Rapelan Gaji

Kerja ikut orang itu, selain gampang gampang susah, juga banyak suka dukanya. Dukanya; selain harus nurut, tunduk, patuh dan disuruh-suruh, juga bakalan tak bisa lepas dari yang namanya dimarahi. Ndak papa, harus kuat mental. Itulah resiko kerjaan. Sukanya; banyak. Salah satu diantaranya, kalau Bos di kantor pusat lagi cuti baik hati, pas dapat hidayah gitu.  Gak ada angin gak ada hujan tiba-tiba gaji karyawannya dinaikin.

Kita pun jadi bingung, jangan-jangan habis gaji dinaikin trus dirumahkan. Semoga gak lah. Soalnya sekarang kan lagi musim PHK. Yang paling gres perusahaan Chevron memangkas 1200 karyawannya. Gara-garanya adalah kondisi harga minyak mentah yang rendah dan bergerak di kisaran 30 dollar AS per barrel.

Ford, perusahaan asal Amerika juga menutup bisnisnya di bursa mobil tanah air, karna kalah bersaing dengan mobil-mobil Jepang.  Berarti karyawannya kehilangan pekerjaan. Pabrik Panasonic dan Toshiba juga menyusul akan tutup pada Maret 2016 mendatang. Perusahaan Jepang itu berencana memPHK 2500 karyawannya. Makanya bersyukur banget deh masih punya kerjaan dan penghasilan.

Para buruh ya senenglah gajinya dinaikin. Berasa dapat durian runtuh. Tapi ada juga yang bingung mau dipakai apa duitnya. Lha wong yang bulan kemaren saja belum habis *sombong. Ada pula yang sedih, sebab berita rapelan ini sudah diketahui istrinya. Jadi gak bisa buat hura-hura. Biasanya yang seperti ini karna saking takutnya sayangnya sama istri.

Trus naiknya gaji terhitung mundur lagi, TMT (terhitung mulai tanggal) November tahun lalu. Berarti kami nerima rapelan. Kalau kalian belum tahu apa itu rapelan, ini saya kutipkan artinya dari Kamus besar Bahasa Indonesia :

rapel/ra·pel/ /rapél/ n bagian gaji atau imbalan berupa uang yang diterimakan sekaligus di kemudian hari karena adanya kelebihan yang belum diberikan

Sederhananya seperti ini. Misal dari November tahun lalu gaji pokok saya masih Rp. 100.000/bulan. Lalu muncul aturan bahwa  seharusnya Rp. 150.000/bulan semenjak bulan November 2015. Karna dari November 2015 sampai Januari 2016 kemarin gaji pokok saya masih menggunakan besaran yang lama, maka rapel 3 bulan. Besarnya dari selisih gaji baru dikurangi gaji lama. Jadi selisihnya Rp.50.000 x 3 bulan. Dapatnya Rp. 150.000,-  Lumayankan, bisa buat beli taperwer.

Begitu ada sms banking dari 3355, berarti rapel sudah masuk rekening. Maka di pabrik langsung beredar list sumbangan buat cleaning service dan kawan-kawan. Berbagi kebahagiaan gitu. Yang bertugas ngedarin list haruslah karyawan yang sabar.

Setiap kali ndatangi karyawan, pasti ndak ada yang mau ngisi duluan, maunya belakangan. Ngisi list ini harus nulis nama dan jumlah sumbangan. Kalau ngisi duluan kan serba salah. Mau ngisi sedikit nanti dikira pelit. Mau ngisi banyak, ingat kebutuhan yang lain. Dilematis.

Tapi kalau sudah ada salah satu orang nulis 20ribu gitu, maka yang lain bakalan ngikutin. Yang pertama selalu jadi patokan. Jika yang pertama ngisinya kebanyakan, pasti dia bakalan di bully karyawan yang lain. Kalau prinsip saya sih, dari pada sepuluh ribu gak ikhlas, mending limapuluh ribu tapi ikhlas.

Selain ngisi list sumbangan di tempat kerja, kalian juga bisa berbagi kebahagiaan kemana saja, pada siapa saja. Yang paling afdhol tentunya pada keluarga terdekat dulu. Bisa juga ke tetangga yang kurang mampu, ke panti asuhan atau masjid dekat rumah. Terserah. Yang pasti, berapapun yang kamu berikan dan infakkan; itu  akan menjadi rizki yang sangat dibutuhkan di hari kelak. Sebab memberi itu terangkan hati.

 

Iklan

2 pemikiran pada “Rapelan Gaji

Komentar kamu

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s