Tanpa Smartphone Pun Hidup Kita Tetap Baik-Baik Saja

smartphone

The smart power of smartphone

Smartphone saya mulai rewel. Baru sebentar dipakai langsung mati, padahal masih 60%. Baterainya pasti rusak. Diservis ganti baterai ternyata tak menyelesaikan masalah. Selain harga baterai hampir sama dengan harga smartphone baru, kondisi smartphone pun gak bakalan balik 100% seperti semula. Mau gak mau harus ganti yang baru.

Sebelum menentukan pilihan smartphone yang baru, saya googling terlebih dahulu, cari info. Juga minta pendapat teman-teman. Banyak saran dan rekomendasi, tapi tak semua sreg di hati. Maklum saya pengennya smartphone dengan fitur keren, baterai bandel dan harga murah bersahabat. Nah kalau mau yang seperti itu, ya HP China-lah pilihannya.

Meski sebagian orang malu menggunakan HP China, saya tetep suka. Harga murah, tapi kualitas tidak murahan. Smartphone China tak bisa lagi diremehkan. Bahkan dari sepuluh produsen dengan pengiriman smartphone terbanyak di dunia, enam di antaranya merupakan perusahaan asal China. Mereka adalah Lenovo, Huawei, Xiaomi, Coolpad, ZTE, dan TCL

Yang paling fenomenal adalah Xiaomi. Pendatang baru yang sedang naik daun. Dengan harga yang rasional, Xiaomi mengajarkan pada kita agar fokus pada fungsionalitas, bukan prestise supaya terkesan elit. Xiaomi telah menghancurkan mitos kekuatan magis sebuah brand. Bahkan penjualan Samsung tergerus 20% gara-gara Xiaomi. Mungkin Samsung kualat sama Nokia dan Blackberry yang pernah dilibasnya. Nasib Samsung sungguh mengenaskan. Dari bawah dihajar Xiaomi, Oppo, Lenovo. Dari atas disikat sama Apple.

Sambil nunggu uang terkumpul moment yang tepat untuk beli smartphone baru, untuk sementara saya pakai HP biasa, bukan yang smart. Ya, stupid phone. Cuma bisa nelpon dan sms. Dan ternyata asyik-asyik saja. Bahkan lebih menyenangkan. Gak harus ribet bawa power bank dan charge HP kemana-mana. Hidup saya lebih normal dan tertata. Ngobrol dengan orang lain jadi lebih antusias menatap matanya, tak harus menunduk terus menatap layar gadget. Momong anak pun jadi lebih konsen.

Tanpa smartphone, membuat saya lebih fokus bekerja. Biasanya dikit-dikit tengok smartphone, mengabarkan kegiatan saya pada dunia melalui socmed. Sebentar-sebentar lihat notifikasi email, menimpali obrolan di group yang sebenarnya gak penting-penting banget. Smartphone dengan segala kecanggihannya bisa jadi time waster, merampas waktu-waktu berharga kita. Bahkan bisa mengubah kita menjadi stupid people.

Saya bisa menggantikan keberadaan smartphone dengan laptop atau PC. Buka email, update status, download, nonton dan dengar musik. Aktivitas memfoto bisa pakai kamera saku. Yang biasanya BBM-an sekarang sms-an, atau telpon langsung. Memang tidak praktis dan lebih ribet, tapi so far so good. Saya telah membuktikan bahwa saya baik-baik saja dan tidak mengalami ketergantungan pada smartphone. *sambil nangis

Sempat kepikiran untuk seterusnya, saya pakai stupid phone saja. Tapi entahlah, sepertinya saya belum mampu. Saya suka berubah pikiran kalau ada promo smartphone di Lazada.

NB : Kalau sudah punya smartphone baru, saya akan kabari kalian.

Iklan

9 pemikiran pada “Tanpa Smartphone Pun Hidup Kita Tetap Baik-Baik Saja

Komentar kamu

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s