Tahun Baruan, Haram??

happy_new_year_2015_picturesHidup di tengah-tengah masyarakat yang majemuk ternyata seru juga. Apapun yang kita lakukan, selalu mengundang reaksi pihak lain.

Seperti kejadian tadi malam. Ada yang mau merayakan malam pergantian tahun 2014 ke 2015 dibilang haram, kafir. Katanya ini adalah budaya Yahudi. Padahal nih ya, yang koar-koar mengharamkan, justru paling getol memakai media sosial buatan Mark Zuckerberg, menggunakan dan mengkonsumsi produk lisensi Yahudi. Lucu kan.

Atau pas mau merayakan tahun baru hijriyah, dibilang BID’AH, gak ada tuntunannya. Bid’ah itu tempatnya neraka. Nah jadi bingung kan. Ngeri deh kalau sudah ngomong kayak gini.

Sepertinya kian hari kian banyak orang yang hobi men-judge, gemar me-label-i  dan men-cap orang lain. Orang-orang yang merasa jauh lebih baik dari pihak lain. Dan golongan yang berseberangan adalah gudangnya kesalahan.

Kalau saya sih woles saja. Lebih baik saling menghargai. Tepo seliro. Yang mau bersenang-senang merayakan tahun baru silakan. Yang penting gak berlebihan, secukupnya, sak madyo dan ndak melanggar nilai-nilai keluhuran. Jangan sampai mengganggu atau merugikan orang lain dan tetap menjaga kebersihan. Wong cuma bakar jagung dan main kembang api kecil, masak dikafirkan. Ha mbok jangan gitu.

Yang gak mau merayakan malam tahun baru, boleh juga. Monggo. Pilihan di tangan njenengan. Mungkin lebih suka tidur di rumah, berkumpul sama keluarga. Menganggap tak ada bedanya dengan hari lain.

Atau merasa terganggu dengan dentuman kembang api, lalu jadi benci kembang api. Gak aneh kok, masih wajar. Tapi kalau benci sama orang lain yang beda pandangan, ini yang aneh.

Memang dari 2014 ke 2015 itu cuma pergantian waktu saja. Biasa. Yang istimewa itu jika waktu bisa berjalan mundur. Dan bisa kembali ke masa lampau sesuai keinginan. biar bisa ketemu mantan.

Jika perjalanan waktu yang dirayakan, maka tiap detik, tiap menit pantas kita rayakan. Karena setiap saat, selalu ada nikmat yang dicurahkan untuk kita.

Pada akhirnya, waktu itu fana. Yang kekal adalah jejak yang kita tinggalkan. Semoga jejak kita bermakna.

Selamat tahun baru 2015 untuk semuanya; para petani, para nelayan, para pedagang, TNI, polisi, guru, dan juga saudara-saudara di pinggiran rel kereta api, di kontrakan-kontrakan sempit, di bantaran kali, di mana saja. Semoga tetap bergembira dan semakin sukses.

Iklan

5 pemikiran pada “Tahun Baruan, Haram??

  1. Ping balik: Merayakan Tahun Baru | …ingin mengatakan begini dengan cara begitu…

Komentar kamu

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s