Kangen

friends-forever-92371

gambar dari Google

Saya pernah menemukan kalimat seperti ini di dunia maya : “Sahabat itu laksana bintang, walau jauh dia bercahaya. Meski kadang menghilang dia tetap ada. Tak mungkin dimiliki, tapi tak bisa dilupakan”

Tiba-tiba saya jadi kangen. Bukan sama kekasih, bukan pula sama gebetan. Saya kangen teman-teman yang kini terpisah jauh. Tapi saya nggak tahu harus bagaimana mengungkapkannya. Malu. Mau ngomong langsung ke teman yang cewek “eh aku kangen kamu lho” , nanti dikira modus. Ngomong begitu ke teman cowok, nanti dikira maho. Padahal saya normal, lelaki jantan. Lebih malu lagi kalau  yang saya kangenin ternyata gak kangen sama saya. Kalau cuma sepihak, kan sia-sia. Serba salah jadinya.

Saya heran, kenapa tiba-tiba disergap rindu. Ada saja yang membuat ingat mereka lalu memikirkannya, seperti saat mencium sekelebat aroma parfum dan saat mendengar lantunan lagu di radio. Pas lagi makan ingat mereka, lagi kerja kebayang mereka, lagi tidur mimpiin mereka, ngapa-ngapain ingat mereka. Makan tak enak, tidur pun tak nyenyak *lalu galau

Yang pasti, sikap saling peduli, apa adanya, ketulusan dan kehangatanlah yang menjadikan  hubungan kami akrab. Saat bersama mereka, saya seperti punya dunia sendiri, punya kata-kata khusus yang hanya bisa kami mengerti, bisa duduk bersama meski tanpa saling bicara. Mereka sudah seperti saudara. Ya…saya punya rumus dalam membangun sebuah relasi; kalau asyik jadikan saudara, kalau gak….ya udah biasa saja, jalani saja. Dan ini terjadi secara alami. Lama kelamaan akan terbentuk chemistry-nya.

Kembali ke masalah rindu, saya hanya bisa menitipkannya pada rinai hujan, atau pada bias cahya gemintang, sembari meyakinkan diri bahwa mereka sahabat-sahabat saya tak akan pernah hilang. Teman boleh datang dan pergi, tapi sahabat sejati selalu di hati. Karna berteman itu proses seleksi alam, ada yang awet, ada yang sekedar numpang lewat, maka saya memohon semoga ikatan persabahatan ini dikuatkan, dilanggengkan sampai kaki nini, sakinah, mawaddah wa rahmah, meski diuji oleh jarak dan waktu. *halah

Sahabat…, kita justru merasa makin akrab semenjak saling meninggalkan. Jarak yang jauh ternyata memicu kerinduan, menghadirkan kembali kenangan-kenangan manis. Kisah kita memang telah berlalu, tapi bukankah cerita indah tak kan pernah usang. Yang terjadi saat ini hanyalah sebuah spasi, sebuah jarak yang menjadi jeda, agar kita semakin menyadari betapa berartinya seorang sahabat. Mungkin kita tak pernah bisa bersama lagi, tak seiring sejalan, tak saling menelepon, tak saling chating, email dan BBM-an, tapi diam-diam kita saling mendoakan. Dan inilah puncak kerinduan yang sebenarnya.

 :: Terima kasih untuk semua sahabat yang pernah mewarnai hari-hari indah saya. Kalian semua luar biasa

Iklan

3 pemikiran pada “Kangen

Komentar kamu

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s