[Reviews] Sabtu Bersama Bapak

Libur Lebaran dan tahun baru adalah momen yang pas untuk merilis sebuah film. Bisa dikatakan momen-momen tersebut adalah prime time nya film nasional, masa panen yang tepat untuk meraup jumlah penonton sebanyak-banyaknya.

Lebaran tahun ini saja ada lima film yang tayang bersamaan. Koala Kumal, Jilbab Traveler Love Sparks In Korea, Sabtu Bersama Bapak, Rudy Habibie dan I Loye You From 38.000 Ft.

image

Saya memilih nonton Sabtu Bersama Bapak. Kenapa? Pertama karna saya sok kenal sama penulis novelnya, Adhitya Mulya. *tapi dia gak kenal saya 😂. Dia adalah salah seorang penulis favorit saya. Blognya http://www.suamigila.com sering saya kunjungi, isinya keren. Menonton film ini juga wujud saya mengapresiasi karya anak bangsa. Sejak akhir tahun lalu, Adhitya Mulya juga sudah ngasih bocoran tentang film ini di blognya. Jadi makin penasaran lah.

Kedua, karna yang main di Sabtu Bersama Bapak bukan Reza Rahadian *becanda gaes. Memang akan tiba masanya di mana semua film Indonesia dibintangi Reza Rahadian. Ini bisa diibaratkan Buffon di timnas Italia. Banyak talenta-talenta muda selain Buffon, tapi entah mengapa hanya dia yang dipasang sebagai kiper Timnas meski usianya tua. Memang aktingnya Reza bagus, tapi kalau di setiap film dia terus yang muncul, kok rasanya gimana gitu…*ahsudahlah. Trus di film ini ada Deva Mahenra, pemeran Bastian di Tetangga Masa Gitu, Net TV. Saya suka aktingnya. Lebay tapi asyik.

Ketiga, karena cerita di film ini benar-benar mantab. Film ini ringan, kocak, serius tapi santai. Sabtu Bersama Bapak juga sangat mengaduk-aduk emosi penonton dan penuh pesan moral. Beberapa kali saya menitikkan air mata. Lelaki berhati lembut seperti saya emang mudah tersentuh. Untung saya duduk di pojok belakang, jadi gak ada yang lihat *malu ah

Jadi ceritanya ada seorang ayah yang sakit kanker dan menurut dokter usianya tak akan lama lagi. Menyadari hal itu, sang ayah membuat rekaman video berisi nasehat-nasehat untuk anaknya yang bisa diputar kelak ketika ia sudah tiada. Ini adalah upaya terakhirnya agar ia tak hilang begitu saja. Sang ayah ingin agar anaknya tak merasa kehilangan di masa tumbuh kembangnya. Video hasil rekaman sang ayah itu, oleh ibunya diputar setiap hari Sabtu.

Film ini mengisahkan bagaimana menjadi seorang suami/ayah, tentang perjuangan seorang ibu membesarkan anak-anaknya, tentang pelajaran menemukan cinta.

Usai menyaksikan film ini, kita akan semakin disadarkan bahwa betapa berharganya keluarga, betapa menjadi seorang ayah itu tidak semudah yang kita pikirkan.

Film ini layak ditonton bersama keluarga. Saya nonton bersama anak-anak. Selama film diputar, anak saya begitu menikmati, gak ada satu bagian di film ini yang garing apalagi menjemukan.

Yang sudah nikah, mau nikah, ataupun jomblo rasanya perlu nonton film ini. Saya kasih nilai 8 untuk Sabtu Bersama Bapak.

image

kekinian

Iklan

Komentar kamu

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s