Menaklukkan Hari [Senin]

Pernah nggak kamu merasa berat banget buat bangun pagi? Bukan karena masih ngantuk, tapi karena kebayang harus melewati hari yang melelahkan.

Seragam kerja belum disetrika, kaos kaki gak ketahuan di mana, bingung hari ini mau masak apa, cucian numpuk, dead line kerjaan segambreng, macet yang kian parah dan harus ketemu klien yang ngeselin. Pas hari Senin pula.

Hal-hal seperti inilah yang akhirnya dijadikan alasan untuk membenci hari Senin. Sok menderita gitu.

Padahal ketakutan akan hari Senin, lebih membuat tidak nyaman daripada Senin itu sendiri. Senin mah biasa aja, tak pernah menakutkan. Kita aja yang lemah.

“Ketemu Senin yang datangnya seminggu sekali aja takut, bagaimana nanti harus ngadepin bini tiap hari” ~ Mang Juha

Jika kita tahu seni nya, mau Senin, Rabu atau Jumat; semua bisa dibuat menyenangkan. Dan kunci menaklukkan hari, ada di waktu pagi. Saat memulai pagi, kita bisa menentukan akan seperti apa hari itu berjalan.

Seburuk apa pun hari, dibawa santai aja. Pokoknya, buatlah suasana hati supaya selalu ceria. Mood itu bisa diperbaiki kok dengan hal-hal kesukaan kita. Bisa dengan musik, makanan, mainan dan aroma therapy.

Temukan mood boostermu di awal hari. Bangunlah lebih awal, syukur-syukur sebelum fajar tiba. Sulit memang. Tapi akan banyak kegembiraan yang dirasakan jika bisa merutinkannya. Bangun pagi, subuhan ke masjid adalah cara merayakan hidup dengan penuh syukur dan membuat kita lebih bahagia.

Kesibukan istri di dapur di kala pagi juga bisa menjadi penyemangat. Secangkir kopi panas buatan istri memberi arti yang luar biasa. Menyadarkan kita bahwa sesungguhnya Tuhan telah menganugerahi pasangan yang baik.

Anak-anak yang masih tertidur, minta dibangunkan ayahnya. Ingin dimanja dengan gelitikan nakal dan canda penuh kasih. Menatap wajah polos anak-anak, menambah lagi satu kegembiraan. Sirna segala penat dan beban dunia.

Kita memang tak bisa memastikan akan seperti apa hari ini. Lancar atau penuh hambatan. Tapi kita bisa memilih bagaimana menyikapinya.

Kalaupun hari ini bakalan berat, ya hadapi saja. Pas buru-buru mau berangkat kerja, kunci motor gak ketemu. Trus kehabisan bensin di tengah jalan. Nyampai kantor, berkas laporan ketumpahan kopi. Lagi laper bikin spageti, pas buang airnya spagetinya ikut tumpah. I feel you gaes

Tugas bejibun, alhamdulillah. Berarti masih punya kerjaan. Ingatlah, secapek-capeknya kerja, lebih capek lagi kalau gak punya kerjaan. Rehatlah sejenak, nonton film di Netflix atau nongkrong di taman sambil ngasih makan ikan.

Jalanan macet tak lantas menjadi lancar dengan makian kita pada pengendara lain atau dengan tempik sorak klakson yang menyalak. Betapa meruginya, hidup yang sekejap dipenuhi dengan gerutuan dan marah-marah.

Bila tak ingin kecapekan karna macet, bisa memilih transportasi umum. Buatlah playlist musik favorit untuk menghibur di kala macet. Atau bacalah buku. Jangan pernah mengutuk kemacetan dari dalam mobil yang dikendarai sendirian. Gak lucu.

Jangan deket-dekat sama orang yang reseh, suka nggosipin orang lain, apa-apa dikeluhin. Yang ekonomi sulit lah, negara mau hancur. Intinya selalu pesimis. Hati-hati, energi negatifnya menular.

Kalau saya sih, sekesel apapun dikasih sepiring nasi pecel sama teh hangat, bad mood saya langsung ilang. Saya mah orangnya emang gitu. Gampang dan gak moody

Jadi, gak perlu lagi kita takut dan benci sama Senin. Sebab Senin hadir untuk membawa kita selangkah lebih dekat pada akhir pekan.

Semangat ya sob.

Iklan

7 pemikiran pada “Menaklukkan Hari [Senin]

  1. Seneng baca tulisan ini. Senyum-senyum sendiri jadinya, plus jadi bersyukur bahwa kita ini masih “punya kehidupan”. Kesel banyak deadline artinya masih punya kerjaan/penghasilan bulanan. Cucian piring numpuk di dapur artinya kita masih punya makanan untuk kita nikmati di hari itu. Huhuhuhu…kadang kita ini kurang bersyukur ya mas

Komentar kamu

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s