Jalan-Jalan Ke Palu; Menyaksikan Gerhana Matahari Total

Orang tua dan saudara-saudara saya yang di kampung mengira bahwa kondisi di luar Jawa itu masih sangat tertinggal. Disangkanya di luar Jawa itu masih berupa hutan, sering mati lampu, jalanan belum diaspal, susah air dan belum ada Mall. Padahal ya ada benarnya nggak juga.

Seperti kota Palu yang saya tinggali sekarang, ternyata jauh lebih ramai daripada kampung halaman saya di Ngawi, Jawa Timur. Mungkin karna keluarga saya keseringan nonton Si Bolang, lihat Salam Dari Desa-nya TVRI serta Pesona Budaya Nusantara, akhirnya terbentuk mindset bahwa luar Jawa itu ya seperti itu.

Ditambah lagi mereka belum pernah ke sini, lengkap sudah. Pas saya ceritain di Palu ada bioskop XXI, ada Matahari, Ramayana, Hypermart, Carrefour dan Pizza Hut; mereka kaget. Di Ngawi malah gak ada. Sempat nanya pula, di Palu ada ATM gak? Jiah, gak segitunya kali. Jangankan ATM, Bank Indonesia saja ada di Palu. Kurang besar apa lagi Palu ini.

Mumpung tanggal 9 Maret nanti ada gerhana matahari total di Palu, gak ada salahnya kalau Sampeyan main ke sini. Biar tahu bahwa Indonesia itu luas. Indonesia itu bukan cuma Jakarta, Bandung, Jogjakarta dan Surabaya. Gak bakalan rugi deh main kesini. Hanya ada 11 kota lho yang dilewati gerhana total. Sebagian nama kota ini mungkin asing di telinga sampeyan: Bangka Belitung, Balikpapan, Jailolo (Halmahera Barat), Kao (Halmahera Utara), Lubuk Linggau, Maba (Halmahera Timur), Palangkaraya, Palembang, Palu, Poso, Ternate dan Tidore.

Kota Palu akan berada di dalam jalur totalitas dengan durasi gerhana total 2 menit 3,3 detik. Puncak gerhana di kota Palu akan terjadi pada pukul 08:38:45.8 WITA. Kejadian gerhana matahari total ini langka,  Baru akan terjadi 250 tahun mendatang. Terakhir pernah ada gerhana matahari total di Indonesia pada tahun 1983.

Kata mbah saya, waktu itu masyarakat dilarang melihat terjadinya gerhana. Bisa merusak mata katanya. Hansip dan aparat keamanan disiapkan untuk menjaga agar tidak ada warga yang keluar rumah. Suasana dibuat dramatis. Yang diperbolehkan melihat gerhana malah ilmuwan-ilmuwan dari luar negeri.

Sekarang jaman sudah maju, masyarakat lebih cerdas. Respon terhadap gerhana pun  beda dengan kejadian 33 tahun lalu. Kalau dulu banyak yang bersembunyi saat gerhana, saat ini justru penasaran ingin menyaksikan. Hotel-hotel di kota yang dilewati gerhana sudah full booked oleh wisatawan dari luar kota.

Mengamati proses terjadinya gerhana matahari memang aman kok, asal caranya benar.

LSGMT_observasi

gambardari gerhana.langitselatan.com

Setelah menyaksikan gerhana, sampeyan juga bisa nonton konser SLANK di kota Palu. Jika masih punya waktu, bisa juga jalan-jalan ke beberapa tempat wisata. Palu punya pantai-pantai yang luar biasa indahnya. Ada pantai Tanjung Karang, tempat diving dan snorkling yang ndak kalah sama Bunaken. Ada pantai Tumbelaka dan Pantai Talise. Semua pantai itu lokasinya tidak jauh dari pusat kota.

Snorkling

A post shared by Danang Budiarto (@bro_danang) on

Taman Ria Palu #naturelovers #nature

A post shared by Danang Budiarto (@bro_danang) on

Pantai Tumbelaka #beach #blue

A post shared by Danang Budiarto (@bro_danang) on

Happy weekend great people… #sky #sea #mountain #blue

A post shared by Danang Budiarto (@bro_danang) on

Bosen di pantai, bisa pergi ke gunung untuk kemping atau main paralayang.  Karna pengaruh panas bumi dan cuaca yang bagus, terbang paralayang di Palu bisa sampai 30 menit. Beda dengan paralayang di Puncak Bogor atau di Gunung Banyak Malang yang cuma 10 menitan. Biayanya murah meriah, 350 ribu untuk terbang tandem.

Lokasi take off #Paralayang #Matantimali #FASI #aerosport

A post shared by Danang Budiarto (@bro_danang) on

Siapkan parasut sebelum terbang #Paralayang

A post shared by Danang Budiarto (@bro_danang) on

Meliuk-liuk di tepi cakrawala #Paralayang #aerosport

A post shared by Danang Budiarto (@bro_danang) on

Selfie dari ketinggian 1100 dpl #Paralayang #Matantimali #aerosport

A post shared by Danang Budiarto (@bro_danang) on

Tujuan naik gunung bukanlah puncak, tapi pulang ke rumah dengan selamat

A post shared by Danang Budiarto (@bro_danang) on

Gak cuma tempat wisatanya yang keren, kuliner khas Palu juga sangat menggoda lidah. Kaki lembu donggala, biasa disebut Kaledo adalah semacam sup buntut. Bedanya tulangnya dari kaki lembu dan disajikan dengan ubi.

Jika tidak suka dengan Kaledo, bisa mencicipi nasi kuning Palu yang nikmatnya juara banget.

Masih mikir biaya ke Palu. Gak mahal kok. Ada pesawat dari Surabaya dan Jakarta yang dirrect ke Palu. Harga tiketnya masih bersahabat, gak nguras kantong.

lion sub plw

Cuma Lion air yang dirrect Surabaya-Palu

jkt plw

Selain Lion Air, ada juga Garuda yang dirrect jakarta-Palu

 Jadi gimana, tertarik main ke Palu?

Iklan

11 pemikiran pada “Jalan-Jalan Ke Palu; Menyaksikan Gerhana Matahari Total

Komentar kamu

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s