Arisan Yuk Cyin…

Agak aneh juga kalau ada yang menganggap arisan sebagi salah satu bentuk investasi. Alasannya sih daripada uangnya habis dan gak bisa ditabung. Kalau mau investasi ya yang pasti-pasti saja. Misalnya sampeyan punya duit 100 juta, ya investasikan saja ke properti 50 juta, emas 30 juta, reksadana 10 juta dan beli dollar 10 juta. Hasilnya lebih menjanjikan. Tahun lalu, yang investasi di properti bisa meraup keuntungan 10-20%, emas 5%, dollar 10%. Cuma reksadana yang minus 15%. Tapi kalau untuk jangka panjang, reksadana tetap lebih menguntungkan.

Jadi arisan itu lebih untuk acara kumpul-kumpul, menjaga silaturahmi dan seru-seruan. Gimana gak seru, semua bisa dibuat arisan. Mulai arisan uang, arisan haji, arisan motor, arisan buku sampai arisan taperwer dan layen star. Sebaiknya dana yang dialokasikan untuk arisan ndak usah besar dan jangan sampai ikut terlalu banyak grup arisan. Nanti memberatkan. Ikut arisan dasawisma, arisan RT, arisan PKK di kelurahan, arisan Darma Wanita, arisan majelis taklim dan arisan keluarga. Kalau ditotal sudah berapa tuh? Bisa mengganggu cash flow bulanan. Belum lagi kalau sebulan ada 10 undangan kawinan atau sunatan. Apa ndak mumet sampeyan dimintai tambahan jatah uang bulanan.

Harusnya arisan itu menyenangkan, ketemu teman atau tetangga, bisa saling curhat dan berbagi. Biar ibuk ibuk ndak jenuh dengan urusan rumah tangga juga. Tapi sayangnya fungsi arisan mulai berubah. Sekarang arisan lebih digunakan sebagai ajang pamer kemapanan dan kesuksesan. Seolah para peserta arisan sempurna, baik-baik saja tanpa ada masalah apapun. Padahal aslinya termehek-mehek didera kerasnya kehidupan. Ada juga yang sampai meriang dan panas dingin, gara-gara dipamerin terus.

Tak jarang saat lagi ngumpul di arisan malah ngengosip, ngomongin si A atau mencurigai si B yang megang uang kas. Jika kondisinya seperti ini, maka arisan sudah tidak sehat lagi. Pertimbangkan untuk tetap bertahan di situ. Kalau pesertanya banyak, apalagi ibuk-ibuk, peluang munculnya konflik dan permasalahan akan makin besar. Tahu sendiri kan, wanita pandai membesar-besarkan sebuah masalah. Uang kas arisan naik sepuluh ribu saja, atau pengurus arisan yang tidak transparan menyampaikan laporan keuangan, bisa jadi perang dunia ke tiga.

Saya juga pernah punya grup arisan, cuma enam keluarga. Kumpulan papah muda dan mamah muda. Anak-anak juga diajakin saat arisan. Awalnya cuma arisan, lama kelamaan semakin akrab. Apalagi semuanya perantauan. Semacam menemukan saudara baru. Seneng jadinya. Kegiatan kami pun berkembang. Ada masak bareng, piknik bersama, bakti sosial dan bikin TPA untuk anak-anak. Tapi sayang sekarang sudah bubar, bukan karna anggotanya pada berantem. Kami semua terpisah terkena badai mutasi dari pabrik. Ada yang masih di Jawa, ada pula yang di Sumatra. Sedang saya terdampar di Sulawesi.

Begitulah seharusnya arisan. Mengakrabkan, menghangatkan, merekatkan dan saling menolong. Bukan menjauhkan, merenggangkan atau malah nambah musuh baru. Jangan sampai lah.

Kira-kira sampeyan tertarik ikut arisan gak? Atau barangkali punya pengalaman menarik tentang arisan?

Iklan

15 pemikiran pada “Arisan Yuk Cyin…

  1. ya mas seharusnya menyenangkan, bisa sebagai ajang komunikasi dan silaturahmi. saya pernah ikut arisan komunitas (ya meski setiap bulan digilir siapa jatah tiap anggota) asik, tapi sayangnya cuma bertahan selama 1 tahun. sesuai pada akhir tulisan mas bro/mas danang/mas bro danang? “mengakrabkan, menghangatkan, merekatkan dan saling menolong.” salam.

  2. Hehe seumur umur baru ikut arisan waktu di perusahaan kedua, biasa arisan 50rb an sesama rekan lantai 2. Waktu dapat arisan yang ada malah dana dipotong, katanya uang makan makan karena dapat arisan….heheh

  3. Ping balik: Nasehat Grup WA | …ingin mengatakan begini dengan cara begitu…

Komentar kamu

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s