Kebetulan Yang Terencana

Selepas lulus SMA, saya sempat bingung mau ngapain lagi. Pengennya kuliah di kampus ternama, ngambil jurusan yang saya sukai. Namun mengingat biaya kuliah dan kondisi perekonomian keluarga, ciut nyali saya. Pasti ini akan memberatkan orang tua. Dan saya ndak mau memaksakan diri. Mau langsung kerja, masih belum kepikiran.

Di tengah kebimbangan itu, secara kebetulan ada seorang kawan yang main ke rumah membawa selebaran info sekolah kedinasan. Kuliahnya gratis. Singkat cerita saya daftar di situ dan diterima. Saya saja heran, kok bisa lulus, padahal gak pintar-pintar amat. Seandainya teman saya ndak main ke rumah, ndak ngasih info kuliah gratis, mungkin jalan cerita kehidupan saya akan berbeda. 

Semua kejadian dalam hidup kita random dan pada akhirnya membentuk keadaan seperti ini. Ternyata satu peristiwa yang terjadi, bisa membuka atau menutup peristiwa lain yang lebih besar. Apakah ini sebuah kebetulan? 

Rasanya terlalu sempurna jika menyebut kejadian-kejadian seperti itu sebagai sebuah kebetulan. Saya yakin, pertemuan tersebut sudah diatur sedemikian rupa. Tak ada yang kebetulan dalam hidup ini.

Makanya ketika bertemu  dengan siapapun, saya berusaha untuk mensyukuri. Setiap pertemuan dengan orang lain bukanlah kebetulan. Bertemu dengan orang baik, mengajarkan pada kita agar mencontoh kebaikannya. Bertemu orang jahat, menyadarkan kita bahwa tidak sepatutnya kita bertindak tercela seperti itu. Akan selalu ada makna di setiap pertemuan.

Masih banyak kebetulan-kebetulan kecil yang menghampiri kehidupan kita. Ban bocor, pesawat delay, terjebak macet, bisa jadi adalah sebuah skenario langit yang akan menyelamatkan kita dari bencana lebih besar.

Ada SMS nyasar, lalu kenalan, akrab dan berlanjut ke pelaminan, juga bukanlah sebuah kebetulan. Atau seperti di sinetron FTV, gak sengaja nabrak seseorang, kemudian  minta maaf, terpesona dan selanjutnya…

Pas lagi bokek, bingung mau beli beras, tiba-tiba ada kawan yang insyaf mengembalikan hutangnya bertahun-tahun yang lalu. Masih menganggap ini kebetulan?

Saat tersesat di tengah perjalanan, tanpa sengaja bertemu dengan orang lain yang dengan tulus ikhlas membantu tanpa pamrih. Kebetulan juga?

Sudah setengah perjalanan  menuju tempat kerja, lalu keingat dompet ketinggalan. Balik lagi ke rumah buat ngambil. Ternyata di dekat kantor ada razia kendaraan sedari jam 6 sampai jam 8 pagi.

Andai gak balik ke rumah, pasti ditilang. Karena SIM dan STNK ada di dompet. Kebetulan? Padahal pas balik ke rumah sempat ngedumel karna bakalan telat dan dipotong gaji.

Hidup adalah rangkaian-rangkaian kebetulan yang sebenarnya adalah takdir Tuhan. Mari nikmati kebetulan-kebetulan itu dengan penuh rasa syukur. Ambil hikmahnya, temukan maknanya.

Iklan

7 pemikiran pada “Kebetulan Yang Terencana

Komentar kamu

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s