Jangan Titipkan Nasibmu Pada Manusia

Hidup terlalu sayang, jika hanya diukur dengan sesuatu yang kasat mata. Makanya jangan silau dengan jabatan, kekayaan, pendidikan atau gelar. Apa yang nampak, terkadang justru menipu. Dan adakalanya kegemerlapan merupakan cermin kepahitan yang gagal diredam.

Pendidikan setinggi langit tak selalu berbanding lurus dengan kecerdasan ataupun kewarasan. Pelaku korupsi justru orang-orang dengan gelar berderet, yang tak perlu cemas esok makan apa. Seorang profesor pun bisa menjadi pengikut setia tukang sulap abal-abal yang katanya mampu menggandakan uang. Lha gimana nanti kalau dia ketemu Dajjal yang bisa menghidupkan orang mati. Bakalan jadi pengikutnya juga? Makanya, urip ojo gumunan, ojo kagetan.

Rupanya makin kesini, makin banyak orang orang yang gelisah dan penuh beban masalah. Dan karena kehilangan kesabaran pada Tuhan, akhirnya orang-orang itu mencari jalan pintas. Datang ke padepokan, menemui paranormal demi solusi semu. Bukannya selesai masalah, malah nambah masalah.

Ada yang pengen kaya dan terbebas dari hutang. Ada yang bermaksud mengamankan jabatannya agar tak diambil orang lain. Ada yang ingin dagangannya laris, ingin awet muda. Tak sedikit pula yang ingin sembuh dari penyakit yang diderita.

Karna peminatnya bejibun, maka banyak juga yang memilih jadi paranormal atau guru spiritual. Tak perlu sekolah tinggi-tinggi, cukup cari wangsit di bawah pohon atau bertapa di gunung Kawi. Kalau sudah sakti, uang akan datang sendiri. Sekali pasien konsultasi, maharnya bisa puluhan juta, lebih gede dari gaji PNS. Cepet kaya tanpa perlu korupsi. Pasiennya orang-orang terkenal, artis cantik dan pejabat.

Tapi ya itu tadi, kalau jadi dukun, berarti bersekutu dengan syetan. Musyrik. Dosa besar yang tak diampuni. Mendatangi dukun juga sama dosanya.

Jadi kalaupun saat ini hatimu kering kerontang butuh siraman rohani, butuh solusi atau teman bicara, jangan sekali-kali pergi ke padepokan. Sowan saja ke kyai di pesantren, kumpul sama orang-orang sholeh, ngaji yang bener dan minta tausiyahnya. Jangan ke ustad seleb, seleb yang pura-pura jadi ustad atau ustad abal-abal. Mending nonton pengajian pagi di TVRI. Gak usah neko-neko.

Dan pada akhirnya, hidup memang tak bisa lepas dari masalah. Suatu ketika, beban hidup akan terasa berat. Meskipun kuat secara fisik, cerdas secara intelektual dan dewasa secara emosional, tetap saja akan kesulitan jika lemah secara spiritual.

You know, God works in mysterious ways. Dari arah yang tak disangka-sangka. Dari arah tak terduga. Mintalah pada-Nya agar diberi jalan keluar.  Give your best effort. Pray. Jangan titipkan nasibmu pada manusia, meski ia kepala kantor, Gubernur ataupun Raja.

Iklan

4 pemikiran pada “Jangan Titipkan Nasibmu Pada Manusia

Komentar kamu

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s