Cerita Tentang Gunung

Sebagai seorang lelaki, pernahkah Sampeyan melakukan perjalanan seorang diri berbekal tekad dan keyakinan? Meski tidak sering, namun saya pernah melakukannya. Masuk ke hutan, mendaki gunung, menyusuri lembah atau ke pantai. Bagaimana rasanya? Menyenangkan sekali. Terkadang kita bisa belajar mensyukuri hidup saat menyatu dengan alam. Alam selalu memberi kesejukan, ketenangan dan kedamaian. Adakalanya kita justru menemukan kegembiraan dalam sunyi, sepi dan sendiri. Dalam dekapan alam, kita bisa mencari yang terselip dan menemukan sesuatu yang pernah terlewat.

me

kekinian

pohon

Tapi kini gunung tak lagi sunyi. Setidaknya itu yang saya rasakan saat ke Gunung Matantimali Palu Sulawesi Tengah. Meski tempatnya jauh di atas, semua orang, entah pendaki betulan atau pendaki jadi-jadian, berlomba-lomba menggapai puncaknya dengan beragam alasan. Demam kekinian seperti acara traveling di tivi, demi kepuasan batin, agar hasil foto yang kita upload di sosmed dapat jempol dan love, atau hanya untuk keren-kerenan karna berada di tempat yang jauh lebih tinggi dari biasanya yang dipijak.

IMG_1444

gunung apa pasar nih, rame banget

3

ke gunung cuma untuk groufie

11

cemungudh kakak….

Padahal ke gunung bukan hanya perkara menuju puncak. Tujuan mendaki gunung bukanlah puncak, tapi tiba kembali di rumah dengan selamat.  Dan yang lebih penting lagi adalah bagaimana kita bisa menaklukkan ego pribadi kita selama perjalanan. Gunung mengajarkan bahwa ada yang lebih tinggi dari kita. Saat tersungkur di alam, tengadah di puncak gunung, kita kan merasa diri ini tak ada apa-apanya. Kecil.

a2

kota Palu nampak dari atas

b1

romantisme ala anak gunung

Aura puncak gunung yang begitu memikat menjadi daya tarik tersendiri bagi semua orang. Ngobrol di puncak gunung, menikmati matahari terbit, bakar api unggun, menatap langit penuh bintang dan bulan yang sedang cantik-cantiknya, sungguh indah. Dan saya tak punya hak melarang siapa pun pergi ke gunung. Cuma bisa berpesan, jangan lebay di gunung. Jaga diri baik-baik, siapkan fisik dan mental sebelum mendaki. Gak perlu neko-neko dan jangan nyampah. Jika benar-benar mencintai alam, maka kita tak akan pernah merusak dan mengotorinya.

foto

berburu sunrise

sunrise2

matahari terbit

Iklan

4 pemikiran pada “Cerita Tentang Gunung

Komentar kamu

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s