Latah, Di Situ Kadang Saya Merasa Sedih

duck

Rencananya pagi tadi saya mau pergi ke kantor pake cincin akik. Biar kelihatan kayak orang kaya. Pengen juga ikut-ikutan latah, terjebak dalam euforia gemstone seperti kebanyakan orang. Berbondong-bondong memenuhi jemari tangan dengan batu-batuan.

Tapi niat tersebut saya urungkan. Setelah mematut-matut diri di depan cermin, rasa-rasanya saya tak cocok mengenakan cincin akik. Perasaan saya, memakai cincin akik membuat usia saya seolah-olah lima belas tahun lebih tua. Padahal saya kan masih belia.

Selain itu, saya juga risih, kurang nyaman. Aksesoris favorit yang selalu menemani saya hanyalah jam tangan. Sekedar info saja ya, lelaki jika memakai aksesoris, sebaiknya tak lebih dari dua titik. Misal jam tangan & kacamata. Lebih dari dua titik bisa gagal fokus, tidak elegan. Sedang perempuan, disarankan tidak lebih dari tujuh titik aksesoris. Behel juga dihitung sebagai aksesoris lho.

Sebelumnya saya juga pernah latah memanjangkan jambang dan jenggot. Maksud hati kepengin ngembarin Teuku Wisnu, biar nampak hot dan  berwibawa. Eh yang terjadi malah anak-anak tetangga pada takut ngelihat saya. *nasib…nasib
Istri juga ndak suka kalau saya brewokan, geli katanya #ehgimana

Saya mencoba mengamati berbagai fenomena latah. Hasilnya adalah, latah telah menjadi semacam hobi, sindrom dan budaya. Kita sukanya berkerumun, bergerombol. Makin seneng dan percaya diri saat bersama-sama.

Bahkan korupsi pun kalau dilakukan berjamaah juga terasa ringan. Padahal yang banyak belum tentu benar. Manusia itu mirip bebek, komunal. Apa-apa selalu ramai-ramai. Beda sama elang, terbang tinggi berpetualang sendiri.

Dan inilah bukti kelatahan kita.

– Latah teknologi. Sudah punya WA, Line untuk berkomunikasi, eh pas ada BBM di Android ikut-ikutan latah nginstal juga. Kouta internet jadi cepet habis.

– Latah dukung mendukung. Ada Pilpres, dukung ini itu, berantem. Ada ribut-ribut KPK vs POLRI, bikin hastag #saveKPK #savePOLRI. Ahok kelahi sama haji lulung, muncul #saveAhok #saveHajiLulung. Terlalu banyak hastag save, malah gak sakral lagi.  #saveHajiLulung di tuiter malah bikin ngakak

– Latah berkomentar. Tiba-tiba muncul ahli hukum baru, ahli penerbangan, ahli politik, ahli ini itu, ketika ada berita heboh yang terkait dengan hal-hal tersebut. Lebih tepatnya ahli karbitan, bermodal googling di internet, ditambah kemampuan berdebat, jadilah seorang ahli. Mudah bukan.

– Liburan pun ikut latah. Setiap ada tanggal merah di hari kamis, pasti Jumat-nya dijadikan cuti bersama. Pernah juga pas hari Selasa tangal merah, Senin dipaksa cuti bersama. Lha wong pengen masuk kerja kok dilarang. Aneh

– Urusan cari duit pun ada yang latah juga. Rame-rame keluar dari kerjaan, keluar dari zona nyaman. Alasannya ndak mau jadi orang gajian seumur hidup. Pengen jadi entrepreneur. Kalau sudah ada bekal sih gak masalah, tapi kalau keluar kerjaan karna ikut-ikutan, karna emosi sesaat saja, ya pasti akan menyesal di kemudian hari.

– Latah istilah. Dulu sempat ngetren kata ini “trus gue harus bilang wow gitu”. Setelah tenggelam, muncullah “sakitnya tuh di sini”. Dan sekarang yang sedang naik daun adalah “di situ kadang saya merasa sedih”. *penulisan yang benar adalah di situ bukan disitu

– Latah bergoyang. Yang suka dangdut pasti ingat goyang ngebornya inul, goyang patah-patah anisa bahar, goyang gergaji dewi persik, goyang itik zaskia gotik, goyang oplosan, goyang dombret, dan goyang dumangnya cita citata. Meski cuma sesaat, goyangan-goyangan itu selalu menyita perhatian dan bikin heboh. Ibu-ibu muda merasa bangga saat anaknya yang masih balita bisa menirukan goyangan tersebut.

– Dulu, ngeblog jadi trend. Sekarang banyak blog yang sudah ditinggalkan pemiliknya. Para blogger lebih suka berinteraksi di media sosial, mikro blogging, karna lebih asyik, lebih interaktif, dan lebih banyak responnya.

Jadi, sudahkah Anda latah hari ini?

Iklan

Komentar kamu

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s