Mengayuh Kebahagiaan

Jika ingin memperoleh kebahagiaan dalam waktu sekejap dan dengan cara yang paling sederhana, kayuhlah sepeda. Cucuran peluh yang membasahi tubuh, semilir angin yang membelai pipi, sapa hangat dan lambaian tangan pesepeda lain yang sebenarnya tak kita kenal, akan memberi kegembiraan tersendiri. Menyenangkan.

100_5650

Bersama komunitas sepeda lipat.

100_9427

Gowes bareng teman-teman Bike To Work

Olahraga seperti bersepeda, joging dan renang; selain membuat raga sehat juga menjadikan jiwa semakin kuat.  Seperti kata pepatah, Men Sana In Corpore Sano. Memang sih sehat itu bukan karna olahraga saja. Faktor genetik, pola makan dan pikiran juga sangat mempengaruhi. Tapi yang pasti, kita semua punya 70% peluang untuk sehat, selain faktor genetik yang tak bisa diubah.

100_9261

cross country, ayo main lumpur

100_9243

bersepeda di pagi yang cerah

100_6411

Night Ride

Dan saya memilih bersepeda sebagai olahraga favorit. Dulu pernah ikutan futsal dan bulutangkis. Tapi karna jadwalnya mainnya malam hari dan kesibukan kerja, akhirnya saya pensiun. Sekarang sukanya sepedaan dan joging. Dikombinasi lah. Biasanya sih pagi hari, habis subuh gitu. Udaranya masih seger, jalanan juga gak terlalu ramai. Enak jadinya. Sambil dengerin playlist di HP, setengah jam mengayuh sepeda tak kan terasa capek.  Kalau pas lagi rajin, bisa tiap hari sepedaan. Semales-malesnya, seminggu tiga kali.

img_9763

Family time

Awalnya emang agak susah sih membiasakan diri rajin olahraga. Tapi setelah dua minggu berturut-turut, lama-kelamaan bisa rutin juga. Ada perubahan signifikan yang saya rasakan. Tubuh makin seger, makin hepi, gak mudah sakit dan lebih mampu menahan nafsu untuk makan junk food. Rutin olahraga juga membuat kita tidak gampang stress dan lebih tangguh menghadapi tantangan hidup.

Agar lebih bersemangat, saat bersepeda saya menggunakan aplikasi Endomondo. Dengan aplikasi ini saya bisa memantau semua latihan via GPS, memeriksa statistik, mencapai target kebugaran dan tahu berapa kalori yang terbakar. Soalnya pernah juga sepedaan cuma bakar 300-an kkal, habis itu makan bubur ayam pakai hati dan telur ditambah sate usus tiga tusuk. Kalau dihitung sekitar 500-an kkal. Olah raganya segitu doang, makannya yang dibanyakin. *elus-elus perut

gabung-gowes

Aplikasi Endomondo

Jadi jangan sampai kita kerja terus menerus, lembur sampai malam hari. Ditambah lagi dengan pola makan sembarangan dan  malas olahraga,  maka bisa dipastikan fisik akan mudah tumbang.  Semua harus seimbang. Hidup bersahaja, bekerja dengan ikhlas, berbuat baik, rajin berbagi, khusuk berdoa, makan yang bergizi dan rutin olahraga; insya allah jiwa raga kita sehat dan bahagia.

Btw, kalau nanti kalian ketemu cowok naik sepeda gunung warna putih pakai ransel hitam di sekitaran lapangan Vatulemo Palu, tegur saja. Itu saia…

img_20130721_085250

Hidup seperti roda. Kadang di atas, kadang di bengkel tambal ban

img_20130914_165923

menikmati sepi di atas sebuah bukit

100_9479

Gowes kuliner. Makan-makan tetep yang utama

 

sepeda-pasar-seni

piknik pun sepedaan

img_8038

sego segawe. sepeda kanggo sekolah lan nyambut gawe

1

Rehat sejenak di Anjungan Nusantara, Pantai Talise

2

Di bawah Jembatan 4, landmark kota Palu

Iklan

16 pemikiran pada “Mengayuh Kebahagiaan

  1. Ping balik: Mengapa Saya Berlari | …ingin mengatakan begini dengan cara begitu…

Komentar kamu

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s