Sekolah Harus Mahal?

yourstory-education

Gambar dari sini

Sudah dua kali anak saya pindah sekolah, sewaktu TK dan SD. Ini terjadi karna saya pindah kerja ke kota lain. Membayangkan dia harus adaptasi dengan lingkungan baru, menghadapi kurikulum yang tidak sama, serta harus meninggalkan teman-teman akrab di sekolah lama, saya jadi kasihan.

Tentu bukan hal mudah bagi anak sekecil itu. Namun kecemasan itu sirna, saat melihat  dia disambut teman-teman barunya dan pulang sekolah dengan wajah berseri. Sudah punya teman baru, kata anak saya. Hamdalah

Saya berharap, justru karna sering pindah-pindah inilah, anak saya bisa mendapatkan pelajaran baru dalam kehidupan yang mungkin tidak ia dapatkan di sekolah. Tentang bagaimana bersosialisasi, bertahan hidup dan memecahkan sebuah masalah. Sebab setiap orang adalah guru. Setiap tempat adalah sekolah dan setiap hari adalah proses belajar.

Sebelum memilih sekolah yang baru, saya berembuk dengan istri. Dan tentu saja dengan anak-anak. Saya tak mau asal memilih sekolah. Tugas orang tua memang memberikan yang terbaik buat anak. Terbaik bukan berarti mahal. Asal mahal, asal ikut-ikutan teman atau asal merknya bagus.

Ada mitos, semakin mahal sekolahan semakin bagus kualitasnya. Ini tak sepenuhnya benar. Saya justru percaya, semakin panjang titel sekolahannya, semakin besar iurannya. Tengok saja RSBI, sekolah alam, sekolah otak kanan, sekolah model, sekolah standar nasional atau sekolah terpadu.

Kenapa sih sekolah itu jadi mahal? Karna gaji gurunya tinggi, fasilitasnya lengkap, metodenya bagus, bukunya mahal…., atau karna gengsinya?

bydbsojcyaan5tn-jpg-large

ini bayarnya pakai duit atau daun?

Menurut saya, ada beberapa hal yang bikin sekolah mahal. Yang pertama karna para orang tua menganggap sekolah adalah penitipan anak. Anaknya full day school, ortunya full day at office. Orang tua gak perlu repot, malam tinggal nyuruh si anak tidur aja. Di mana peran orang tua dalam mendidik anak, jika semua dipasrahkan ke sekolah?

Berikutnya, karena orang tua menjadikan sekolah sebagai investasi yang diharapkan bisa balik modal bahkan untung. Kalau sekolah di sini, biar bisa jadi ini, bisa kerja di situ. Kalau anaknya malah tambah stress di sekolahan, ortunya juga makin pusing karena bayarnya mahal, ini kan malah berabe.

Pendidikan adalah kebutuhan, sekolah keren mahal hanyalah keinginan para orang tua. Keberhasilan anak bukan hanya ditentukan sekolah. Faktor lingkungan dan keluarga juga punya andil yang sangat besar. Harus ada sinergi yang baik antara ketiganya.

Yang masih menjadi pertanyaan saya sampai sekarang adalah, kenapa yang dulunya menempuh pendidikan di sekolah biasa, dan bahkan bandel, bawa buku cuma sebiji, ditaruh di belakang baju; justru “jadi orang”. Gak habis pikir saya. Itu karna hasil pendidikan, nasib atau takdir?

 

Iklan

3 pemikiran pada “Sekolah Harus Mahal?

Komentar kamu

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s