Menikmati Sebuah Proses

“Just because the process hurts doesn’t mean the results won’t be beautiful”

Saya ndak terlalu ngerti Piala Oscar. Namun karna di linimasa saya banyak yang ngetweet tentang penghargaan tertinggi di dunia perfilman itu, membuat saya penasaran. Satu nama yang cukup mencuri perhatian saya adalah Leonardo Dicaprio. Setelah 5 kali masuk nominasi dan selalu di-PHP-in sama panitia, akhirnya tahun ini dia berhasil meraih piala Oscar pertama dalam karirnya. Sebuah penantian panjang sejak tahun 1993. Nunggu 23 tahun itu bener-bener melelahkan. Mungkin setelah ini Leo bisa istirahat tenang.

Dari perhelatan yang hingar bingar itu ada satu pelajaran menarik. Bahwa untuk mencapai sebuah keberhasilan, kesuksekan dan sejenisnya, diperlukan sebuah perjuangan yang tak kenal lelah serta proses yang tidak sebentar. Sayangnya hanya sedikit orang percaya pada proses. Kebanyakan lebih suka hasil akhir, pragmatis. Persetan dengan proses, yang penting tujuan tercapai.

Inilah yang membuat orang-orang memilih ambil jalan pintas. Pengen cepet kaya, tapi gak sabar, gak mau kerja keras, akhirnya korupsi. Mau langsing, punya tubuh seksi dan atletis, tapi malas olahraga. Maunya makan yang enak-enak, alhasil minum obat pelangsing.

Pengen lulus ujian, tapi ndak mau capek belajar, akhirnya nyontek atau makai joki. Karir mentok gak naik-naik, lalu melancarkan aksi untuk menjilat atasan, menyikut kawan dan bawahan, serta jadi budak ABS (asal bapak senang).

Mendambakan anak soleh, cerdas, dekat dengan orang tua; namun tak mau meluangkan waktu untuk mendidik buah hati dan tak pernah menjadi teladan yang baik untuk mereka. Justru melimpahkan tanggung jawab mendidik ke mertua atau pengasuh. Merasa sudah menjadi orang tua yang baik ketika bisa  memanjakan anak dengan materi. Atau menyekolahkan di sekolah mahal yang pulangnya sore.

Begitulah yang namanya proses, terkadang menyakitkan. Jika apa yang kita inginkan mudah tercapai, tentu hidup ini tak greget lagi. Tak ada lagi yang namanya perjuangan. Padahal di situlah nikmatnya sebuah proses.

Seperti saat mendaki gunung, perjalanan menuju puncaklah yang memberi kita banyak pengalaman. Begitu juga ketika turun. Kalau sudah sampai puncak mah biasa saja.

Atau ketika kita membangun sebuah bisnis. Jatuh bangun terlebih dulu, merasakan jualan ndak laku, bankrut, sebelum akhirnya ditakdirkan untuk sukses.

Jadi kalaupun saat ini mimpimu belum terwujud, jangan bersedih. Di setiap kegagalan yang menyapa, sesungguhnya Tuhan menggantikan dengan sesuatu yang lain. Bahkan kegagalan pun layak kita rayakan, asal kita sudah berusaha dengan sunguh-sungguh. Toh kita tidak sendiri. Ada Agnez Mo yang sejak abad kejayaan gembar gembor go international, sampai kini pun masih terus berjuang menuju kesana. Ia tak patah semangat meski disalip Joey Alexander, Iko Uwais maupun Joe Taslim.

Yang kita perlukan hanyalah terus berusaha, hingga pada akhirnya kita benar-benar layak untuk mencicipi indahnya sebuah keberhasilan.

Iklan

3 pemikiran pada “Menikmati Sebuah Proses

Komentar kamu

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s