Tak Sanggup Berbagi Hati

Kalau sampeyan sedang nyantai, lagi selo, lagi ngopi, pas nunggu taksi, pas gak ada kerjaan, atau apa sajalah; bisa baca ebook saya yang berjudul Ingin Mengatakan Begini Dengan Cara Begitu. Silakan download di sini.  GRATIS. Ebook itu berisi tulisan-tulisan saya di blog dan pernah diterbitkan menjadi sebuah buku pada bulan Maret 2015 yang lalu. Dijual online juga. Buat seru-seruan aja sih.

Ada 35 judul di ebook ini

Entah mengapa, tiba-tiba saya tergerak untuk membagikan ebook ini secara gratis. Sepertinya saya terinspirasi para anggota DPR yang suka berbagi. Berbagi proyek. Mereka saja mau berbagi masa saya enggak.

Tapi bukan cuma itu sih alasannya. Yang Maka Kuasa telah memberi begitu banyak kebaikan hidup, nikmat, rizki, kesehatan dan apa saja kepada saya secara cuma-cuma. Banyak yang saya dapatkan secara gratis dari alam semesta. Saya ingin seperti itu, memberi dan berbagi secara ikhlas, tanpa meminta bayaran. Saya ingin memberi arti terhadap semua yang telah saya kerjakan. Berbagi kisah, berbagi pengalaman dan berbagi inspirasi lewat tulisan.

Ada yang nanya ke saya begini :
“Gak rugi tuh mas, ntar bukunya malah gak laku lho”
“Nanti kalau dijiplak gimana?”

Iya sih, masuk akal. Tapi saya tak ingin berburuk sangka. Saya yakin masih banyak orang baik di muka bumi ini.

Ada yang baca tulisan saya saja saya sudah senang. Lagian itu kan itungan matematika manusia. Saya lebih percaya, bahwa berbagi tak pernah rugi. Berbagi itu melegakan hati. Memang berbagi belum tentu membuat kita berlimpah materi. Tapi yang pasti, berbagi akan menjadi bekal di hari akhir nanti. Karna hidup bukan hanya tentang mempertahankan dan menggenggam erat apa yang kita miliki, tapi juga tentang berbagi.

Dengan berbagi, Tuhan akan membentangkan pintu-pintu rezki, pintu keberkahan dan kebahagiaan dari jalan yang tak disangka-sangka. Saya belum pernah menemukan ada orang yang kehilangan karna selalu memberi dan berbagi.

buku

Ini penampakan bukunya

Saya juga sedang belajar membiasakan diri, bahwa tak harus menunggu saat-saat tertentu untuk berbagi. Nunggu gajian, nunggu hari Jumat, nunggu lebaran, nunggu dompet tebal dan sebagainya. Buat saya, berbagi adalah salah satu cara melawan kekosongan diri. Tak harus berupa materi. Berbagi senyum, berbagi peran, berbagi tawa dan sukacita. Asal jangan berbagi gosip. Itu tak baik. Dan satu hal yang belum saya bisa. Saya tak sanggup berbagi hati. Karna cinta saya hanya untuk satu istri.

Iklan

7 pemikiran pada “Tak Sanggup Berbagi Hati

  1. Ping balik: Kebaikan Tak Pernah Salah Sasaran | …ingin mengatakan begini dengan cara begitu…

Komentar kamu

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s