Kemana Kita Harus Pulang?

Kaos yang saya pakai saat pergi meninggalkan kota Palu, ternyata cukup menyita perhatian teman-teman yang mengantar ke bandara. T-shirt lengan panjang dengan paduan warna abu-abu dan merah maron. Di dada bagian depan terdapat sebuah tulisan “..sebab sebaik-baik tujuan perjalanan adalah pulang“.

img-20170205-wa0000

penampakan kaos

Mungkin tulisan itulah yang menggelitik mereka. Kaos ini sengaja saya design sendiri untuk perpisahan. Pilihan warnanya pun punya makna. Merah maron menggambarkan suasana hati yang berdarah-darah karna perpisahan.

Ehmm, sebenarnya bukan perpisahan yang menyedihkan, tapi kenangan tentangnya. Pertemuan dan perpisahan terjadi terlalu cepat. Namun, kenangan dan perasaannya tinggal terlalu lama. Itu yang membuat hati tercabik-cabik. Padahal perpisahan bukanlah segala-galanya. Ini adalah cara Tuhan menyayangi kita, lewat rindu yang semakin menjadi-jadi, lewat jarak yang tak lagi dekat. Tapi tetap saja saya sedih. Fix, saya lemah.

diantar sampai ke Bandara Mutiara Palu. Makasih man teman

“Wah mentang-mentang pindah”
“Artinya apa tuh bro?”
“Kan gak pulang kampung, kenapa tulisannya gitu mas?”

Itu sebagian pertanyaan yang muncul tentang tulisan di kaos saya. Belum sempat jawab, eh pesawat harus segera take off. Saya merasa bertanggung jawab untuk menjelaskan hal ini pada khalayak, agar tak terjadi fitnah. *halah

Buat saya, bisa pulang atau tidak itu gak masalah. Yang penting kita sudah berkelana dan berjuang mencari jalan pulang. Karna pulang itu tidak mudah. Ini adalah perjalanan terberat seorang petualang kehidupan. Pulang yang sebenar-benar pulang, bukan di persinggahan sementara yang melenakan.

Lalu kemana seharusnya kita pulang? Ke kampung halaman, ke dekapan orang tua atau ke pangkuan Illahi? Pulang bisa kemana saja. Kepada orang-orang yang kita sayangi, menuju tempat melepas lelah setelah perjalanan panjang, atau menemukan lingkungan yang damai. Itu juga bagian dari pulang.

Saat kita tahu kemana sesungguhnya harus pulang, kita akan berhati-hati menapakkan langkah. Kita kan berusaha meninggalkan jejak yang bermakna. Karna sesungguhnya hidup hanyalah perjalanan panjang menuju pulang. Dari ketiadaan ke ketiadaan. Jika ada cahaya di hati, kan kautemukan jalan itu.

c360_2017-02-04-11-48-09-006

@ Bandara Sepinggan Balikpapan

Iklan

3 pemikiran pada “Kemana Kita Harus Pulang?

Komentar kamu

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s