Piknik Asyik Di Bali; Ubud & Uluwatu

Sulit rasanya untuk tidak jatuh cinta pada Bali. Meski baru dua kali berkunjung ke Pulau Dewata, namun separuh hati saya sudah terpikat oleh pesona alam, budaya, adat istiadat dan keramahan warganya. Setiap sudut Bali menyuguhkan keindahan tiada tara. Bali adalah sekeping surga. Saya percaya, Tuhan menciptakan Bali saat sedang tersenyum.

Bagi sebagian orang liburan ke Bali itu menguras kantong. Padahal gak juga lho. Jika direncanakan dengan matang, nabung dulu dan pinter-pinter milih, kita tak harus merogeh kocek terlalu dalam. Tiket pesawat kan banyak yang promo, penginapan harga seratus ribuan pun ada. Dari yang murah sampai mahal ada.

Begitu juga dengan paket wisata. Ini ada beberapa brosur yang saya dapatkan di terminal kedatangan bandara I Gusti Ngurah Rai. Selama jalan-jalan di Bali, saya bersama Bayu & Nini menggunakan jasa Agus Kembar Transport. Mobilnya Inova, baru, bersih dan wangi. Drivernya Bli Agus. Saya sempat bertanya-tanya, orang Bali kok namanya Agus. Biasanya kan Made, Ketut atau Wayan. Bli Agus ini masih muda, ramah, dan teman perjalanan yang menyenangkan, sekalian jadi guide. Soal harga, cincai lah. Jika berminat, bisa hubungi nomer Bli Agus 0812 4656 5589 / 0878 6117 1356.

 

IMG_20160719_151912_HDR_1468914408100

Perjalanan dimulai pukul 08.30 WITA. Ada empat lokasi wisata yang akan kami kunjungi dalam sehari. Tujuan pertama adalah Mandala Suci Wenara Wana atau lebih terkenal dengan sebutan Scared Monkey Forest Ubud. Sebuah hutan kecil seluas 27 ha dengan 115 ragam pepohonan yang di dalamnya terdapat ratusan monyet liar. Letaknya di Padang Tegal, Ubud, Kabupaten Gianyar. Sekitar satu jam dari Denpasar. Monyet di sini lucu-lucu, nggemesin. Tapi juga ngeselin. Mereka suka usil, ngambil barang bawaan pengunjung. Makanya harus ekstra waspada.

1

Harga tiket untuk wisatawan lokal Rp. 40.000,-

3

Lucu, nggemesin tapi usil

Tapi gak perlu panik jika monyet-monyet itu melompat ke arah kita. Jika sampeyan membawa makanan, lepaskan saja makanan itu dan berjalanlah perlahan. Monyet itu akan melompat turun. Gak perlu lari saat didekati monyet. Tenang saja dan jangan berteriak, nanti monyetnya malah marah. Dan satu hal lagi, jangan pernah menatap mata monyet, nanti dikira ngajak kelahi. Monyet paling gak suka digituin.

22

sahabat monyet

2

Kalau barang kita diambil monyet, ada pawang yang siap bantu kita

4

Monyetnya lagi caper sama turis Korea

Setelah puas mengelilingi Monkey Forest yang sejuk dan rindang, perjalanan dilanjutkan menuju Tegal Alang, Ubud. Sebuah persawahan terasiring yang tidak begitu luas, namun sungguh eksotis. Sebenarnya ada beberapa lokasi persawahan terasiring di Bali, seperti di Jatiluwih, Pupuan, Antosari, Busungbiu dan Karangasem. Namun Tegalalang menjadi favorit wisatawan karna lokasinya yang berdekatan dengan objek wisata lain seperti Monkey Forest, Kintamani, Tampak Siring dan Taro Elephant Park. Di sepanjang jalan menuju ke lokasi wisata Tegalalang pun  terdapat art shop yang menjual berbagai macam handicraft khas Bali.

5

pemandangan alami yang menyejukkan hati

7

teduh dipandang

22

Mbak Nini lagi pose. Dia yang ngurusin tiket, hotel dan akomodasi selama jalan-jalan.

Kami tiba di Tegalalang ketika matahari sedang terik-teriknya bersinar, sekitar jam  dua belas siang. Di tengah kondisi panas seperti itu, paling enak istirahat sambil makan siang di Teras Padi Café, sebuah resto yang terkenal di Tegalalang. Namun karna waktu itu bulan Ramadhan dan kami sedang puasa, ya gak jadi. Kami pun juga mengurungkan niat untuk trekking di persawahan, demi menjaga kondisi. Sebab perjalanan kami masih berlanjut menuju Pura Uluwatu untuk menyaksikan pertunjukkan tari kecak.

11

Teras Padi Cafe. Gambar dari Google

10

Teras Padi cafe. Gambar dari google.

9

sekumpulan turis asing yang sedang trekking. gak peduli panas

Meski diterpa lapar dan dahaga, saya dan kawan-kawan berusaha menikmati perjalanan ini. Saya yakin, di setiap perjalanan yang melelahkan, apapun bentuknya, akan memberi persepsi baru tentang kehidupan.

Dan akhirnya setelah dua jam perjalanan, kami tiba di Pura Uluwatu yang terletak di desa Pecatu Kecamatan Kuta Selatan, Kabupaten Badung. Yang membuat pura ini makin indah adalah letaknya yang berada di tepi tebing, sekitar 100 meter dari permukaan laut.

12

Tiket masuk ke Pura Uluwatu, Rp. 20.000,-

13

Pura Uluwatu, menjelang senja

bayu bro nini

Lingua. Bayu, Nini, Danang

14

Di bawah Pura Uluwatu adalah pantai Pecatu. Sering digunakan untuk even lomba selancar

Uluwatu Beach

A post shared by Danang Budiarto (@bro_danang) on

 

Tak hanya itu, di Pura Uluwatu juga terdapat pertunjukkan kecak yang istimewa. Terasa istimewa karna bisa sekaligus menyaksikan matahari terbenam.

15

ritual sebelum pertunjukan kecak. Harga tiketnya 100rb

16

Rama dan Sinta

Tari Kecak

A post shared by Danang Budiarto (@bro_danang) on

 

18

Hanoman dibakar

Usai menyaksikan tari kecak, kami segera menuju ke Pantai Jimbaran untuk makan malam. Menikmati seafood ditemani debur ombak yang menderu, dinginnya angin laut, dan gemulai gadis Bali yang lenggak-lenggok menari, menambah syahdu suasana malam itu.

21

Resto ini menyediakan menu seafood yang masih segar

19

makan di tepi pantai, makin romantis

20

makin malam, pengunjung makin ramai

23

Tiap restoran punya panggung untuk pertunjukkan tari

Jalan-jalan dari pagi hingga malam benar-benar menguras stamina. Paduan antara capek dan kenyang bikin nguantuk. Rencana berburu oleh-oleh gak jadi malam itu, diganti keesokan paginya, sekalian pas mau pulang.  Pusat oleh-oleh khas Bali kan dekat bandara.

24

Krisna, buka 24 jam

25

Tempatnya luas dan nyaman

26

Murah meriah. Harga mulai 20.000,-

27

Semuanya ada di sini. Salak bali, dodol kering, pie susu, keripik, ceker garing dan kue kering

28

kerajinan tangan khas Bali pun ada di sini

Hanya secuil keindahan pulau Bali yang saya nikmati selama dua hari. Masih banyak tempat-tempat yang lebih menawan yang belum sempat saya kunjungi. Dan saya berjanji untuk datang ke Bali lagi. Terima kasih Bali.

 

Iklan

8 pemikiran pada “Piknik Asyik Di Bali; Ubud & Uluwatu

  1. Ping balik: Mengintip Keindahan Matahari Terbit Di Pantai Sanur | …ingin mengatakan begini dengan cara begitu…

Komentar kamu

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s