SUAMI = Semua Uang Adalah Milik Istri

Hari gini masih ada loh yang gak tahu berapa penghasilan suaminya. Entah karena saking percayanya atau dikibulin suaminya. Buat apa juga nanyain, kan ATM sama buku tabungan suami sudah saya sita, kata seorang istri yang tak mau disebutkan namanya. *wah KDRT nih

Apapun alasannya, sebaiknya istri harus tahu. Jangan sampai suami cuma PNS golongan dua, sebulan bisa bawa pulang duit lima puluh juta. Harus ditanyain tuh, bener gak nyari duitnya. Nanti Gayus lho.

Suami juga harus jujur terhadap pasangan, berapapun yang ia dapatkan. Uang lembur, uang makan, uang transport, tunjangan komunikasi, jangan dianggap uang laki ya, dimasukin kantong sendiri. Termasuk punya hutang atau tidak, istri harus tahu. Kalau dalam urusan uang saja bohong, bahaya. Patut dicurigai. Jangan-jangan ada kebohongan lain yang ditutup-tutupi. Punya WIL gitu.

Dalam berumah tangga, urusan uang memang sensitif. Harus dikelola dengan baik. Biasanya dipegang oleh istri, semacam jadi menteri keuangan gitu dan cenderung dominan. Semua penghasilan suami dipegang istri. Suami dikasih jatah harian, serupa sangu anak sekolah. Ada pula suaminya yang pegang kendali, istri yang dikasih jatah bulanan atau mingguan. Pokoknya kalau kurang tinggal minta ke suami.

Beberapa pasangan yang lain memilih mengelola keuangan bareng-bareng, gak kaku. Fleksibel, bagi tugas dan saling kontrol. Kalau salah satu terlalu pelit atau terlalu boros, tinggal ngingetin. Istri ngurusin belanja bulanan, pendidikan anak dan liburan. Sedang suami bantu bayarin listrik, air, telpon dan tagihan lainnya. Kadang istri nraktir suami, atau sesekali suami yang bayarin istri ke salon. Ini sih masalah teknis saja. Wong sama suami istri sendiri, gak perlu pelit-pelitan dan perhitungan.

Oh ya, seberapa pun besarnya penghasilan yang diperoleh tidak menjamin seseorang menjadi makmur. Yang bikin makmur adalah bagaimana merencanakan dan mengelolanya dengan bijak. Tapi kalau ndak punya pekerjaan dan penghasilan, apa yang mau dikelola? Makanya, ayo kerja !

Memang mencari nafkah adalah kewajiban suami, namun ada juga istri ikut bekerja. Bahkan ada lho yang penghasilannya jauh lebih tinggi dari suami. Itu gak papa. Yang penting istri harus pinter-pinter bawa diri supaya suami gak terintimidasi. Trus bagaimana ngatur keuangannya? Suami tetep ngasih ke istri gak? Ya iyalah, sekali lagi itu kewajiban. Namanya juga SUAMI; semua uang adalah milik istri.

Yang gak boleh itu kalau suami cuma leyeh-leyeh di rumah, gak kerja, cengegesan, main gaple sambil rokokan, sementara istri pontang panting kelabakan mencari nafkah jadi TKW ke Hongkong. Suami durhaka itu namanya. Lelaki sejati itu harus mau berusaha demi keluarga tercinta. Karna  komitmen laki-laki bukan hanya diukur dari kasih sayang, tapi juga kasih uang. Suami yang baik bekerja bukan untuk mencari rejeki, karna rejeki sudah pasti. Bekerja bukan sebab satu-satunya mendapatkan rizki. Bekerja adalah tanggung jawab, menyambut pemberian dan karunia Tuhan. Hasil kerja seorang suami yang diberikan pada keluarga dengan jalan yang benar, akan menjadi penghalang panasnya api neraka.

Iklan

12 pemikiran pada “SUAMI = Semua Uang Adalah Milik Istri

Komentar kamu

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s