Hobimu Selingkuhanmu

Jika wanita ditanya dan jawabannya terserah, maka berhati-hatilah. Itu artinya mereka lagi ngambek, ingin diperhatikan dan cemburu. Ini semacam ujian untuk para lelaki, memilih untuk peduli dengan mereka atau tidak.

Saya pernah mengalami kejadian seperti itu. Pas ngasih tahu mau sepedaan, dijawab istri terserah.

“Gak lama kok dik? Siang udah di rumah. Janji”
“Habis itu kita jalan-jalan ya..” saya keluarkan rayuan maut.
“Terserah” jawabnya dingin.
“Ya udah, jam sepuluh deh nyampe rumah” saya masih berusaha meyakinkan.
“Terserah” jawabannya tetap sama.
“Jam delapan ya. Serius”
“Terserah”
“Ya udah, gak usah aja deh”
“Terserah”

Beruntung, naluri kepekaan saya cukup terasah sehingga lebih memilih membatalkan acara gowes itu. Kalau dipaksain, bisa berabe.

Mungkin ini akibat keseringan menghabiskan akhir pekan dengan sepedaan. Sudah jauh, lama, nyampe rumah ngeluh capek, minta pijit pula. Wajar kalau istri kesel.

Menekuni suatu hobi memang menyenangkan. Letih, penat dan semua beban sirna. Stress pun tak mudah menghampiri. Bersepeda; memancing; naik gunung; fotografi; traveling; modifikasi mobil & motor; main PS; ceting di BBM; pelihara burung, ikan, bunga; bisa menjadi pilihan.

Tapi mari perhatikan. Hobi-hobi tersebut ternyata cukup menguras kantong. Ada teman gowes yang sepedanya seharga motor. Bahkan ada yang seharga Agya.

Saya pikir semua sepeda itu sama. Saya lebih percaya the man behind the bike, kekuatan dengkulnya. Tapi ternyata beda bro. Sewaktu nyobain sepeda mahal, mantap sekali. Harga tak pernah bohong. Itu baru sepedanya, belum lagi aksesoris lainnya. Beli jersey baru, spedometer, tempat minum.

Fotografi, mancing, pelihara hewan; setali tiga uang dengan bersepeda. Kamera mahal, joran jutaan rupiah; kalau terlalu memaksakan diri, bisa bikin bangkrut. Selain itu, berlebihan memelihara hobi ibarat menyimpan selingkuhan. Akan ada yang tersakiti karna dinomor duakan. Entah pasangan atau anak-anak.

Yang hobi modifikasi mobil, bodi lecet sedikit saja ngomel-ngomel, langsung bawa ke bengkel. Tapi kalau anak jatuh, luka babak belur, nyantai saja. Cuma dikasih obat merah.

Hobi nyanyi, sebulan bisa habis ratusan ribu buat karaoke di H**** P****. Buat sedekah….?

Yang hobi ngegosip, ceting di BBM, WA, ngomong ngalor-ngidul yang gak penting-penting banget. Duit terbuang buat beli paket data. Ada lho yang sampai berpisah gara-gara terlalu cuek dengan pasangan, lebih asyik senyam-senyum sendiri dengan gadgetnya.

Nyalon, arisan, beli tas branded, koleksi jam tangan dan parfum mahal; biasanya dilakukan kaum hawa, meski ada juga kaum adam yang seperti ini. Hati-hati jika punya hobi seperti ini. Sebuah riset mengatakan, orang yang suka beli barang-barang mewah (tas, gadget dll) pertanda orang itu mempunyai rasa percaya diri yang rendah. Mereka membeli barang-barang mewah untuk menyembunyikan kerapuhan jiwanya.

Suka nyela, nyinyirin orang, menyalahkan keadaan, komentar sana-sini, tanpa berbuat. Ini bukan sih bukan hobi, tapi penyakit. Gak perlu dipelihara.

Jadi…, punya hobi itu boleh, asal bijak memperlakukannya. Dan memang yang sedang-sedang saja itu lebih baik.

100_5650

*Tebak saya yang mana…?

 

Iklan

Komentar kamu

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s