Untuk Apa Mudik?

image

Lebaran sebentar lagi, aura mudik pun mulai terasa. Jika di awal Ramadhan masjid ramai penuh sesak, maka di penghujung bulan suci ini, keramaian itu berpindah ke bandara, stasiun, terminal dan pelabuhan.

Sebenarnya apa sih yang kita dapatkan dari mudik? Semua orang rela bermacet-macet ria, berdesak-desakkan, menempuh ratusan bahkan ribuan kilometer demi mudik. Bahkan ada pula yang menghabiskan dana tidak sedikit demi mengunjungi kampung halaman.

Buat saya mudik itu bukan sekedar pulang kampung, tapi juga pulang pada kenangan. Kenangan indah masa lalu. Bernostalgia dengan sanak kerabat dan sahabat, ketemu mantan. Mudik juga bermakna kembali pada asal muasal kita yang sebenarnya, orang udik yang berjuang menaklukkan kota. Ada yang berhasil ada pula yang belum.

Setelah sekian lama meninggalkan tanah kelahiran untuk mengadu nasib di rantau, tentu ada kerinduan. Dan kita ber-lebaran di kampung untuk mengobati kerinduan itu, bertemu banyak orang, menyambung kembali tali silaturahim dengan sesama. Memohon restu orang tua, saling memaafkan, saling mendoakan, berbagi kisah dengan kawan lama, reunian, berbagi THR dan parcel.

Ah…mudik memang menyenangkan. Penuh nilai-nilai luhur. Tapi sepertinya kok makna mudik kini mulai bergeser ya. Atau ini hanya perasaanku saja.

Sekarang mudik menjadi ajang unjuk kesuksekan, demi mengundang decak kagum sesama. Tak peduli suksesnya pake cara yang bener atau enggak.
Yang penting semua bilang wow gitu. Ada pula yang mengatakan, orang dianggap sukses, kalau mudik bawa mobil. Terserah sih, mau mobil pribadi, mobil sewaan atau mobil dinas yang diganti plat hitam.

Ah sudahlah, gak usah ngurusin orang lain. Lebih baik meluruskan kembali niat kita saat mudik, agar bernilai ibadah dan berpahala. Tak perlu memaksakan diri sampai harus korupsi, demi ujub diri di hari nan fitri.

Selamat mudik, semoga selamat sampai tujuan.
Selamat merayakan hari kemenangan dengan handai taulan.
Taqabalallahu minna wa minkum

Iklan

Komentar kamu

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s