Sedih dan Bahagia Di Hari Kemenangan

Sedih dan bahagia terkadang hadir berbarengan, termasuk saat ini. Sedih karna Ramadhan telah berlalu, sementara amalan ibadah saya di bulan nan agung ini kurang optimal. Ibarat kesempatan emas, banyak yang terlewatkan  begitu saja. Sekarang hanya bisa memohon semoga masih diberi umur panjang dan kesehatan agar bisa berjumpa dengan Ramadhan berikutnya.

Eh tapi saya masih mending lho, ada juga yang sedih karna hal lain, seperti gak bisa mudik, kangen keluarga. Yang bisa mudik pun tak luput dari kesedihan. Sedih karna ketika bertemu sanak saudara, tetangga dan kawan lama diberondong pertanyaan kayak gini

Kapan nikah?
Kapan kamu lulus?
Kamu kok belum hamil sih?
Eh sekarang gendut subur ya, bagi resepnya dong. Bla…bla…

Tiap Lebaran ditanyain itu terus, perihnya luar biasa, nyesek. Gak tahu juga sih apa maksud mereka nanya kayak gitu. Iseng kah, ngledek kah, membully atau apalah…, gak jelas. Bisa jadi basa-basi, mencairkan suasana karna lama gak ketemu. Saran saya, gak usah dimasukin ke hati. Jawab aja insyaallah sambil melotot. Pasti langsung terdiam.

Selain sedih, ada pula kebahagiaan terpancar di hari ini. Bahagia bukan karena pakaian baru, sandal baru, pasangan baru. Bukan juga karna banyaknya makanan lezat yang bisa disantap.

Bahagia itu hadir karna kita kembali ke fitri, kembali pada kesucian, seperti bayi yang lahir, tanpa dosa. Bersih, tak ada lagi perasaan benci, iri hati dan dendam.

Semoga di hari Idul Fitri ini, kita semua layak menang. Mengalahkan setan dan hawa nafsu.

Amiin.

Iklan

Komentar kamu

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s