Resolusi Ramadhan

masjid

Ramadhan kali ini adalah Ramadhan yang kesekian puluh kalinya yang singgah dalam kehidupan. Sudah sering, tapi kok saya merasa kualitas diri dan ibadah Ramadhan saya begini-begini saja. Seharusnya ada peningkatan. Malu dong sama umur.

Ramadhan yang lalu, selalu saja saya disibukkan dengan pekerjaan. Kalau tidak berkutat dengan pekerjaan, palingan sibuk nyiapin acara buka bersama, sibuk ngurusin mudik, nyiapin kue lebaran, sibuk entar Lebaran pakai baju apa, mau jalan-jalan kemana, reunian sama siapa. Hanya keriuhan duniawi yang melenakan.

Tersadar dan tak ingin menyia-nyiakannya, saya pun bermaksud menjadikan Ramadhan tahun ini lebih baik. Niatan mulia ini muncul beberapa hari sebelum memasuki bulan suci. Mungkin saya dapat hidayah 🙂 Dan demi mencapai itu semua, saya beranikan diri menyusun Resolusi Ramadhan.

Bukan untuk pamer atau riya’, bukan pula sok alim. Sekedar untuk menyemangati diri agar lebih baik. Khawatir ini akan menjadi Ramadhan terakhir. Inilah Resolusi Ramadhan saya tahun ini.

Untuk urusan ibadah, saya pengen lebih rajin solat berjamaah di masjid. Dan kalau bisa tidak menggunakan kaos saat ke masjid, biar lebih sopan. Menghadap Bos saja pakai baju bagus, apalagi menghadap Sang Pencipta.

Berikutnya adalah melaksanakan solat-solat sunah, seperti Duha, Tarawih, solat malam, membaca Al Quran satu juz tiap hari. ODOJ istilah kerennya. One Day One Juz. Kan sekarang di HP sudah ada Quran, di PC ada juga. Harusnya sebulan bisa khatam.

Selanjutnya adalah bersedekah, selalu menjaga kesucian dengan berwudhu, lebih menjaga pandangan dan lisan. Tidak menonton televisi, apalagi acara yang tidak bermutu, seperti lawakan di saat sahur. Menurut saya acara-acara seperti itu justru mengurangi kesakralan bulan Ramadhan. Kalau Piala Dunia bagaimana? Sesekali bolehlah. Pembenaran

Agar lebih sehat dan bugar selama Ramadhan, saya juga punya resolusi, antara lain sahur dan berbuka dengan menu yang sehat dan tidak berlebihan. Air putih, kurma dan buah segar. Bukan gorengan, bukan sirup, kolak dan sejenisnya. Bukan yang lainnya. Lebih hemat juga sih.

kolak

Kemudian tidak tidur setelah subuh. Memang selama bulan Ramadhan, waktu tidur kita menjadi berkurang karna banyaknya aktifitas. Namun, tidur lagi setelah Subuh bukanlah pilihan yang tepat, karna tidak baik untuk kesehatan. 

Satu lagi, untuk kebersihan hati dan kesehatan jiwa, saya juga berusaha menjauhi kampanye hitam dan kampanye negative terhadap salah satu Capres, baik di dunia nyata maupun di dunia maya. Hidup saya saja belum tentu beres, jadi untuk apa menjelekkan Capres dan Timsesnya, yang bisa jadi lebih baik dari saya.

Tahu sendiri kan, ujian di bulan Ramadhan kali ini bertambah dengan adanya Pilpres. Saya punya pilihan Capres, tapi tak mau mempengaruhi orang lain untuk mengikuti saya. Takut kalau pilihan saya ternyata salah di mata Yang Maha Kuasa.

Memang ini semua tidak mudah untuk dilaksanakan. Tapi apa salahnya punya resolusi. Siapa tahu atas perkenan Sang Pencipta dan dengan kesungguhan diri, apa yang kita impikan bisa tercapai, menjadi insan yang bertakwa. Jadi jangan tanggung kalau punya mimpi/resolusi. Yang belum punya target atau resolusi, tak ada kata terlambat untuk memulai, mumpung masih awal-awal Ramadhan.

Selamat menjalankan ibadah puasa. Semoga puasa me-metaforfosis diri kita menjadi pribadi yang lebih indah. Dicintai penduduk langit dan penduduk bumi. Amin

Iklan

2 pemikiran pada “Resolusi Ramadhan

Komentar kamu

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s