Rossi dan Marquez Perlu Ngopi Bareng

Balapan MotoGP di sirkuit Sepang Malaysia siang tadi luar biasa seru. Ada aroma dendam, konspirasi dan drama. Sebelum race dimulai, Rossi melontarkan statement bahwa Marquez membantu Lorenzo untuk menjadi juara dunia tahun ini. Entahlah, mungkin ini hanya psywar dari sang lejen untuk memanaskan suasana atau bagian dari strateginya. Kalau bener Marquez bantu Lorenzo, itu namanya Honda tunduk pada Yamaha. Padahal dua pabrikan ini saling bersaing. Rasanya gak mungkin lah.

Tapi kalau kita jeli melihat, tuduhan Rossi tidak sepenuhnya salah. Marquez begitu mudahnya disalip Lorenzo, seperti memberi jalan. Dan setelah itu ia tak nggoyo lagi mengejarnya. Marquez lebih memilih berduel dengan Rossi. Bisa jadi ini bentuk kekecewaan Marquez karna dituduh Rosisi yang tidak-tidak saat konferensi pers.

Sebagian pengamat menilai gaya berkendara si Baby Alien ini membahayakan rider lain. Manuver-manuvernya bikin jantung mau copot. Rossi merasakannya dan ia ndak suka lah dikacangin sama anak kemarin sore. Secara Rossi lebih senior gitu.

image

Akuuur yuk

Puncak kekesalan Rossi terjadi di lap ke tujuh, saat rider asal Spanyol itu menyundul kakinya. Emosi Rossi tak terbendung, ditendanglah Marquez hingga tersungkur.

image

Tendangan Maut

Sepertinya Marquez sedang melakukan diving, ditendang pelan gitu aja langsung rebah. Biar si Rossi kena pinalti. Marquez terinspirasi Inzaghi si raja diving dari Seri A Italia. Dan ternyata benar, akhirnya Rossi kena pinalti 3 poin dan harus memulai start di grid belakang pada balapan berikutnya di Sirkuit Valencia.

Terlepas dari komentar para pengamat balapan yang banyak beredar di dunia maya, bagi para fans nya, Rossi selalu benar. Sedang pemuja Marquez akan menuding Rossi sebagai seorang pecundang. Menghalalkan segala cara untuk jadi juara. Begitulah, cinta yang berlebihan selalu membutakan logika. Too much love will kill you.

Buat saya, tak penting siapa salah siapa benar. Yang justru menjadi perhatian saya adalah ada sebuah pelajaran berharga dari tontonan balap tadi. Bahwa dalam sebuah perlombaan, biasa terjadi sebuah persaingan, pertarungan, kecurangan, tekanan dan apa saja untuk saling mengalahkan serta menjatuhkan. Selalu ada sisi hitam dan putih. Ketika terbawa suasana, biasanya karna emosi, kita akan membalas kecurangan dengan kecurangan. Puas rasanya jika bisa melakukan hal seperti itu. Dan tanpa disadari, sebenarnya itu merugikan diri sendiri. Rossi buktinya. Ia berpotensi kehilangan gelar juara pada tahun ini.

Di sepak bola juga pernah ada kejadian yang mirip-mirip, saat Chelsea  melawan Arsenal pada 19 September 2015 lalu. Waktu itu Gabriel Paulista (Arsenal) terprovokasi ulah Diego Costa (Chelsea) yang mendorong jatuh Laurent Koscielny dengan dadanya. Paulista kena kartu merah, Costa cuma kartu kuning.

Jadi kalau lagi dicurangi, woles saja, jangan terpancing emosi. Kalau pun mau mbales usahakan agar tak sampai ketangkap kamera. Perbanyaklah ngopi dan piknik biar ndak mudah naik pitam.

Iklan

4 pemikiran pada “Rossi dan Marquez Perlu Ngopi Bareng

Komentar kamu

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s