Menjadi Andalan

Nggak adil rasanya, jika seorang suami menuntut istrinya bisa segalanya. Harus pinter masak, rajin beres-beres, sabar mendidik anak, cermat ngatur duit; sementara sang suami sendiri ternyata ndak bisa diandalkan. Pulang kerja, sampai rumah cuma main hp, nonton tv, makan, ngopi, lalu tidur. Gitu terus sampai lebaran kuda.

Malu dong kalau begitu. Makanya saya juga berusaha mengembangkan diri, bantuin merawat dan mengasuh anak-anak, juga nambah skill di bidang lain.

Misal nih kabel setrika putus, sepeda si kecil rusak atau tiba-tiba kran air di kamar mandi patah. Sebagai suami siaga, harusnya sih bisa beresin yang begituan. Gak harus manggil tukang.

Emang saya bisa? Pada mulanya sih gak bisa. Tapi dikit-dikit saya mulai belajar. Nanya teman dan cari info di internet. Untuk hal-hal yang tidak terlalu rumit, saya berhasil. Bangga rasanya bisa ngrakit meja belajar, benerin kunci pintu yang rusak.

Pernah juga saya benerin mesin cuci yang ngadat. Bukan karna saya ngerti soal elektronik. Nekat aja sih. Soalnya manggil tukang service mahal banget. Sekali tempo berhasil, karna cuma ngganti colokan kabel yang meleleh. Gampang.

Eh lain waktu, mesin cuci rusak lagi. Saya bongkar dengan rasa percaya diri. Dan hasilnya, mesin cuci saya makin hancur. Gak bisa diapa-apain. Ternyata tidak semua persoalan bisa diselesaikan dengan googling dan lihat YouTube.

Tapi istri saya gak marah. Dia tetep menghargai usaha keras saya. Dia cuma minta dibelikan yang baru. Kalau nggak, saya ya harus nyuci sendiri. Hahaha, pengen ngirit ongkos service, jadinya malah keluar duit banyak. Ternyata benar, jika sesuatu diserahkan bukan pada ahlinya, maka tunggu saja kehancurannya.

Sejak itu, untuk urusan yang ribet dan saya memang gak bisa, ya udah pasrahkan ke tukang. Anggap saja berbagi rejeki. Istri saya juga kapok barangnya saya rusakin lagi.

Ternyata jadi superdad yang bisa segalanya tuh gak mudah ya. Sebagai seorang suami dan ayah, yang penting kita mau berusaha dan gak hanya berdiam diri. Terus belajar. Belajar apa saja. Biar bisa jadi kebanggaan anak dan istri.

Sebab bermodalkan cinta saja, gak bakalan bisa nylesaiin masalah 😂

Cinta Lama Bersemi Kembali [CLBK]

Saya punya grup WA baru, alumni SMP. Berisiknya minta ampun. Kalau mau diturutin, seharian bakalan mantengin HP. Ada aja yang diomongin. Nanyain kabar sekarang, kerja di mana, tinggal di mana, anak berapa, semalam sama siapa.

Tapi yang paling heboh adalah obrolan tentang kenangan masa silam. Waktu memang bisa mengubah segalanya, tapi tidak untuk kenangan. Kenangan anak-anak remaja kala itu yang ngehits ya seputar kisah percintaan.

Dan grup WA pun semacam jadi ajang pengakuan. Pengakuan dosa maupun pengungkapan perasaan yang dulu pernah terpendam. Gak ada lagi yang malu apalagi jaim. Yang dulu menjadi rahasia, perlahan-lahan mulai terungkap.

Mungkin karna kami semua sudah tak muda. Makin woles, ndak lebay dan tak suka drama lagi. Bisa jadi ini karna kematangan usia. Sudah lelah bertarung, saatnya menepi dan butuh hiburan untuk menertawakan kerasnya hidup.

Di WAG itu, ada teman sekelas yang dulu saya taksir. Saat masih sekolah, jika bertemu dengannya, hati selalu berkecamuk. Modus saya kala itu sering minjem catetan pelajaran, padahal sudah nyatet sendiri. Nanyain PR ke kostnya, meski saya bisa mengerjakan sendiri.

Kami begitu akrab, hingga banyak yang nuduh kami pacaran, padahal enggak. Dia baik ke saya, begitu juga sebaliknya. Apakah dia memendam perasaan yang sama, itu tak menjadi soal buat saya. Jalani saja. Akhirnya, hubungan kami tanpa status yang jelas.  Itu karena saya tak cukup punya keberanian untuk mengungkapkan perasaan.

Kejadian serupa pun terjadi di masa SMA, tapi dengan gadis idola yang berbeda. Saya selalu saja mencintai dalam diam. Saya lemah. Terlalu lugu. Hanya mampu menjadi pemuja rahasia.

Lantas, apakah saya menyesal. Saat itu mungkin ya, tapi waktu telah menyembuhkan luka batin. Dan saya percaya, di setiap kehilangan, Tuhan selalu menyiapkan yang lebih baik untuk kita. Toh saat itu saya hanya anak ingusan yang belum tahu apa-apa. Yang mudah terpesona oleh makhluk Tuhan nan jelita.

Sekiranya waktu itu saya tahu harga beras, susu formula dan mahalnya angsuran KPR, tentu saya akan rajin belajar agar menjadi generasi muda harapan bangsa. Tidak berkubang dalam duka lara asmara. Tapi siapa yang bisa menolak hadirnya cinta. #tsurhat

Kini saya sudah bisa berdamai dengan masa lalu. Sudah move on. Masing-masing kami pun sudah dewasa, menikah, sudah punya anak.

Meski kata orang, mantan makin cakep setelah jadi milik orang lain, saya ndak ada niatan untuk CLBK. Sekali-kali tidak. Lelaki sejati tak kan pernah sanggup mendua. Semua masa lalu itu saya anggap sebagai pelajaran hidup yang memperkaya jiwa.

Saya yakin, semua yang pernah muda, pasti punya rasa suka pada lawan jenis. Iya kan? Itu normal kok. Bayangkan seandainya waktu itu saya naksir Bambang atau Widodo, tentu ini pukulan berat bagi orang tua saya.

Dan pada akhirnya, pasangan yang kita miliki sekarang adalah yang terbaik. Harus dijaga, disyukuri dan dipertanggungjawabkan di hadapan-Nya. Tak usah dibanding-bandingkan. Jangan terlalu tenggelam dengan masa lalu.

Kalau pun dulu gak jodoh, siapa tahu nanti bisa besanan 😁

Kalau Mau Korupsi Jangan Nanggung

Sudah bertahun-tahun ada KPK, tetap saja banyak kepala daerah yang terlibat kasus korupsi. Kian hari kian sering yang kena OTT. Entah ini sebuah prestasi atau ironi. Heran juga, jaman gini kok masih ada yang berani korupsi.

Dikiranya KPK cuma diam aja kali? Belum lagi ada kolega yang sakit hati, trus nglaporin. Atau lawan politik yang sengaja mencari-cari kesalahan. Gak mikir apa ya? Atau karna lagi kejar setoran, butuh uang, serta paduan antara nekat dan bodoh, akhirnya jadi gelap mata.

Yang ditilep duit receh pula. Sepuluh juta, ratusan juta dan satu milyar pun, buat saya itu receh banget. Gak sebanding dengan dosa dan konsekuensi hukum. Harusnya kalau mau korupsi tuh, pakai mikir juga. Dihitung dulu. Jangan asal. Minimal 20 milyar. Kurang dari itu jangan. Kenapa?

Tahu sendiri kan, pelaku korupsi gak pernah dimiskinkan. Jadi gak ada yang kapok. Dengan ngerampok duit negara 20 milyar, yang 5 milyar buat bayar pengacara dan biaya hukum lainnya. Jadi nanti tuntutannya ringan, hukuman penjara juga gak lama. Palingan 5 tahun. Tiap tahun di tahanan dapat remisi 6 bulan. Jadi gak sampai 3 tahun bisa keluar penjara. Bebas bersyarat. Ikut asimilasi.

Trus yang 2 milyar buat biaya hidup selama di penjara. Dengan uang segitu, bakalan dapat fasilitas lebih. Di penjara pun berasa dalam istana. Mau piknik kemana aja bisa. Ingat Gayus kan? Dia di penjara, tapi bisa jalan-jalan ke Singapura, nonton tenis di Bali dan makan di restoran. Sakti sekali. Padahal dia cuma PNS.

Lalu siapkan 2 milyar buat ngasih sumbangan ke panti asuhan dan rumah ibadah. Ini akan membuat pelaku korupsi nampak suci di hadapan pendukungnya. Dipuja-puja dan dibela mati-matian. Ternyata uang bisa membeli segalanya.

Dari 20 milyar dikurangi tetek bengek tadi, masih sisa 11 M. Kalian bisa nabung tiga tahun dapat 11M? 11.000 juta bro. Duwit semua.

Tapi sebelum korupsi, sebaiknya ingat-ingat wajah ibumu dulu. Apakah ibumu rela, dari rahimnya lahir seorang koruptor? Tanyakan nuranimu.

 

Marhaban Yaa THR

Sebentar lagi akan tiba suatu hari di mana semua barang menjadi berasa murah, mall penuh dengan jamaah big sale. Itulah hari turunnya Tunjangan Hari Raya. *sombong, padahal buat beli iPhone6 gak cukup

Yang dapat THR tentu seneng banget dong. Begitu THR turun, langsung muncul deh daftar belanjaan. Pengen ini, pengen itu. Kalap jadinya.

Sebelum THR terlanjur habis begitu saja gak karuan, cuma sekedar mampir, mending diatur dengan baik. Dapat banyak atau dikit, sebaiknya sisihkan uang THR untuk zakat atau infak. Apa yang kita infakkan akan menjadi rejeki yang sangat kita butuhkan di akhirat kelak.

Jangan lupa juga untuk investasi. Gak usah banyak-banyak, yang penting ada. Bingung mau invest ke mana? Cobain aja beli reksadana di bukareksa atau beli emas di bukaemas. Mulai sepuluh ribu bisa kok.

Selain itu biasanya THR juga buat keperluan pribadi. Buat beli baju baru, sepatu baru, tiket mudik dll. Beli baju gak usah berlebih. Coba cek isi lemari, pasti banyak baju yang jarang dipakai. Baju segambreng, tapi bisa-bisanya kita merasa gak punya baju. Pernah mengalami hal seperti ini? Kalau iya, berarti kita sama.

Kita semua memang suka mengumpulkan sesuatu, karna hal itu membuat kita merasa jadi “berpunya”. Apa saja kita tumpuk. Harta, pakaian, buku, perabot dll. Padahal itu semua semu. 

Sekarang saya punya aturan dalam membeli pakaian. Setiap kali membeli satu yang baru, maka yang di lemari harus dikeluarin dua. Dibagikan ke yang membutuhkan. Biar  lemari gak penuh sesak. Saya terapkan aturan ini ke anak istri. Belajar jadi minimalis.

Berikutnya, alokasikan THR untuk berbagi kebahagiaan pada orang tua dan saudara. Ponakan pasti seneng kalau dapat angpau dari omnya yang ganteng, meski ketika dibuka amplopnya cuma isi lima ribu. Tetangga atau teman yang hobi nanyain “kapan kawin” kasih aja sepuluh ribu. Biar diem gak reseh lagi

Kalau uang THR masih ada sisa, bisa buat keperluan lain yang penting. Misal buat lunasin hutang. Jangan pura-pura lupa bayar hutang ya. Itu tidak baik. Nanti saya tenggelamkan. Kan banyak tuh yang seperti itu. Pas minjem duit merengek-rengek. Pas ketemu kita, mendadak amnesia. Gak mau negur, wajahnya galakan dia daripada kita.

Yang gak dapat THR jangan sedih. Tanpa THR pun, lebaran tetap akan datang. Yang terlalu berharap sama THR, fix lemah. Berharaplah pada Allah agar dapat ampunan dan ridhonya. *ustad mode : on

Kita bisa bikin THR sendiri lho. Bukan Tunjangan Hari Raya, tapi Tabungan Hari Raya. Caranya ya rutin menabung, dan baru diambil tabungannya menjelang Lebaran. Nabung di toples bekas kacang bisa juga.

Yang pasti, berapapun THR yang kita terima, insya allah cukup jika hanya untuk keperluan lebaran yang gak macem-macem. Tapi THR  gak akan pernah cukup jika untuk membeli gengsi.

Selamat menyambut Lebaran, selamat menghabiskan THR di jalan yang benar. Kalau bingung habisin, saya siap nampung.

Mengapa Saya Berlari

Saya gak tahu pasti sejak kapan suka lari. Sepertinya barengan dengan hobi bersepeda. Ya, saya menjadikan lari sebagai selingan bersepeda. Kalau bosen gowes, ya lari. Gak lama, palingan setengah jam. Seminggu tiga kali.

Biasanya saya lakukan sebelum ngantar anak-anak ke sekolah. Rasanya seneng gitu. Olah raga sambil menikmati segarnya udara pagi, melihat pemandangan sekitar dan bertemu banyak orang.

Niat utama lari sih pengen cari keringat sekaligus jaga kesehatan. Kalau cuma diem aja, gak banyak gerak, tubuh malah cepet capek dan gampang sakit. Saya memilih lari karna olahraga ini gampang dan murah. Hanya butuh kemauan yang kuat serta sepasang sepatu.

Manfaatnya pun banyak. Selain memperlancar aliran darah, meningkatkan kesehatan dan kebugaran tubuh, lari juga bisa mencegah kegemukan. Perut yang suka off side bisa disingkirkan dengan rutin berlari. Kita pun gak bakalan takut ketika nimbang badan.

Makin sering berlari, saya jadi kepikiran suatu saat pengen ikutan lomba. Bukan untuk ngejar prestasi. Kalau nyari juara, pasti kalah karna saya bukan atlit. Pengen seneng-seneng aja. Ketemu sesama runners, juga untuk mengukur kemampuan, ngetes sepatu 910, cari pengalaman dan tantangan baru. Biar hidup makin greget.

Selama di Palu, sebenarnya ada beberapa kali event lomba lari, tapi saya tak cukup berani untuk mencoba. Takut gak kuat, takut kenapa-napa. Cemen banget dah, padahal cuma 5 km.

Sekarang gak ada lagi rasa takut untuk ikutan race. Dengan mengucap bismillah dan persiapan yang matang, saya nekat ikutan Keraton To Keraton Run Berau 2017 yang jaraknya 15km.

Program latihan

Target saya gak muluk-muluk. Bisa finish dengan selamat tanpa cedera, dan di bawah cut off time, sudah syukur alhamdulillah. Istri saya mewanti-wanti agar saya tak maksain diri. Kalau di tengah lomba gak kuat, disuruh lapor panitia biar diangkut ambulance. Ih, amit-amit deh. Saya jadi mikir, ia benar-benar khawatir atau menyangsikan kemampuan saya.

rute K2K Run 2017

Dan akhirnya, saya berhasil menyelesaikan lomba meski dengan penuh perjuangan. Di kilometer tujuh, betis saya seperti mau kram. Sakitnya melebihi sakitnya ditinggalin pas lagi sayang-sayangnya. Untungnya ada panitia yang bawa chlor etil. Setelah disemprot spray dingin, rasa sakit berkurang. Lanjuuut.

Finisher [Foto: Berau Runners]

Di kilometer sembilan, rasa haus tak tertahankan. Pengen banget minum isotonik. Pas di water station, eh saya salah ambil minuman. Yang keminum air mineral. Duh, harus nunggu di km dua belas baru bisa merasakan isotonik.

Perjalanan menuju garish finish kian berat. Rasanya pengen udahan saja. Tapi saya mencoba bertahan. Sambil dengerin musik, saya terus berlari. Meski kecepatannya makin melambat.

Don’t stop until you are proud

Menjelang garis finish, panitia bersorak-sorai memberi semangat pada para runners. Saya mau sprint, tapi kaki saya terlalu berat untuk diajak berlari kencang. Tenaga saya sudah terkuras.

Namun segala kelelahan itu sirna saat panitia mengalungkan medali. Hati saya berbunga-bunga. Susah diungkapkan dengan kata-kata. Hamdallah, race pertama saya lancar, tanpa hambatan berarti.

momen yang mengharukan. [Foto : Berau Runners]

mencoba tersenyum, padahal kaki rasanya mau copot

” It does not matter how slowly you go as long as you do not stop” ~ Confucius

Dengan Sepuluh Ribu Pun, Kita Bisa Membeli Reksadana

Kalian lebih suka gajian tanggal satu atau tanggal duapuluh lima? Mau awal bulan atau akhir bulan, besar atau kecil; jika tidak dikelola dengan baik, gaji tak akan pernah cukup.

Kadang uang gajian habis begitu saja. Kepotong cicilan, bayar ini itu atau beli sesuatu yang sebenarnya gak begitu penting. Kalau gaji habis sebelum waktunya, berarti ada something wrong.  Perlu dibenahi.

Bagusnya pengeluaran kita direncanakan dari awal dan disesuaikan dengan prioritas. Misal nih,  prioritas pertama untuk sedekah 2,5%. Ini penting lho. Melatih kita untuk bermental kaya. tidak takut untuk kehilangan dan tidak rugi untuk memberi. Istilah kerennya, Pay Your God First.

Prioritas berikutnya adalah bayar cicilan utang 30%. Syukur-syukur kalau gak punya utang, dijamin hidup makin tenang. Kalau cicilan lebih dari 30 %, bakalan bikin mules. Kemudian untuk investasi 10%, asuransi 10%. Dan di urutan terakhir buat biaya hidup sebesar 47,5 %.

Jangan nunggu ada sisa, baru investasi. Menunggu uang bersisa di akhir bulan untuk ditabung itu seperti mengharap Jakarta tidak macet di Jumat sore, hujan deras pula. Mustahil.

Emang apa sih pentingnya investasi itu? Penting banget bray. Dengan investasi, kita bisa melawan inflasi. Tahu sendiri kan, harga-harga terus menerus naik sehingga nilai uang semakin menurun. Agar uang kita selalu bisa mengimbangi atau bahkan mengejar naiknya harga-harga, kita harus pintar-pintar mengelolanya. Prediksinya, kenaikan gaji dalam 5 tahun hanya 60%. Sedang kenaikan harga rumah dalam 5 tahun sebesar 150%. Sulit dikejar.

Salah satunya dengan investasi. Banyak tipe investasi diantaranya properti, emas, saham, reksadana, obligasi, mata uang, berwirausaha, dan lainnya. Intinya, jangan taruh telur di keranjang yang sama.

Dengan berinvestasi, kita juga bisa menggapai mimpi. Pengen punya mobil, rumah, jalan-jalan ke luar negri, liburan dan sebagainya. Dengan rutin berinvestasi, berapa pun nilainya meski sedikit,  bisa mendekatkan jarak kita dengan mimpi kita. Semua investasi yang besar hasilnya, modalnya adalah waktu. Tidak ada yang instant.

Gak harus nunggu punya penghasilan besar baru bisa investasi. Gaji pas-pasan tapi mau invest? Bisa kok. Salah satunya bisa dengan membeli reksadana.

Sekarang mudah lho beli reksadana, bahkan dengan uang sepuluh ribu pun bisa. Saya mencoba beli reksadana di Bukalapak. Begini caranya :

1.    Login dengan e-mail dan password akun Bukalapak kamu.
2.    Di pojok sebelah kanan homepage Bukalapak, klik tanda ikon MyLapak. Lalu pilih BukaReksa, seperti yang tampak pada gambar di bawah ini.

Bukalapak

3. Pada halaman BukaReksa, klik “Daftar Sekarang” dan isi form registrasi sesuai dengan data-data yang diminta.

Daftar Bukareksa

Pada halaman ini, kamu harus melakukan konfirmasi e-mail terlebih dahulu dengan cara mengklik tombol ‘Konfirmasi E-mail’ yang dikirimkan ke e-mail kamu. Lebih jelasnya tampak pada gambar di bawah ini.

Email Konfirmasi

4. Setelah konfirmasi e-mail berhasil, kamu dapat melakukan pengisian data pribadi secara lengkap dan melampirkan Foto/Scan KTP  serta menyertakan tanda tangan secara digital.

tanda tangan digital

5. Setelah data pengguna dinyatakan lengkap dan proses verifikasi data selesai (paling lama 1 hari), maka kamu akan mendapatkan e-mail pemberitahuan bahwa pembukaan rekening Reksa Dana telah disetujui. Pemberitahuan bahwa permohonan kamu ini telah disetujui dikirimkan juga oleh Bukalapak.

email persetujuan

6. Apabila pembukaan akun BukaReksa telah disetujui, kamu dapat langsung melakukan transaksi pembelian reksa dana di fitur BukaReksa dengan cara klik ‘Beli’ pada produk reksa dana. Produknya baru dikit sih, maklum masih baru. Kalau mau beli reksadana dengan beragam pilihan, bisa langsung ke Bareksa.

Produk reksadana bukareksa

7. Pada halaman pembelian reksa dana ini, kamu diharapkan dapat men-download dan membaca prospektus dan keterangan ringkas reksa dana agar dapat memahami produk reksa dana yang dibeli. Setelah itu, kamu dapat mencentang kolom kecil yang tertera “Saya telah membaca dan menyetujui seluruh isi prospektus dan keterangan ringkas serta memahami risiko atas keputusan investasi yang saya buat.” Selengkapnya tampak pada gambar di bawah ini.

Baca prespektus terlebih dahulu

8. Selanjutnya, masukkan nominal uang yang ingin disimpan ke dalam rekening Reksa Dana dengan ketentuan dana pembelian minimal Rp10.000.  Transaksi pembelian reksa dana ini dapat dilakukan dengan catatan kamu memiliki dana yang tersimpan pada BukaDompet di Bukalapak. Sebab, nominal dana yang kamu masukkan akan langsung terpotong dari saldo BukaDompet.

sepuluh ribu pun bisa

9. Pembelian reksa dana kamu akan diproses selama 1 hari kerja setelah order pembelian (T+1).  Dalam transaksi reksa dana ini juga terdapat batas waktu (cut off time) yakni pukul 13.00 WIB. Artinya, transaksi yang dilakukan setelah pukul 13.00 WIB akan diproses pada hari kerja selanjutnya.

10. Apabila proses pembelian reksa dana telah selesai, maka kamu akan menerima Total Unit penyertaan (UP) sebagai bukti kepemilikan reksa dana yang disesuaikan dengan Nilai Aktiva Bersih (NAB) yang berlaku. Untuk mengetahui perkembangan investasi reksa dana, kamu dapat melihatnya pada menu Portofolio yang tersedia pada akun BukaReksa.

portofolio

Mudah kan. Ayo investasi selagi masih muda!

Surat Cinta Untuk Starla Short Movie

Sebenarnya sebuah lagu enak itu karna bener-bener enak atau karna sering didengar? Bisa dua-duanya sih. Tapi telinga saya cukup peka terhadap lagu enak, sekali denger aja biasanya langsung nancep di hati. Lagu enak menurut saya itu selain musikalitasnya yang keren, juga mempunyai lirik yang dalem.

Beberapa hari lalu, sayup-sayup saya dengar dari tv kantor sebuah lagu yang enak.  Yang sangat mencuri perhatian adalah suara mesin ketik yang terus mengiringi lagu itu. Belum tahu judulnya apa. Tapi dari warna suaranya yang khas, saya bisa menduga itu lagunya Last Child.

Tebakan saya tak begitu meleset. Setelah nanya teman-teman, ternyata itu singlenya Virgoun vokalis Last Child. Judulnya Surat Cinta Untuk Starla. Kata teman saya yang cewek, lirik lagu ini bikin meleleh.

Aku slalu bermimpi tentang
Indah hari tua bersamamu
Tetap cantik rambut panjangmu
Meskipun nanti tak hitam lagi

Lagu ini dirilis setahun lalu dan sudah ditonton 77 juta kali di YouTube. Tapi entah mengapa saya baru tahu sekarang. Ketahuan gak gaul.

Dan kerennya lagi, dari lagu ini dibuatlah short movie, chapter 1 sampai 7. Biasanya kan buku yang difilmin. Ini dari sebuah lagu bray.

Saya sering kecewa jika ada buku atau novel yang diangkat ke layar lebar. Ceritanya jadi gak seru. Ada bagian-bagian di buku yang dihilangkan. Mungkin karna keterbatasan waktu ya.

Tapi Surat Cinta Untuk Starla Short Movie ini lumayan menghibur lah. Dari pada video kampanye Pilkada yang rasis dan provokatif. Skor 8 dari 10. Selamat menonton.

Menghias Meja Kerja Dengan Aquarium Minimalis

Banyak hal yang membuat kita bisa nyaman saat bekerja. Selain great salary, challenging job and freedom; Bos yang asik, teman yang hangat, ruangan kerja yang efisien, suasana gedung yang tenang dan indah, juga akan meningkatkan motivasi saat bekerja.

Ruangan kerja saya berupa kubikel. Serasa dalam kurungan. Dan ini bikin cepet bosen. Apalagi jika kerjaan menumpuk. Berbagai cara saya lakukan agar selalu enjoy dalam bekerja. Dengerin musik, ngegosip ngobrol sama teman, bawa camilan dan buku bacaan dari rumah serta menghias meja kerja.

Yang selalu saya lakukan agar ruangan tetap cantik adalah menjaga kebersihannya. Menyingkirkan berkas-berkas tak penting dan memberi sedikit hiasan. Bisa berupa foto keluarga, vas bunga, diecast, lampu hias atau handycraft. Dan yang baru saja saya lakukan adalah membuat aquarium kecil.

Bahan yang diperlukan untuk membuat aquarium minimalis adalah : toples kaca, batu hias, tanaman hias dan tentu saja ikan. Sangat disarankan untuk tidak menggunakan toples milik istri di rumah tanpa ijin. Pasti bakalan dimarahin. Mending beli baru.

Harganya toples kaca bervariasi, mulai 30 ribuan. Modelnya juga macam-macam, pilihlah sesuai selera. Kalau batu hias aquarium harganya 20 rb, tanaman hias mulai 5rb dan pakan ikan 5 rb.

bahan-bahan yang diperlukan untuk membuat aquarium kecil

Langkah pertama untuk membuat aquarium kecil adalah sebagai berikut. Cuci toples sampai bersih, masukkan tanaman hias, lalu batu hias, isi air, diamkan dulu selama satu jam, lalu masukkan ikannya. Karna wadahnya kecil, maka kita juga harus milih ikan yang kecil. Bisa ikan cupang , molly atau guppy. Datang saja ke toko aquarium, tinggal pilih mana yang kamu suka.

Saya beli dua jenis ikan, cupang dan molly.  Cupang seharga 75rb. Agak mahal sih, tapi cantik banget. Satu lagi saya beli ikan molly, sepasang 15 rb. Trus dikasih teman ikan guppy sebiji.

Cupang, Guppy dan Molly termasuk jenis ikan yang mudah perawatannya. Kasih makan sehari dua kali seperti anak kost dan ganti airnya seminggu sekali atau jika sudah keruh.

ikan cupang

ada tiga ikan dalam toples ini. Dua ikan molly dan satu ikan guppy. Akur aja

Ternyata mudah kok bikin aquarium. Selain mempercantik meja kerja, menatap ikan dipercaya mampu menurunkan stress dan mengurangi denyut jantung. Efek yang ditimbulkan pun sama seperti mendengarkan musik. Perhatian kita akan teralihkan ke dalam sesuatu yang lebih baik. Aura kesegaran aquarium juga mendorong munculnya ide-ide kreatif. Cobain yuk.

hasil karya

Bukan Karna Gaji Yang Kecil

Jika ingin melakukan terapi kesabaran, cobalah untuk ngurus E-KTP di kantor catatan sipil. Warga berjubel sedari pagi, antrian gak jelas dan prosesnya pun berbelit-belit. Sudah gitu blanko e-ktp kosong pula. Kosongnya berbulan-bulan. Capek deh 😛

Padahal ekspektasi saya, bakalan dapat kartu baru. Ternyata cuma selembar kertas A4 yang sangat tuiipis. Dan nggak tahu sampai kapan menunggu. Bikin ATM aja lima menit selesai, bikin e-ktp dari abad kejayaan sampai sekarang belum kelar. Urusan yang lain jadi sedikit terhambat gara-gara  E-KTP belum jadi.

Gantinya E-KTP

Semua pangkal masalah e-ktp ini adalah korupsi. Begitu kejamnya korupsi. Yang berbuat pejabat, rakyat yang jadi korban. Dari total proyek senilai 5,9 triliun, sebanyak 2,3 triliun dibuat bancaan para pejabat. Para pejabat yang terhormat, kaya dan berpendidikan tentunya.

Jadi, korupsi itu bukan hanya karna gaji yang kecil. Korupsi adalah fraud yang berkenaan dengan kekayaan negara, kekayaan yang sejatinya dimiliki oleh seluruh rakyat. Fraud terjadi karna tiga hal yang biasa disebut dengan Fraud Triangle.

The Fraud Triangle

Yang pertama karna Pressure atau tekanan.  Ini adalah sebuah syahwat yang mendorong seseorang untuk melakukan fraud. Biasanya sih karna masalah finansial atau kebutuhan. Hmm, bukan kebutuhan sih. Tapi keinginan duniawi yang tak bisa dikendalikan.  Gaya hidup mewah, pengen terlihat kaya, tagihan hutang sana sini, gaji masih receh tapi sok-sokan beli Fortuner, istri minta belikan tas hermes. Dipadu dengan keserakahan dan ketamakan. Lengkap sudah.

Penyebab berikutnya adalah Opportunity. Kalau kata bang Napi, korupsi terjadi bukan karna ada niat pelakunya, tapi karna adanya kesempatan. Kerja di bagian yang basah, trus sistem pengawasan internal yang longgar, bisa menjadi sebuah peluang emas untuk melakukan fraud. Atau pas jadi pejabat, mumpung lagi jadi anggota dewan. Pokoknya aji mumpung.

Penyebab terakhir adalah Rationalization. Ini adalah semacam pembenaran.

“Ah cuma nilep sedikit, yang lain juga ngambil kok”
“Gak papa…, kita kan dikasih bukannya minta secara paksa”
“Ini kan demi membahagikan keluarga, insya allah berpahala”
“Nanti kan buat nyumbang anak yatim juga” *emang malaikat bisa disuap

Ada fakta lain menarik tentang korupsi. Berdasarkan hasil survey :

*90% pelakunya adalah laki-laki. Kaum adam jangan berkecil hati. Ini kan dilakukan demi wanitanya. Wanita simpanan #eh

* 70% berpendidikan S1. Makanya jangan sekolah tinggi-tinggi. Buat apa gelar panjang kalau gak jujur.

* 50% lebih kasus korupsi terungkap bukan karna audit atau kontrol yang bagus. Tapi karna laporan dari rekan kerja, suplier ataupun klien. Ini biasanya karna barisan sakit hati yang berkoar-koar, pembagiannya gak rata sih.

*Setelah dua tahun, fraud baru terungkap. Sepandai-pandai tupai melompat akhirnya jatuh juga. Tak akan pernah bisa menutupi bau busuk.

Daripada fraud, mending kerja yang bener. Bismillah saja, semua sudah diatur. Selama mau berusaha, kita gak bakal mati kelaparan. Hasil tak pernah mengkhianati usaha. Dan rejeki gak bakalan diambil orang lain kok. Tenang saja. 

Eh btw, kalau nyontek pas ujian, bohongin istri soal jumlah gaji, trus selingkuh juga; itu termasuk fraud gak ya? 😁

Konsumen Adalah Raja

Saya orangnya gak ribet. Lebih suka mengalah daripada harus  berdebat panjang. Kalau ada yang reseh, ngomong macem-macem, palingan saya iyain aja. Biar cepat selesai.

Meski suka mengalah, bukan berarti saya gak berani melawan. Jika diperlakukan tidak baik, pasti saya bereaksi. Ibarat ada yang jual, saya saya beli lah. Tapi tetep dengan cara yang elegan, gak marah-marah, pakai gebrak meja segala.

Seperti beberapa hari yang lalu, saat saya sedang tugas di Balikpapan. Saya sudah dibookingkan hotel sama teman. Pas nyampe hotel, dibilang resepsionisnya, kamar penuh.

“Lho gimana sih mbak, kan udah booking 2 hari lalu”

“Maaf mas, kami kedatangan rombongan tamu dari kementerian. Saya oper ke hotel depan saja ya. Masih satu manajemen dengan kami. Kamarnya sudah disiapkan”, kata mbak resepsionis.

Oh, jadi saya yang dikorbanin. Oke, fine. Saya terima tawaran itu, toh hotel yang baru gak jauh. Cuma sepelemparan batu. Dekat dengan lokasi acara saya juga.

Sayangnya, hotel yang baru ini kurang memuaskan. Pas mau masuk kamar, pintunya susah terbuka. Feeling saya mulai gak enak nih. Mau nonton tivi, remote gak berfungsi. Pas mau mandi airnya keruh, seperti air sungai. Hotel apaan nih.

Saya turun ke resepsionis, bilang mau check out, karna fasilitas hotelnya parah banget. Saya minta balikin duit saya. Lagian belum sejam di kamar. Tapi bilang resepsionis gak bisa. Kalau mau check out, duit yang kembali cuma 50%. Wuih enak saja.

Saya minta ketemu manajer hotel, tapi manajernya gak mau keluar nemuin saya. Ngajak berantem nih. Pengen marah rasanya.

Akhirnya saya bilang ke resepsionis. Ini kan kesalahan pihak hotel. Kalau uang saya gak dibalikin utuh, saya akan laporkan ke Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) dan Ombudsman RI. Saya juga akan buat pengaduan ke Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI), Dinas Pariwisata, Dinas Perijinan, Kaltim Post, Kompas. Saya akan tuntut karna perbuatan tidak menyenangkan.

Saya ngomong seperti itu dengan suara kalem tanpa emosi. Tapi sorot mata saya seperti elang yang siap menerkam mangsanya. Raut wajah resepsionis seperti ketakutan dan langsung nemuin manajernya. Akhirnya duit saya bisa dikembalikan utuh. Ternyata harus digertak dulu, baru takut.

Akhirnya dapat hotel yang bagus, kamar yang nyaman. 

Sebagai konsumen, tak jarang kita diperlakukan seenaknya dan dirugikan. Padahal konsumen punya hak, dilindungi Undang-Undang pula. Makanya jangan takut untuk melawan. Lawanlah dengan cara yang cerdas. Tanpa kekerasan. Semua bisa diselesaikan dengan baik-baik.

Kalian pernah punya pengalaman tak menyenangkan sebagai konsumen? Apa yang kalian lakukan?