Marhaban Yaa THR

Sebentar lagi akan tiba suatu hari di mana semua barang menjadi berasa murah, mall penuh dengan jamaah big sale. Itulah hari turunnya Tunjangan Hari Raya. *sombong, padahal buat beli iPhone6 gak cukup

Yang dapat THR tentu seneng banget dong. Begitu THR turun, langsung muncul deh daftar belanjaan. Pengen ini, pengen itu. Kalap jadinya.

Sebelum THR terlanjur habis begitu saja gak karuan, cuma sekedar mampir, mending diatur dengan baik. Dapat banyak atau dikit, sebaiknya sisihkan uang THR untuk zakat atau infak. Apa yang kita infakkan akan menjadi rejeki yang sangat kita butuhkan di akhirat kelak.

Jangan lupa juga untuk investasi. Gak usah banyak-banyak, yang penting ada. Bingung mau invest ke mana? Cobain aja beli reksadana di bukareksa atau beli emas di bukaemas. Mulai sepuluh ribu bisa kok.

Selain itu biasanya THR juga buat keperluan pribadi. Buat beli baju baru, sepatu baru, tiket mudik dll. Beli baju gak usah berlebih. Coba cek isi lemari, pasti banyak baju yang jarang dipakai. Baju segambreng, tapi bisa-bisanya kita merasa gak punya baju. Pernah mengalami hal seperti ini? Kalau iya, berarti kita sama.

Kita semua memang suka mengumpulkan sesuatu, karna hal itu membuat kita merasa jadi β€œberpunya”. Apa saja kita tumpuk. Harta, pakaian, buku, perabot dll. Padahal itu semua semu. 

Sekarang saya punya aturan dalam membeli pakaian. Setiap kali membeli satu yang baru, maka yang di lemari harus dikeluarin dua. Dibagikan ke yang membutuhkan. Biar  lemari gak penuh sesak. Saya terapkan aturan ini ke anak istri. Belajar jadi minimalis.

Berikutnya, alokasikan THR untuk berbagi kebahagiaan pada orang tua dan saudara. Ponakan pasti seneng kalau dapat angpau dari omnya yang ganteng, meski ketika dibuka amplopnya cuma isi lima ribu. Tetangga atau teman yang hobi nanyain “kapan kawin” kasih aja sepuluh ribu. Biar diem gak reseh lagi

Kalau uang THR masih ada sisa, bisa buat keperluan lain yang penting. Misal buat lunasin hutang. Jangan pura-pura lupa bayar hutang ya. Itu tidak baik. Nanti saya tenggelamkan. Kan banyak tuh yang seperti itu. Pas minjem duit merengek-rengek. Pas ketemu kita, mendadak amnesia. Gak mau negur, wajahnya galakan dia daripada kita.

Yang gak dapat THR jangan sedih. Tanpa THR pun, lebaran tetap akan datang. Yang terlalu berharap sama THR, fix lemah. Berharaplah pada Allah agar dapat ampunan dan ridhonya. *ustad mode : on

Kita bisa bikin THR sendiri lho. Bukan Tunjangan Hari Raya, tapi Tabungan Hari Raya. Caranya ya rutin menabung, dan baru diambil tabungannya menjelang Lebaran. Nabung di toples bekas kacang bisa juga.

Yang pasti, berapapun THR yang kita terima, insya allah cukup jika hanya untuk keperluan lebaran yang gak macem-macem. Tapi THR  gak akan pernah cukup jika untuk membeli gengsi.

Selamat menyambut Lebaran, selamat menghabiskan THR di jalan yang benar. Kalau bingung habisin, saya siap nampung.

Iklan

7 pemikiran pada “Marhaban Yaa THR

  1. tahun ini, aku hanya beli sebuah topi ya topi. baju? masih banyak baju lama yang belum semuanya terpakai. aku pun mulai menerapkan setiap ada satu yang baru maka yang lama dikeluarkan termasuk baju. celengan? mulai dilakukan lagi, rutin ngisi ijoan alias dua puluh ribu ke kaleng bekas roti jatah kantor yang ndilalah udah abis sebelum lebaran tiba wkwkw

Komentar kamu

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s