Surat Cinta Untuk Starla Short Movie

Sebenarnya sebuah lagu enak itu karna bener-bener enak atau karna sering didengar? Bisa dua-duanya sih. Tapi telinga saya cukup peka terhadap lagu enak, sekali denger aja biasanya langsung nancep di hati. Lagu enak menurut saya itu selain musikalitasnya yang keren, juga mempunyai lirik yang dalem.

Beberapa hari lalu, sayup-sayup saya dengar dari tv kantor sebuah lagu yang enak.  Yang sangat mencuri perhatian adalah suara mesin ketik yang terus mengiringi lagu itu. Belum tahu judulnya apa. Tapi dari warna suaranya yang khas, saya bisa menduga itu lagunya Last Child.

Tebakan saya tak begitu meleset. Setelah nanya teman-teman, ternyata itu singlenya Virgoun vokalis Last Child. Judulnya Surat Cinta Untuk Starla. Kata teman saya yang cewek, lirik lagu ini bikin meleleh.

Aku slalu bermimpi tentang
Indah hari tua bersamamu
Tetap cantik rambut panjangmu
Meskipun nanti tak hitam lagi

Lagu ini dirilis setahun lalu dan sudah ditonton 77 juta kali di YouTube. Tapi entah mengapa saya baru tahu sekarang. Ketahuan gak gaul.

Dan kerennya lagi, dari lagu ini dibuatlah short movie, chapter 1 sampai 7. Biasanya kan buku yang difilmin. Ini dari sebuah lagu bray.

Saya sering kecewa jika ada buku atau novel yang diangkat ke layar lebar. Ceritanya jadi gak seru. Ada bagian-bagian di buku yang dihilangkan. Mungkin karna keterbatasan waktu ya.

Tapi Surat Cinta Untuk Starla Short Movie ini lumayan menghibur lah. Dari pada video kampanye Pilkada yang rasis dan provokatif. Skor 8 dari 10. Selamat menonton.

Iklan

List Lagu Asyik Buat Menemani Kerja

Seharian terjebak dalam kubikel kantor dengan setumpuk kerjaan, serta rutinitas-rutinas lain yang membosankan tentu bisa bikin stress. Harus pinter-pinter  menyiasati agar energi kita tak mudah terkuras dan kerjaan juga beres. Salah satu cara yang saya lakukan adalah dengan mendengarkan musik sembari bekerja. Biar lebih semangat, lebih fokus dan lebih rileks. Musik apa saja, kecuali dangdut. Gak suka aja. Lucu juga sih, masa sebagai pemuda kekinian hobinya dangdutan.

Dan ternyata berdasar hasil survei, mendengarkan musik saat bekerja bisa meningkatkan produktivitas. Sebanyak 88% responden menyatakan bekerja lebih akurat saat mendengarkan musik dan 81% lainnya menyatakan bisa bekerja lebih cepat ketika diiringi musik. Jenis musik pun berpengaruh juga. Musik pop cocok didengerin saat kita menyelesaikan pekerjaan yang butuh kecepatan dan akurasi.  Sementara musik klasik bagus menemani kita menuntaskan pekerjaan yang penuh kompleksitas.

Dan kalau lagi suka sama sebuah lagu, kebiasaan saya adalah memutarnya berulang-ulang. Sampai teman sebelah meja jadi apal lagu itu. Ada banyak lagu kesukaan saya, beberapa diantaranya adalah berikut ini. Lagunya kalem-kalem, seperti saya. Selamat menikmati.

1.  Endah n Rhesa ~ Untuk Dikenang

Lagu ini dibawakan pertama kali oleh Jikustik pada tahun 2003, dan sempat menduduki tangga lagu tanah air. Tapi saya lebih suka versi akustik yang ini, feel ya lebih dapet. Saat mendengarnya, jadi ingat kenangan-kenangan indah yang pernah terlewati. Kangen orang tua, saudara dan sahabat.

Ingat Aku Saat Kau Terasing
Dalam Gelap Keramaian Kota

 

2. Passenger ~ Let Her Go

Pertama kali tahu lagu ini karna sering denger di situs musik online. Karakter suara yang unik membuat saya tertarik untuk mencarinya di Youtube. Liriknya pun dalem banget, mengingatkan kita agar mensyukuri apa yang telah kita punya dan menjaganya sebaik mungkin sebelum kita kehilangan.

Well, you only need the light when it’s burning low,
Only miss the sun when it starts to snow,
Only know you love her when you let her go.

3. Tulus ~ Jangan Cintai Aku Apa Adanya

Lirik lagu ini aneh, kok minta jangan dicintai apa adanya. Padahal sebagai lelaki normal, saya ingin dicintai oleh pasangan saya dengan apa adanya. Dengan segala kekurangan dan kejelekan yang saya miliki. Sepertinya Tulus ingin mengatakan begini dengan cara begitu. Eh video klipnya keren banget lho.

Kau terima semua kurangku
Kau tak pernah marah bila ku salah
Engkau selalu memuji apapun hasil tanganku
Yang tidak jarang payah

Jangan cintai aku apa adanya. Jangan….

4. Cold Play – Fix You

Lagu ini menceritakan tentang kesendirian dan kesedihan. Dan saat sedang terpuruk seperti itu, kita butuh sesorang untuk mau diajak mendengarkan dan berbagi. Perhatikan liriknya. Menyentuh. Tapi menurut saya lagu ini gak cengeng dan lebay. Ada motivasi yang diselipkan di lirik lagu ini.

When you try your best but you don’t succed
When you get what you want but not what you need

5. Payung Teduh ~ Untuk Perempuan Yang Sedang Dalam Pelukan

Butuh beberapa kali dengerin lagu ini, baru bisa ngeh dan akhirnya jadi suka. Musiknya kalem agak ngejazz. Liriknya punya nilai sastra yang keren, semacam puisi para pujangga. Ini yang bikin saya makin suka. Semua lagu Payung Teduh memang bener-bener punya efek meneduhkan saat didengarkan.

Tak terasa gelap pun jatuh
Diujung malam menuju pagi yang dingin
Hanya ada sedikit bintang malam ini
Mungkin karena kau sedang cantik-cantiknya

Sepele Sih, Tapi……

musik

Setiap hari, suasana tempat kerja selalu riuh. Selain menyelesaikan pekerjaan, masing-masing punya aktivitas tambahan. Ada yang nonton film, ada yang nge-game, ngopi, ngegosip atau dengerin musik. Musiknya pun beragam. Bila terdengar lagu-lagu mellow, berarti ada yang galau. Kalau musiknya ceria, nge-beat habis, berarti lagi tanggal muda semangat. Katanya sih gitu, tatkala sedih orang akan cenderung menghayati liriknya. Tapi saat hepi, yang dinikmati adalah setiap hentakan musiknya. Pokoknya seru. Ramai. Saya ikutan juga, dengerin musik, tapi pakai headphone, biar gak terlalu berisik kayak pasar malam.

Suatu waktu lagi pengen dengerin musik –demi menjaga mood– headphone yang biasa saya simpan di dekat PC  gak ada. Berkali-kali dicari belum ketemu. Mungkin ada yang minjem, cuma belum sempat ngomong. Dan benar, setelah tiga hari berlalu -ya tiga hari- saya liat ada OB yang lagi nonton sambil makai headphone saya. Tanpa ba bi bu…ya langsung saya minta.
“Nganu mas kemarin blaa…blaa..blaa..” si mas OB mencoba beralasan, dengan ekspresi datar dan tanpa rasa bersalah.
“Ya sudah gak papa.”

Sebenarnya saya enggak pernah mempermasalahkan orang lain mau pinjam apa. Kalau saya bisa, saya punya, ya pasti juga saya bantu, saya pinjemin. Saya orangnya baik kok. Asal ngomong dan minta ijin. Apa sih yang enggak buat kamu *eeaa
“Ah segitu aja marah, masalah sepele kok.”
Gak, saya gak marah, cuma….*ah sudahlah

Meski dianggap sepele, tapi tak seharusnya hal-hal seperti itu dibiarkan. Betapa banyak orang-orang tersandung justru karna kerikil kecil, bukan karna batu besar.

Ada yang menganggap hal-hal begini sepele :
Pas mau BAB ke toilet, sandal dipakai orang lain. Pas mau pergi naik motor, helm dibawa orang lain, tapi bilangnya belakangan. Mencontek pas ulangan. Ngurangin timbangan setengah ons. Nambahin satu angka nol di kuitansi. Janji sampai berbusa-busa ternyata gak ada yang ditepati. Meski sepele, namun sedikit banyak merugikan orang lain kan. Kalau sesekali…mungkin khilaf, kalau sering? Berarti ada yang perlu diperbaiki.

Mungkinkah ini terjadi karna kita hidup di jaman modern yang terlalu canggih. Atau karna saking pandainya, saking hebatnya kita sampai lupa caranya minta ijin, caranya antri dan caranya buang sampah pada tempatnya. Sepele tapi kok berat ya?