu menjadikan nilai-nilai religi sebagai patokan. Jangankan Tuhan, selihai-lihainya selingkuh, istri pasti bakalan tahu. Dan kau akan mampus dikoyak-koyak amukannya.

Belum lagi jika perbuatan tercela ini langsung dapat balasan di dunia. Bisa-bisa kelak akan ada FTV Azab judulnya “Perebut Suami Orang Mati Dengan Perut Membengkak Disengat Ribuan Tawon, Keranda Jenazahnya Terkena Badai dan Terjebur ke Adukan Semen”.

Berikutnya adalah meluangkan waktu untuk keluarga. Boleh sibuk urusan masing-masing, namun harus ada komitmen untuk memberi perhatian pada keluarga. Sempatkan makan bersama, ngantar anak sekolah, main bareng, bantuin bikin PR dan liburan.

Hal-hal kecil seperti ini ternyata sangat berarti buat mereka. Jadikan keberadaan kita sebagai penyejuk pandangan untuk orang-orang tercinta.

Ketiga, jalin komunikasi dengan baik. Saling terbuka dengan pasangan, jangan ada yang disembunyikan. Bayangkan saat di tempat kerja, kita begitu sopan, lembut dengan klien, hormat pada atasan. Harusnya saat di rumah lebih dari itu dong. Sebelum nikah mesra, habis nikah ketahuan belangnya deh.

Namun, ada penghalang yang tanpa disadari ternyata menjauhkan kita dengan pasangan. Gadget. Benda itu justru membuat kita lebih asyik dan mudah akrab dengan orang lain yang jauh dari kita dibanding dengan pasangan kita.

Keempat, yang perlu dicoba adalah, saling memberi penghargaan dan pujian pada pasangan. Jangan pelit memuji. Bagi orang yang love language-nya word affirmation, pasti seneng disanjung-sanjung.

Masakan kamu enak dek, kamu cantik deh hari ini, makasih ya udah ngedukung aku selama ini. I love you. Ditambah lagi dengan sentuhan mesra, pasangan akan merasa diapresiasi banget.

Tapi ya harus hati-hati juga, karna kalau pasangan mendadak jadi romantis, tiba-tiba baik; pasti ada yang disembunyikan atau ada maunya.

Dan terakhir, sebagai sebuah renungan. Tuhan telah memberi hal-hal baik dalam hidup ini. Pekerjaan yang bonafid, pasangan ideal, anak-anak yang cerdas dan sehat serta kualitas hidup yang layak. So, gak usahlah macem-macem pengen nyobain ini itu. Nanti malah bisa kehilangan banyak hal.

Dah segini aja dulu, silakan ditambahin kalau punya tips lain. Semoga selalu rukun dan bahagia.

Meredam Konflik, Merawat Cinta Kasih.

Rasanya tak ada biduk rumah tangga yang bebas dari konflik. Semesra dan seromantis apa pun pasangan, potensi munculnya perselisihan dengan pasangan selalu ada. Meski karena hal sepele.

Ini tak hanya menimpa pasangan yang sudah lama menikah. Mereka yang baru saja mengucap janji suci, yang sering pakai baju couple, yang manggilnya ayang sama bebeb, yang suka pamer kemesraan di medsos pun tak mampu mengelak dari prahara cinta ini.

Saya takut kesel kalau HP diinspeksi pasangan. Istri pun dongkol ketika saya nyuruh dia berhemat, eh saya nya malah upgrade sepeda. Saya gak ngapa-ngapin pun, kadang diomelin. Terutama saat PMS. Ternyata benar, a woman is always right.

Tak perlu risau dengan pertikaian yang datang silih berganti. Jika dikelola dengan tepat, hal tersebut justru menghadirkan dampak positif.

Setiap pasangan akan terpacu untuk melakukan perubahan, mencari solusi dan memperbaiki diri. Ujung-ujungnya malah bisa mempererat hubungan, jadi makin sayang. Beda ceritanya jika konflik dibiarkan begitu saja tanpa ada kemauan untuk menyelesaikan. Ini akan mengendurkan ikatan tali pernikahan.

Saat sedang marahan dengan istri, saya mencoba untuk nggak lama-lama ngambeknya. Sama orang lain saja kita berlaku lemah lembut dan mudah memaafkan.

Sama pasangan harusnya lebih dari itu. Paling tidak, sebelum tidur harus sudah akur. Biar tidur dengan nyenyak, tanpa dendam dan perasaan lain yang mengganjal di hati. Istri saya pun menerapkan pola yang sama. Ini adalah komitmen kami.

Sebanyak 80% lelaki akan menjadi stone waller saat sedang bertengkar, mendiamkan pasangannya. Padahal ini bukan solusi yang baik. Istri bisa makin kesel.

Ada pula yang makin cerewet saat sedang marah. Lebih julid dari lambe turah. Kekesalannya diungkapkan lewat kritikan, hinaan maupun kata-kata sarkas yang merendahkan pasangan. Saat sedang emosi, mulut sulit dikontrol. Nyeselnya belakangan.

Emang sih saat sedang bertengkar, kita cenderung menyalahkan pasangan. Reaksi negatif tersebut akan membuat pasangan kita merasa tak dicintai. Akibatnya, dia akan menjadi lebih agresif. Tambah runyam jadinya.

Ya namanya juga manusia, kadang kala berat untuk memaafkan. Jika seperti itu, saya mencoba mengingat semua kebahagiaan yang pernah kami rasakan bersama. Saya hadirkan kembali alasan yang membuat saya mencintainya. Dia baik, sederhana, rajin dan gak banyak tingkah. Sampai sekarang pun masih seperti itu.

Jangan-jangan saya yang berubah menjadi begitu demanding, hingga ketika dia gak sesuai dengan harapan saya, anger dalam diri muncul. Cara seperti ini cukup manjur untuk meruntuhkan ego saya.

Sebelum menuntut terlalu banyak pada pasangan, pastikan kita juga memantaskan diri terlebih dahulu.

Kita memang tak bisa untuk selalu romantis, senantiasa seia sekata tiap saat. Namun harus ada kemauan untuk memperjuangkan cinta agar hubungan dengan pasangan tetap terjaga. Ibarat grafik saham, naik turun selalu ada, yang penting trend-nya selalu menanjak ke araf positif.

Banyak cara yang bisa kita lakukan agar bisa fall back in love again and again with the same person. Jatuh cinta berkali-kali pada orang yang sama.

Yang utama adalah harus ada kesadaran untuk menjadikan pernikahan sebagai prioritas utama. Punya cita-cita agar kelak bisa berkumpul di surgaNya, menjadikan dia bidadari tercantik kita.

Selanjutnya usahakan untuk saling menerima apa adanya. Gak usah fokus pada kekurangan pasangan. Kita juga banyak banget kurangnya.
Kalau ada yang buruk, saling bantulah memperbaiki diri. Jangan segan-segan untuk saling memuji.

Ingat, cuma istri kita yang mau sama kita saat kita susah. Hanya istri kita yang tetap setia meski kita gendut dan gak cakep-cakep banget. Bahkan istri kita juga bantuin cari duit buat bayar kreditan. Harus banyak-banyak syukur.

Carilah banyak kesamaan, seperti selera maupun life style. Misal nih, sama sama suka olah raga dan jalan-jalan, ya lakukan aktivitas bareng.

Hamdalah, anak-anak saya sudah bisa ditinggal di rumah sendirian. Ini saya manfaatkan untuk kencan berdua dengan istri tanpa mengajak anak-anak. Kadang istri merasa bersalah dan cemas saat ninggalin anak-anak. Mungkin karna naluri keibuannya. Tapi gak papa kok, aman saja.

Kegiatan kencan kami beragam. Mulai nongkrong di taman sambil bermanja-manjaan ataupun ngopi cantik di kedai kopi diselingi obrolan receh.

Kalau lagi ada rejeki, sekali-kali cobalah untuk liburan berdua. Staycation di hotel juga boleh. Lupakan urusan kerjaan maupun tetek bengek di rumah. Rasakan getaran di dada saat bersamanya. Bercintalah. Ini juga salah satu bumbu dalam pernikahan. Kilau api asmaramu akan berpendar kembali.

Bohongi Istri Karna Hobi

Untuk menjaga keharmonisan keluarga, dibutuhkan keterbukaan dalam segala hal. Termasuk soal keuangan. Yang kadang dianggap sepele tapi ternyata bikin pasangannya uring-uringan adalah pengeluaran secara diam-diam. Bisa untuk hobi ataupun hal-hal remeh lainnya.

Berbagai modus agar tak disewotin istri.
Beli mainan, label harganya dicopot. Notanya diubah, dengan harga lebih murah. Dikirim ke kantor, biar gak ketahuan pasangan. Dititipin ke teman agar diberikan seolah-olah hadiah.

Sering kan kita lihat istri marah gara-gara suaminya suka jalan-jalan, olahraga extreme, beli gundam, modif kendaraan dan upgrade kamera. Atau sebaliknya, suami geram karna istri berkali-kali beli tas, sepatu, parfum dan sebagainya.

Padahal bagus aja lho, laki main action figure, upgrade sepeda. Daripada main cewek atau mabuk-mabukan. Hobi yang mahal tak jarang justru bikin semangat cari duit.

Yang bikin masalah kan ketika untuk kondisi keuangan belum stabil, buat kebutuhan pokok aja masih ngos-ngosan, lha kok malah beli macem-macem yang gak penting. Ini namanya gak bijak. Harus ada prioritas. Toh itu semua hanya kebutuhan tersier. Gak dipenuhi pun gak bikin kita mati.

View this post on Instagram

Beli mainan, alasannya buat si kecil. 😁

A post shared by Danang Budiarto (@bro_danang) on

Yang bikin nyesek lagi, untuk mendapatkan semua mainan atau hiburan itu terpaksa harus berdusta. Sedemikan galaknya kah pasangan kita, hingga harus kucing-kucingan. Apa bener dia gak pengertian, gak bisa memahami kita? Padahal kepercayaan adalah dasar terpenting dalam setiap hubungan.

Perempuan itu feelingnya kuat loh. Dia tahu bila sedang dibohongi, meski kita kaum lelaki sudah berusaha ngasih pembenaran penjelasan. Wanita punya 1001 cara untuk membuat pria merasa bersalah dan berdosa. Jangan coba-coba deh. Telat bales chat semenit aja udah ngamuk, apalagi dibohongi.

Saya yakin tidak seperti itu. Kalau sayang sama pasangan, niscaya kita berusaha membahagiakannya. Seumpama keinginan kita belum di-acc, pasti ada alasannya. Andai gak bisa saat itu juga, kan bisa nanti-nanti. Intinya bicarakan baik-baik. Nggak perlu berantem hanya karna sesuatu yang nilainya tak seberapa. Norak.

Duit ada, udah ngomong baik-baik, tapi kalau kamu gak adil ya bakal jadi masalah juga. Misalnya, kamu dibolehin beli ini itu sama pasanganmu. Tapi kamunya ngelarang pasanganmu. Terlalu perhitungan alias pelit. Itu namanya egois.

Dan yang gak kalah penting adalah jangan berlebihan. Wanita suka kesel kalau kita asyik ngurusin burung, nongkrong sama teman, haha hihi asyik dengan dunia kita sendiri hingga sedikit mengabaikannya. Hatinya perih.

Jadi ketika pasanganmu tidak mengijinkanmu untuk hal-hal yang saya ceritain di atas, sesungguhnya dia sedang menjaga hatimu agar tidak menduakannya. Dia ga mau ada yang lain di hatimu.

Kalau kamu gimana? Suka umpet-umpetan juga sama pasangan, atau lebih suka minta maaf dari pada minta ijin?

Suami Takut Istri

Menikah benar-benar membawa perubahan yang luar biasa. Seorang lelaki menjadi lebih pemberani sekaligus lebih penakut saat sudah berkeluarga. Berani melakukan apa saja, cari nafkah, banting tulang, peras keringat, gak peduli omongan orang, yang penting dapur tetep ngebul.

Saya pernah jam setengah dua malam keluar nyari nasi goreng, karena istri lagi ngidam. Jalanan sepi, gelap, dingin, ada begal atau ketemu suster ngesot di tengah jalan, gak saya pedulikan. Demi istri.

Nah kalau soal takut, yang sering dialami bapak-bapak adalah takut istri. Antara takut dan sayang, bedanya memang tipis banget. Read More

Menjadi Andalan

Gambar: Pixabay

Nggak adil rasanya, jika seorang suami menuntut istrinya bisa segalanya. Harus pinter masak, rajin beres-beres, sabar mendidik anak, cermat ngatur duit; sementara sang suami sendiri ternyata ndak bisa diandalkan. Pulang kerja, sampai rumah cuma main hp, nonton tv, makan, ngopi, lalu tidur. Gitu terus sampai lebaran kuda.

Malu dong kalau begitu. Makanya saya juga berusaha mengembangkan diri, bantuin merawat dan mengasuh anak-anak, juga nambah skill di bidang lain.

Misal nih kabel setrika putus, sepeda si kecil rusak atau tiba-tiba kran air di kamar mandi patah. Sebagai suami siaga, harusnya sih bisa beresin yang begituan. Gak harus manggil tukang.

Emang saya bisa? Pada mulanya sih gak bisa. Tapi dikit-dikit saya mulai belajar. Nanya teman dan cari info di internet. Untuk hal-hal yang tidak terlalu rumit, saya berhasil. Bangga rasanya bisa ngrakit meja belajar, benerin kunci pintu yang rusak.

Pernah juga saya benerin mesin cuci yang ngadat. Bukan karna saya ngerti soal elektronik. Nekat aja sih. Soalnya manggil tukang service mahal banget. Sekali tempo berhasil, karna cuma ngganti colokan kabel yang meleleh. Gampang.

Eh lain waktu, mesin cuci rusak lagi. Saya bongkar dengan rasa percaya diri. Dan hasilnya, mesin cuci saya makin hancur. Gak bisa diapa-apain. Ternyata tidak semua persoalan bisa diselesaikan dengan googling dan lihat YouTube.

Tapi istri saya gak marah. Dia tetep menghargai usaha keras saya. Dia cuma minta dibelikan yang baru. Kalau nggak, saya ya harus nyuci sendiri. Hahaha, pengen ngirit ongkos service, jadinya malah keluar duit banyak. Ternyata benar, jika sesuatu diserahkan bukan pada ahlinya, maka tunggu saja kehancurannya.

Sejak itu, untuk urusan yang ribet dan saya memang gak bisa, ya udah pasrahkan ke tukang. Anggap saja berbagi rejeki. Istri saya juga kapok barangnya saya rusakin lagi.

Ternyata jadi superdad yang bisa segalanya tuh gak mudah ya. Sebagai seorang suami dan ayah, yang penting kita mau berusaha dan gak hanya berdiam diri. Terus belajar. Belajar apa saja. Biar bisa jadi kebanggaan anak dan istri.

Sebab bermodalkan cinta saja, gak bakalan bisa nylesaiin masalah 😂

Momong Anak

Saya pernah membaca sebuah cerita, tentang anak kecil yang menabung demi membeli waktu Ayahnya. Katanya sih Ayahnya sibuk sekali mencari nafkah, kejar setoran. Jadi gak ada waktu buat keluarga, gak sempat main sama anaknya. Singkat cerita, pas tabungannya sudah cukup, si anak minta waktu sejam agar Ayahnya mau menemani bermain.

Entah cerita ini beneran atau rekaan, tapi moral of the story nya; hadiah terbesar bagi anak adalah waktu yang kita luangkan untuknya. Buat anak-anak, cinta adalah kebersamaan.

Anak kecil itu sukanya kalau diajak main. Main apa saja pasti suka. Jangan salah, bermain itu ternyata sangat penting untuk perkembangan fisik dan mental. Anak kecil kalau kurang main malah bahaya. Dampaknya bisa membuat si kecil tidak bahagia, kurang kreatif dan susah bergaul dengan yang lainnya. Makanya sesibuk apapun, luangkanlah waktu buat si kecil. Jangan sampai ntar nyesel deh.

Nah di Palu, ada satu tempat yang asyik buat momong anak-anak yaitu di anjungan Taman Ria. Lokasinya di jalan Raja Moili, depan TVRI Palu. Dijamin anak-anak kecil pasti suka kalau diajak main kesitu. Merasakan semilir angin laut, bermain odong-odong, skuter, sepatu roda, mancing ikan dan beli mainan. Mau wisata kuliner juga ada. Cobalah!

1

Anjungan Taman Ria

2

Kereta Mini. Sekali naik bayar 10rb

3

Siapa mau naik helikopter?

5

Emaknya pun ikutan mancing

6

Kalau anak-anak kelebihan energi, suruh main loncat-loncat di sini

4

Muter-muter naik doraemon

15

Anjungan Taman Ria berada tepat di tepi pantai.

8

Sewa skuter, motor-motoran. 25ribu / 30 menit

9

Mau main sepatu roda? Ada yang nyewain tuh

11

Di sini tempat ngumpulnya mahmud & pahmud

16

Pisss

7

Mainan anak, harga murah meriah. Jangan segen nawar

13

Dipilih…dipilih. Aksesoris cewek

14

Habis ashar sudah mulai rame

10

Mua ngopi atau saraba? Pesan di sini bisa lho

11

Haus, tinggal pilih

12

Wikennya lelaki sejati itu momong anak

The best gift you can give to someone is your time, because you’re giving them something you can never get back. – Unknown.

[Reviews] Sabtu Bersama Bapak

Libur Lebaran dan tahun baru adalah momen yang pas untuk merilis sebuah film. Bisa dikatakan momen-momen tersebut adalah prime time nya film nasional, masa panen yang tepat untuk meraup jumlah penonton sebanyak-banyaknya.

Lebaran tahun ini saja ada lima film yang tayang bersamaan. Koala Kumal, Jilbab Traveler Love Sparks In Korea, Sabtu Bersama Bapak, Rudy Habibie dan I Loye You From 38.000 Ft.

image

Saya memilih nonton Sabtu Bersama Bapak. Kenapa? Pertama karna saya sok kenal sama penulis novelnya, Adhitya Mulya. *tapi dia gak kenal saya 😂. Dia adalah salah seorang penulis favorit saya. Blognya http://www.suamigila.com sering saya kunjungi, isinya keren. Menonton film ini juga wujud saya mengapresiasi karya anak bangsa. Sejak akhir tahun lalu, Adhitya Mulya juga sudah ngasih bocoran tentang film ini di blognya. Jadi makin penasaran lah. Read More

Punya Istri Itu Penting


Siapa bilang menikah itu enak, fitnah itu. Enaknya cuma 10%, sisanya yang 90% itu ueeenak banget. Ini serius lho, bukan omong kosong belaka.

Tanya saja pada yang sudah menikah, pasti Ramadhan kali ini lebih semangat. Sahur ada yang masakin, ngabuburit ada yang nemenin, buka puasa menunya manis dan cantik, tarawih bareng, bergandengan tangan. Dunia serasa milik berdua.

Tapi syarat dan ketentuan berlaku ya. Kalau pasangan yang sudah menikah lebih dari 5 tahun, beda lagi ceritanya. Sudah mulai ribet sama anak-anak, kurang mesra dan gak bakalan ada lagi panggilan bebeb atau ayang.

Tak hanya di bulan suci ini saja, di hari-hari lain pun, di sepanjang pergantian malam dan siang hari; berdasarkan hasil sebuah riset seseorang yang telah menemukan pasangan jiwanya cenderung lebih bahagia. Lebih tertata hidupnya, tenang dan karirnya pun lebih cemerlang.

Baca Selengkapnya

Ada Cinta Di Dapur Kami

Kami selalu punya cara yang berbeda-beda untuk menikmati akhir pekan. Berenang ke pantai, jalan-jalan ke taman kota sambil momong atau berburu bacaan baru di toko buku. Pernah juga di rumah saja. Bersih-bersih, betulin sepeda, nonton film, buat tas dari kain flanel, dan juga masak bareng. Meski hanya di rumah, namun tetap menyenangkan. Rumah selalu menjadi tempat ternyaman buat kami. Teduh, sejuk dan bersahabat. Tak besar namun tetap luas. Penuh cinta dan kehangatan.

Diantara bermacam kegiatan tadi, yang paling kami sukai adalah masak bersama. Saya, istri dan anak-anak terlibat dalam proyek kerja bakti ini. Si kakak suwir-suwir daging ayam, saya nyuci sayuran dilanjutkan dengan ngupas kentang dan bawang merah. Sementara istri saya sibuk bikin bumbu, si adek buatin es nutrisari buat kami yang lagi masak. Semua bekerja sama.

Baca Selengkapnya