Bukan Karna Gaji Yang Kecil

Jika ingin melakukan terapi kesabaran, cobalah untuk ngurus E-KTP di kantor catatan sipil. Warga berjubel sedari pagi, antrian gak jelas dan prosesnya pun berbelit-belit. Sudah gitu blanko e-ktp kosong pula. Kosongnya berbulan-bulan. Capek deh ๐Ÿ˜›

Padahal ekspektasi saya, bakalan dapat kartu baru. Ternyata cuma selembar kertas A4 yang sangat tuiipis. Dan nggak tahu sampai kapan menunggu. Bikin ATM aja lima menit selesai, bikin e-ktp dari abad kejayaan sampai sekarang belum kelar. Urusan yang lain jadi sedikit terhambat gara-gara  E-KTP belum jadi.

Gantinya E-KTP

Semua pangkal masalah e-ktp ini adalah korupsi. Begitu kejamnya korupsi. Yang berbuat pejabat, rakyat yang jadi korban. Dari total proyek senilai 5,9 triliun, sebanyak 2,3 triliun dibuat bancaan para pejabat. Para pejabat yang terhormat, kaya dan berpendidikan tentunya.

Jadi, korupsi itu bukan hanya karna gaji yang kecil. Korupsi adalah fraud yang berkenaan dengan kekayaan negara, kekayaan yang sejatinya dimiliki oleh seluruh rakyat. Fraud terjadi karna tiga hal yang biasa disebut dengan Fraud Triangle.

The Fraud Triangle

Yang pertama karna Pressure atau tekanan.  Ini adalah sebuah syahwat yang mendorong seseorang untuk melakukan fraud. Biasanya sih karna masalah finansial atau kebutuhan. Hmm, bukan kebutuhan sih. Tapi keinginan duniawi yang tak bisa dikendalikan.  Gaya hidup mewah, pengen terlihat kaya, tagihan hutang sana sini, gaji masih receh tapi sok-sokan beli Fortuner, istri minta belikan tas hermes. Dipadu dengan keserakahan dan ketamakan. Lengkap sudah.

Penyebab berikutnya adalah Opportunity. Kalau kata bang Napi, korupsi terjadi bukan karna ada niat pelakunya, tapi karna adanya kesempatan. Kerja di bagian yang basah, trus sistem pengawasan internal yang longgar, bisa menjadi sebuah peluang emas untuk melakukan fraud. Atau pas jadi pejabat, mumpung lagi jadi anggota dewan. Pokoknya aji mumpung.

Penyebab terakhir adalah Rationalization. Ini adalah semacam pembenaran.

“Ah cuma nilep sedikit, yang lain juga ngambil kok”
“Gak papa…, kita kan dikasih bukannya minta secara paksa”
“Ini kan demi membahagikan keluarga, insya allah berpahala”
“Nanti kan buat nyumbang anak yatim juga” *emang malaikat bisa disuap

Ada fakta lain menarik tentang korupsi. Berdasarkan hasil survey :

*90% pelakunya adalah laki-laki. Kaum adam jangan berkecil hati. Ini kan dilakukan demi wanitanya. Wanita simpanan #eh

* 70% berpendidikan S1. Makanya jangan sekolah tinggi-tinggi. Buat apa gelar panjang kalau gak jujur.

* 50% lebih kasus korupsi terungkap bukan karna audit atau kontrol yang bagus. Tapi karna laporan dari rekan kerja, suplier ataupun klien. Ini biasanya karna barisan sakit hati yang berkoar-koar, pembagiannya gak rata sih.

*Setelah dua tahun, fraud baru terungkap. Sepandai-pandai tupai melompat akhirnya jatuh juga. Tak akan pernah bisa menutupi bau busuk.

Daripada fraud, mending kerja yang bener. Bismillah saja, semua sudah diatur. Selama mau berusaha, kita gak bakal mati kelaparan. Hasil tak pernah mengkhianati usaha. Dan rejeki gak bakalan diambil orang lain kok. Tenang saja. 

Eh btw, kalau nyontek pas ujian, bohongin istri soal jumlah gaji, trus selingkuh juga; itu termasuk fraud gak ya? ๐Ÿ˜

Iklan

2 pemikiran pada “Bukan Karna Gaji Yang Kecil

  1. semoga dijauhkan dari hal beginian, karena yang namanya orang, bisa saja sekarang berkata najis dengan hal beginian tapi jika suatu saat dapat ujian jabatan dan kena juga hmmm hehehehe. efek lihat para koruputor yang dulunya begini sekarang begitu, salam : )

Komentar kamu

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s