Jangan Meludah Di Sumur Yang Airnya Kita Minum

Jaman sekarang, cari kerjaan susah. Saking sulitnya nyari duit, di Jakarta para pengemudi ojek pangkalan melarang driver Gojek masuk ke kawasannya. Sampai-sampai ada driver Gojek yang babak belur digebukin ojek pangkalan. Gojek dianggap telah merebut rejeki mereka. Memang semenjak ada Gojek, pengemudi ojek pangkalan kian terengah-engah mengumpulkan pundi-pundi rupiah. Kemajuan teknologi telah menggerus pendapatan mereka. Dan demi bertahan hidup, mereka berbondong-bondong mendaftar sebagai driver ojek online. Berharap ada perbaikan nasib.

Sebelum rekruitmen besar-besaran di Senayan, pendapatan pengemudi Gojek memang besar. Sebulan bisa lebih dari 8 juta, asal mau kerja keras. Tapi itu dulu. Maraknya moda transportasi berbasis online seperti Grab Bike, BlueJek, Uber  dan Bajaj App membuat persaingan makin ketat dan keras. Dapat dua juta sebulan itu sudah alhamdulillah, kata salah seorang driver. Itupun harus berpeluh-peluh.

Menyaksikan kisah-kisah seperti itu, saya sungguh merasa beruntung punya kerjaan, punya penghasilan yang lumayan buat menafkahi keluarga. Meski pekerjaan saat ini bukanlah cita-cita saya sewaktu kecil, tapi saya menikmatinya. Dulu pas masih SD, cita-cita saya banyak. Pengen jadi pilot, jadi pengacara, jadi tentara, jadi wartawan dan jadi insinyur. Tapi gak ada yang tembus.

Idealnya sih kita bekerja sesuai bakat dan minat yang kita sukai. Tapi kan kenyataan sering berkata lain. Bisa karna keadaan, faktor keberuntungan atau karna kesempatan yang tak berpihak. Ya sudah, cara terbaik adalah menikmatinya, mencintai pekerjaan kita saat ini. Dan ini gak mudah. Kebanyakan orang cuma suka gajinya, tapi benci kerjaannya.

Apapun pekerjaan kita, pasti ada suka dukanya. Paling seneng kalau bekerja sesuai passion. Gaji gede, fasilitas lengkap dan guyuran bonus setiap saat. Yang ini pasti bikin semangat selalu riang gembira. Gak enaknya tuh kalau pekerjaan menyandera waktu yang kita miliki. Pergi pagi pulang malam, lokasi kerja yang jauh, terjebak macet berjam-jam, umur habis di jalanan. Sudah gitu kerjaan monoton, kurang menantang, karier mandek, gaji tak sesuai harapan pula. Inilah resiko di balik sebuah pekerjaan.

Harus ada cara agar energi kita tak cepat habis menghadapi hal-hal seperti itu. Salah satunya dengan mencari kegiatan yang benar-benar beda. Ada seseorang yang sebenarnya bosan dengan kerjaannya, karna bertentangan dengan prinsip batinnya, pokoknya kurang bahagia lah. Pengennya resign, tapi kok sayang. Akhirnya dia mencari kegiatan di luar rutinitas sehari-hari. Dia aktif dalam kegiatan sosial, bergabung dengan sebuah komunitas, ketemu dengan teman-teman baru. Di situlah dia menemukan kebahagiaan.

Kita bisa mencontohnya. Jika pekerjaan membuat kurang happy, maka kita harus mencari sesuatu di  luar pekerjaan yang bisa menggetarkan jiwa kita. Bisa dengan traveling, ikutan ngeband, olah raga, majelis taklim, bergabung klub menulis atau teater. Ini bisa menjadi penyeimbang agar  kita tak terlalu merana. Ada kebahagiaan yang akan kita temukan di luar pekerjaan.

Jadi, kalau pun kerjaan kita gak asyik, punya bos yang menjijikkan, atau karna kita menjadi korban mutasi yang sadis, dipindahkan ke kota kecil di pelosok Indonesia sampai harus terpisah jauh dengan keluarga, gak perlu lah kita memaki-maki atau menjelekkan tempat kerja kita. Itu ibarat meludah di sumur yang airnya kita minum.

Cobalah untuk mencintai pekerjaan. Jika tak mampu, mungkin kita bisa mencintai rekan-rekan kerja yang cantik, suasana gedung, akses internet yang cepat dan gratis atau apa saja. Ini akan membuat kita selalu antusias dan suka cita dalam bekerja. Kalau belum bisa juga, mungkin tak ada alasan lagi untuk tetap bertahan.

****

When you working for others, your Boss creates your destiny

Iklan

5 pemikiran pada “Jangan Meludah Di Sumur Yang Airnya Kita Minum

Komentar kamu

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s