Kartini Tanpa Pensil Alis

...ingin mengatakan begini dengan cara begitu...

Sebagai lelaki yang menghormati wanita, saya mendukung hari ini 21 April ditetapkan sebagai hari libur nasional. Agar para wanita punya waktu lebih khusuk dalam  mempersiapkan perayaan hari Kartini. Nanti pas hari kelahirannya Cut Nyak Dien, bikin hari Cut Nyak Dien, libur lagi. Hari lahirnya Dewi Sartika, bikin perayaan, libur lagi dan lagi. Setuju banget pokoknya.

Bayangkan, betapa repotnya para wanita di hari ini. Pagi-pagi harus bangun, nyiapin kebaya, baju daerah, eye shadow, maskara, bulu mata. Demi tampil cantik di hari nan sangat penting bagi perkembangan kesetaraan gender.

Tapi saya jadi khawatir, kalau-kalau ada yang beranggapan bahwa Kartini adalah soal kebaya, make-up dan sanggul. Padahal gak selalu gitu kan.

Seorang Kartini juga bisa wanita yang berdaster. Yang sedari fajar menyingsing berjibaku dengan masakan bekal untuk anak dan suami tercinta. Lalu berlanjut bebenah rumah, momong si kecil, jualan on line, belanja di tukang sayur plus ngegosip dengan ibu-ibu komplek dan sederet aktivitas…

Lihat pos aslinya 185 kata lagi

Iklan

Satu pemikiran pada “Kartini Tanpa Pensil Alis

Komentar kamu

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s