Cantik.., Alisnya Asli Atau Tatoan

Farhat-Abbas-pake-jaket-horz

Kita hidup dalam budaya timur yang katanya santun. Ada norma-norma dan nilai agama yang mengatur kita, dari cara berbusana, bertutur kata dan berperilaku. Tak heran jika ada orang yang gondrong, bertato, celana robek, dan merokok, maka akan dianggap sangar, nakal, garang atau apa lah. Pokoknya jelek. Apalagi kalau yang begitu tuh perempuan. Bakalan dikatain bejat, binal, jalang ,****#@$%!^*..”)!#&# Yakin deh.

Tunggu dulu…, benarkah penampilan selalu merefleksikan kepribadian seseorang? Bisa ya, bisa tidak. Kesan pertama yang “wow” memang bisa mencuri perhatian dan citra positif, tapi kadang juga menipu. Ada orang ketika pertama kali kenalan tuh dingin, cuek, tampang urakan. Tapi lama-kelamaan jadi asyik. Semakin mengenalnya semakin banyak kebaikan-kebaikan yang dirasakan. Ternyata hatinya tak seseram penampilannya.

Ada juga yang rapi, keren, perlente dan menyenangkan di awal. Lama kelamaan, makin kenal, sering interaksi jadinya malah ngeselin, makin nampak keburukan-keburukan yang selama ini disembunyikan. Idealnya sih mengesankan dari awal hingga akhir, mempesona secara lahir dan batin.

Kalau mau tahu lebih detail kawan kita, bagaimana kepribadiannya, cobalah berurusan masalah uang dengannya, traveling bareng dan nginep bersama. Di situ akan jelas, siapa dia sebenarnya, ada kebiasaan-kebiasaan kecil yang terungkap, tak ada yang bisa ditutupi.

Begitulah manusia, masing-masing punya style, karakter dan selera dalam berekspresi, dalam hal berbusana.  Tiap orang punya sisi positif dan negatif. Yang pasti, jangan mudah terkecoh, jangan gampang menghakimi. Mata manusia sering tertipu, bahkan gunung yang nampak biru pun ternyata hijau.

Keburukan seseorang tidak untuk diperolok, dinikmati dan digunjingkan. Seakan-akan kita jauh lebih sempurna, lebih mulia dari dia. Kekurangan menyadarkan bahwa kita ini makhluk lemah yang butuh bimbingan dari-Nya. Kita tak pernah tahu, bagaimana akhir perjalanan seseorang.

Sedangkan kesuksesan dan prestasi orang lain tak sepantasnya juga membuat iri dan silau. Justru sebaiknya kita ikuti perjuangan meraihnya, bagaimana kegigihan dan keuletannya mewujudkan mimpi. Urusan keberhasilan hidup, pencapaian-pencapaian; woles saja, sesungguhnya kita tak sedang berkompetisi dengan orang lain. Tuhan selalu adil dalam menentukan takdir hambanya.

Lalu bagaimana dengan bu Susi Pudjiastuti, menteri kita yang bertato, merokok dan beberapa kali kawin cerai itu? Pengusaha yang tak lulus SMA dengan segudang bisnis serta punya banyak pesawat. Ada yang membandingkan bu Susi dengan bu Ratu Atut. Wajah mulus, rajin nyalon, tak merokok, pendidikan tinggi, tak bertato, tapi……tahu sendiri kan?

Beneran bu Atut gak punya tato? Perhatikan alisnya. Jaman sekarang emang susah nyari perempuan yang alisnya masih asli. Atau bandingkan juga dengan Farhat Abas. Ganteng, tak merokok, tak bertato, suka nyablak, asbun, bukan maho pula. Ini bakalan jadi perdebatan yang gak  ada habisnya.

 

Iklan

Komentar kamu

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s