Masih Anggap Sepele?

Sesuatu yang besar selalu bermula dari yang kecil. Atau bahkan dari hal yang disepelekan. Seperti bencana kabut asap di Kalimantan dan Sumatra. Mungkin awalnya ada yang iseng buang puntung rokok, lalu terjadi kebakaran hutan. Ada juga yang sengaja membakar untuk kepentingan bisnis perusahaan, tapi pelakunya gak diapa-apain sama aparat. Dicuekin, disepelein dan dianggap biasa, gak diproses hukum. Kasusnya selalu mandeg di penegak hukum. Meski asap sudah sampai di negeri tetangga; Singapura dan Malaysia, penanganannya masih begitu-begitu saja. Mungkin lain ceritanya jika Jakarta yang dikepung asap. Pasti lebih cepat diatasi.

Padahal kesalahan-kesalahan kecil [sepele] yang dibiarkan akan mudah menular pada orang lain dan memicu pelanggaran-pelanggaran yang lebih besar. Dampaknya sangat sistemik. Coba saja sampeyan buang sampah sembarangan. Di ujung gang atau di sudut ruangan kantor. Dalam waktu yang tak terlalu lama semua orang bakalan ikut buang sampah di situ. Satu pelajaran kita dapat, perilaku buruk ternyata mudah menyebar dan menular.

Contoh lain adalah pedagang kaki lima yang dibiarkan berjualan di atas trotoar. Awalnya cuma satu orang, lama-kelamaan bertambah banyak. Setelah keberadaan mereka dirasa mengganggu -karna merusak pemandangan kota dan menimbulkan kemacetan- barulah ada tindakan tegas. Penertiban. Akhirnya kisruh, bentrokan berdarah. Ini akibat menyepelekan dan lamban dalam menangani. Atau jangan-jangan semacam pembiaran gitu ya. Kan PKL sudah ngasih setoran ke aparat.

Parahnya lagi, masih banyak orang yang merasa tak berdosa melakukan kesalahan-kesalahan kecil. Malahan ada yang bilang “gitu aja diributin, kurang kerjaan saja

Nylonong di lampu merah, nyrobot antrian, berbohong, beli buku bajakan masih dianggap gak papa. Padahal, orang yang suka nylonong dan nyrobot adalah orang yang tak sabaran dan tak bisa memenej waktu. Maunya serba cepat dan instan. Orang yang gemar berbohong berarti tak jujur. Dan korupsi  awalnya juga karna tak jujur. Suka bajakan, berarti tak menghargai hasil karya orang lain dan mencuri hak kekayaan intelektual.

Dan tahu gak sih, perubahan yang signifikan justru dimulai dari hal-hal kecil serta sepele. Keajaiban sering terselip pada sesuatu yang sederhana. Seperti berikut ini :

– Memeluk anak istri sebelum berangkat kerja. Kelihatannya sederhana, tapi ini akan menjadi energi yang luar biasa untuk para ayah dalam melewati hari yang sibuk. Kalau belum punya pasangan, peluklah orangtua atau saudara. Rasakan kehangatan cinta mereka.

– Rutin bangun pagi, sebelum fajar tiba. Secara tidak langsung, kebiasaan kecil ini menjadikan kita lebih disiplin dan menghargai waktu. Orang yang seperti ini kalau janjian gak pernah ngaret. On time.

– Giat berolah raga, menggerakkan tubuh. Jangan terlalu sering berdiam diri, apalagi duduk berjam-jam di depan komputer/televisi. Mulai saja dari 10 menit per hari, lalu tingkatkan lagi. Jika rutin dilakukan maka dampaknya akan luar biasa. Daya otak kita akan mekar, tubuh sehat, tak mudah putus asa, kemampuan menghadapi tantangan hidup semakin meningkat dan bersemangat. Bersepeda bisa dijadikan pilihan. Mulailah bersepeda sekarang juga, dari jarak terdekat. Bisa mengurangi kemacetan juga lho.

– Bersyukur. Setiap kali sampeyan bangun tidur atau mau tidur, cobalah untuk mensyukuri apa yang sudah sampeyan dapatkan. Bisa bangun pagi, sehat, bisa ngopi dan sarapan, itu nikmat yang luar biasa. Ucapkan terima kasih pada Sang Pemilik Kehidupan ini. Kemampuan kita untuk berterima kasih pada Tuhan akan membuat hidup ini menjadi indah dan penuh makna.

– Rajin berbagi pada sesama. Berbagi harta, berbagi ilmu atau berbagi kebaikan. Seperti menegur tetangga, memuji rekan kerja, memberi makan yang sedang kelaparan dan tersenyum pada orang lain. Nampaknya remeh, tapi boleh jadi dari hal-hal itulah pintu-pintu langit diketuk oleh puluhan doa yang memohonkan kebaikan untuk sampeyan. Doa itu datang dari orang-orang yang pernah sampeyan tolong.

Maka, jangan pernah meremehan kebaikan dan keburukan, sekecil apapun. Semua ada balasannya.

Iklan

9 pemikiran pada “Masih Anggap Sepele?

Komentar kamu

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s