Nikah Muda Atau Nunggu Mapan?

Urusan naksir cewek, saya sangat selektif. Semasa remaja, incaran saya selalu yang cantik. Good looking-lah. Namun ternyata, ini malah jadi masalah. Gimana enggak. Secara gadis primadona, yang naksir pasti bejibun. Dan bisa ditebak, saya dipecundangi oleh bucin-bucin lain. Sakit. Lebih pedih lagi karna terkadang saingan saya adalah teman karib.

Namun saya tetap bangga, karna gak pernah berantem gara-gara rebutan cewek. Sumpah, ini keren banget. Hanya yang berjiwa besar yang bisa melakukan ini.

Setelah beranjak dewasa, saya pun menyadari bahwa cantik saja tak cukup untuk jadi pendamping hidup. Tampang bukanlah prioritas utama.

Sebab cantik dan ganteng hanya menyumbang 20% bagi kebahagiaan hidup. Di balik paras cantik, bisa saja terdapat sifat pemarah, jutek, ceriwis, jorok dan pemalas.

Dengan tampang pas-pasan, malah akan menjadi beban jika punya pasangan terlalu cakep. Saat ngantar arisan, pasti dikira driver ojek online.

Wanita yang nikah-able tentu saja yang baik agama dan memiliki inner beauty. Yang punya unconditional love. Bisa menerima apa adanya. Mau mencintai saat keren, ketika susah, saat uban mulai menyeruak kemana-mana serta mau berbagi rasa bosan hingga usia senja. Soal cantik, kaya, pinter itu mah bonus. Toh yang cantik akan memudar dan menua. Wejangan ini saya dapat dari orang tua. Ustad juga pernah berpesan seperti itu.

Gambar : Pinterest

Buat kalian yang saat ini dilanda keresahan karna belum bertemu belahan jiwa, bersabarlah. Lebih baik memantaskan diri agar mendapatkan yang terbaik. Jodoh gak akan ketukar. Gak perlu buru-buru, gak juga menunda-nunda.

Nikmati saja masa jomblomu. Ada hal-hal yang bisa banget dikerjakan saat single, tapi kemudian akan sulit dilakukan saat sudah menikah. Main futsal sepulang kerja, naik gunung dan mengoleksi gundam adalah beberapa contoh kecil yang terenggut.

Niatkan menikah semata-mata mencari ridho Illahi. Jangan nikah kalo diri sendiri masih brengsek penuh masalah. Apalagi dengan harapan bisa selesai masalahnya setelah nikah. Menikah bukanlah pelarian karna tekanan ekonomi, kegagalan menempuh studi dan kandas melakoni usaha.

Jangan menikah hanya karna tertarik secara seksual, gak tahan bully-an tetangga, gelisah dikataian gak laku, karna takut kesepian di hari tua atau agar ada yang merawat saat renta.

Nikah itu sunnah. Teknisnya kita bisa atur, mau menikah di usia muda atau nunggu entar-entar sampai mapan. Mana yang lebih baik, tergantung masing-masing orang.

Cinta dan semangat saja tak cukup buat modal nikah. Setelah berumah tangga, punya pasangan dan buah hati; urusan akan lebih kompleks dan lebih unik dibanding saat sendiri. Mesti siap lahir batin dan juga finansial.

Pernah ngebayangin nggak, tengah malam si kecil pup, harus ganti diapers. Kran air kamar mandi patah, tanggal tua beras tinggal dikit, meteran listrik bunyi tit tit minta diisi.

Sebelum nikah, semua memang nampak indah. Setelah itu, banyak hal mencengangkan yang terkuak. Misalnya pasangan ternyata tidurnya ngiler, kalau marah suka banting piring, penghasilan suami habis buat bayar kartu kredit, istri pakai skin care yang mahalnya naudzubillah, lakinya suka naruh handuk di atas kasur dan makan nasi padang pakai kecap. Yakin dah siap?

 

For your information, kalau terlalu muda nikah biasanya emosi masih labil dan kondisi ekonomi belum mapan. Namun bila berhasil melaluinya, akan terbentuk mental yang kuat. Yang paling mengkhawatirkan dari nikah muda adalah ketika mempunyai anak dan tak siap merawatnya. Banyak anak-anak tumbuh menjadi bengal karena orang tua yang tak becus mendidik anak.

Memutuskan nikahnya nanti-nanti, resikonya pas anak ngajak main lari-larian di taman, encok langsung kumat. Jadi, ini bukanlah tentang adu cepat. Menikahlah dengan orang yang tepat dan pada saat yang tepat pula.

Semoga Allah senantiasa memberkahi, saat suka maupun duka dan selalu mengumpulkan dalam kebaikan.

2 pemikiran pada “Nikah Muda Atau Nunggu Mapan?

Komentar kamu

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s