Budak Informasi Sampah

bad-news2

Awal tahun ini, saya mencoba sesuatu yang baru, yaitu menjalankan diet informasi. Saya kurangi nonton televisi. Kalau untuk berhenti sama sekali, rasanya saya belum bisa. Saya masih suka menyaksikan beberapa acara yang menarik, terutama tayangan olah raga. Sepak bola. Buat saya sepak bola adalah drama terbaik, dibanding sinetron mendayu-dayu seperti Shakuntala dan GGS.

Setidaknya saya sudah tak pernah lagi melihat berita-berita negatif yang isinya korupsi, pembunuhan, kriminal, bentrokan, perselingkuhan dan sejenisnya. Bukannya saya tak peduli dengan situasi sekitar. Saya hanya tak mau lagi jadi budak informasi sampah.

Kabar-kabar kurang baik yang ditayangkan televisi itu berdampak serius bagi pemirsanya. Bisa mempengaruhi mindset para penonton. Level optimisme masyarakat akan menurun, otak akan mengkerut dan ini membuat kita menjadi lebih cepat tua. Informasi negatif juga akan memudarkan tingkat kebahagiaan kita, membuat kita mudah terpancing emosi.

Sebagai bukti, beberapa waktu lalu ada begal yang tertangkap massa dan kemudian dibakar. Aksi begal pun kian diberitakan justru kian marak terjadi. Sama halnya dengan kasus korupsi. Energi negatif memang mudah menular.

Televisi membuat kita menduga dunia ini dipenuhi oleh orang-orang jahat. Membuat kita menjadi buruk sangka dan mudah membenci. Padahal tidak demikian. Semakin sering nonton televisi, maka semakin tidak obyektif dalam memandang kehidupan (Frederickson, 2009).

Masih banyak orang baik di sekitar kita. Tetangga yang sering nganterin makanan, tukang parkir yang tak mau dibayar saat kita tak punya uang kecil, warga yang berbondong-bondong memberi bantuan korban bencana alam, supir taksi yang mengembalikan dompet kita yang tertinggal serta pedagang yang tak mencuri timbangan dan PNS yang jujur. Maka benarlah jika ada yang mengatakan televisi justru lebih bermanfaat ketika dimatikan.

Sebetulnya tak hanya televisi yang meracuni kita dengan informasi buruk. Media masa, koran dan sosial media juga. Banyak situs, twit, status yang isinya nyinyir, saling menjelekkan, adu domba dan penuh kedengkian bertebaran di dunia maya. Sebagian situs sengaja membuat berita provokatif dengan judul bombastis, agar banyak dikunjungi, demi traffic dan iklan, agar dapur tetap mengebul. Kasihan, rejekinya gak berkah.

Untuk situs dan akun-akun seperti itu, sebaiknya dihindari, diblock atau hiden saja. Jangan sampai kita menjadi bagian dari orang-orang yang gemar menebar negativisme. Sayangi kesehatan jiwa kita.

“The less you give attention to all the negative things, the happier your life would be”

Saat kita membiasakan mendengar yang baik, melihat yang baik, mengkonsumsi hal-hal yang baik, maka kita pun akan tertular menjadi baik. Hidup pun menjadi damai. Semoga.

Iklan

Satu pemikiran pada “Budak Informasi Sampah

  1. Ping balik: Dunia Maya; Lebih Nyata Dari Dunia Nyata | …ingin mengatakan begini dengan cara begitu…

Komentar kamu

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s