Sohiban Dengan Lawan Jenis

Idealnya, pasangan kita adalah sahabat terbaik kita. Diajak ngobrol nyambung, asyik buat curhat, kompak, ngangenin dan selalu nyenengin.

Namun nyatanya tak semua orang bisa seperti itu. Ada pria yang justru lebih betah ngobrol dengan wanita lain dibanding dengan istrinya. Biasanya sih pria paruh baya yang sedang puber. Ganjen. Ngakunya sahabatan, padahal TTM, teman tapi mesra modus. Ngarepnya jadi friend with benefit.
Read More

Iklan

Selingkuh, Salah Siapa?

Gak harus ganteng, sick pack, tajir dan penuh pesona untuk memulai sebuah perselingkuhan. Kamu kere, tampang pas-pasan, gendut pun bisa melakukannya. Hanya butuh nyali dan ketegaan saja untuk mengkhianati pasangan.

Emang sih kalau lelaki udah mulai sukses, biasanya mulai banyak tingkah. Lirik kanan kiri, tambah genit, macam puber kedua gitu. Apalagi kalau tiap di rumah lihat istrinya pakai daster, tubuhnya bau minyak kampak, keningnya ditempeli koyok, gak mau dandan pula. Sebenarnya bukan gak mau dandan sih, lha uang belanja dikit kok minta istri harus slalu menarik.
Read More

Menikahimu

Jika kita ingin selamat, tak cukup hanya dengan menjaga lisan, tapi juga jempol. Sebelum ngomong sesuatu, ada baiknya dipikir terlebih dahulu. Begitu juga jika ingin posting di medsos, kendalikan jempolnya. Jangan terlalu mudah nyinyir. Apalagi mengolok-ngolok.

Saya ingat beberapa waktu lalu, ketika anaknya Ustad Arifin Ilham menikah di usia yang masih sangat muda, 17 tahun. Nikahnya sama mualaf lagi. Jagat dunia maya dibuat heboh. Sebagian orang mencibir, mencemooh, tapi tak sedikit pula yang mendukung. Aneh ya, yang nikah orang lain, yang ribut malah kita. Jadi jombo salah, nikah muda salah, belum nikah-nikah disalahin juga. Pokoknya semua salah. Yang benar hanya netizen. Maha benar netizen dengan segala penghakimannya.

Kalau saya sih woles aja. Gak mau mencampuri urusan orang. Yang mau nikah muda, silakan. Mau entar-entar juga gak papa. Resiko ditanggung penumpang. Yang pasti, menikah itu sunah Rasul yang sangat dianjurkan. Nikah kan bukan untuk adu cepat. Ada juga yang punya prinsip, lebih baik terlambat daripada menikah dengan orang yang salah. Monggo, silakan. Masing-masing orang punya pilihan. Mau cepetan nikah, kalau belum jodoh ya gak bisa. Kalau sudah jodoh; meski masih muda dan beda etnis, ya bakalan bersatu. Meskipun semesta berusaha menghalangi. Baca Selengkapnya