Namanya Juga Hidup, Pasti Ada Masalah

Siapa bilang urusan cecintaan saja yang bikin galau. Bokek gak ada duit di tanggal tua, saat hujan, kangen, sendirian di tanah rantau saat lebaran pun juga bisa membuat gundah gulana. Pada dasarnya semua kesulitan hidup akan membuat kita resah. Dan setiap orang diuji dengan hal-hal yang berbeda.

Sebagian orang diberi cobaan sakit, sebagian yang lain belum ketemu jodoh meski usia sudah kepala tiga. Ada yang terbelenggu masalah finansial, belum dapat kerjaan, dililit hutang. Ada yang cemas menanti datangnya buah hati, ada yang pusing memikirkan anaknya yang nuakal. Ada yang stress memikirkan berat badan yang kian membengkak, ada pula yang sudah rebonding berkali-kali tapi rambutnya tetap keriting. Begitulah kehidupan, selalu ada masalah yang datang menghampiri, mulai dari yang sepele hingga yang pelik.

Ada yang mengatakan kalau tak mau dapat masalah ya mati saja. Itu salah. Saat mati pun, masalah tetep muncul. Pernah coba-coba menghitung biaya kematian? Kita hitung yuk. Kalau di kota besar seperti Jakarta, tanah pemakaman bisa senilai 10-15 juta. Itupun berlaku beberapa tahun saja. Jika tak diperpanjang, akan digusur. Ongkos penggali kubur sekitar 1 juta. Sewa tenda dan kursi untuk para pelayat taruhlah 1 juta. Snack buat tamu 1 juta. Beli kembang, peti, nisan dan ubo rampe nya sekitar 750 ribu. Belum lagi kalau harus pakai ambulans untuk mengantar ke TPU yang jaraknya jauh. Atau harus bayar tiket pesawat untuk memulangkah jenazah dari tanah rantau. Ongkosnya bisa lebih mahal lagi. 

Jika kita tinggal di kampung yang masih guyub, maka biaya kematian akan lebih murah. Ada bantuan dari iuran dana kematian RT, gak perlu bayar tanah kuburan, serta ada tetangga yang suka rela membantu menggali makam.

Belum selesai sampai di situ lho. Setelah proses pemakaman selesai, masih ngurus akte kematian di kantor Catatan Sipil, ada administrasinya. Kemudian tahlilan selama 7 hari, potong kambing atau sapi, menyediakan makanan buat yang baca Yassin. Semua perlu biaya, harus keluar uang. Kalau gak ada simpenan kan repot. Bukan berarti kalau kita berduit banyak, masalah-masalah tersebut akan selesai lho. Bukan.

Karna kehidupan selalu akrab dengan masalah, maka yang kita perlukan adalah kekuatan untuk melewati setiap kesulitan-kesulitan itu. Caranya sebetulnya simpel, yaitu dengan memohon pada Sang Pemberi Kekuatan, agar kita senantiasa diberi kekuatan, dimudahkan dan dibimbing.

Yang jadi masalah lagi, bagaimana agar permohonan kita dikabulkan? Ya harus mendekat, harus taat dan patuh melaksanakan perintah-Nya. Jangan pernah mendesak Tuhan agar tidak diberi cobaan, karena sepahit apapun cobaan ternyata hal itu membuat kita menjadi bijak dan dewasa.

Bila saat ini ada masalah yang menghimpit sampeyan, jangan bersedih. Keluarlah. Lihat sekitar, dengar dan rasakan. Asah kepekaan, maka sampeyan akan menemukan energi untuk bangkit. Karna hidup adalah 10% apa yang terjadi pada sampeyan dan 90% bagaimana sampeyan menanggapinya.

Be strong. Get a life !

Iklan

Komentar kamu

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s