Sepak Bola Adalah Kita

piala dunia

Empat hari lagi, kita akan disuguhi gocekan-gocekan indah, drible cepat, gol cantik, diving, solo run, aksi penyelamatan kiper, dari pesta sepak bola terbesar sejagat. Piala Dunia 2014 di Brasil. Walau tak pernah kita ikuti, tetaplah tamu agung ini disambut dengan gegap gempita, layaknya tamu agung Ramadhan yang juga hadir di bulan Juni ini. Mengapa demikian?

Karna bagi sebagian (besar) orang, sepak bola adalah agama. Mencintai sepak bola tanpa memuja merupakan kesalahan besar. Bagai beragama tanpa menyembah Tuhan. Harus ada klub dan negara yang dipuja. Mencela yang lain adalah kewajiban yang tak boleh ditinggalkan juga. Rela berantem, ribut, rusuh dan tawuran dengan fans lawan. Tak masalah negara yang didukung adalah bekas penjajah. Inilah era baru nasionalisme.

Sepak bola adalah kebahagiaan. Tak perlu janjikan pertumbuhan ekonomi sekian persen, pendidikan kesehatan gratis, angka pengangguran dan inflasi yang akan berkurang. Urus sepak bola secara professional, siarkan pertandingan setiap hari. Rakyat akan bahagia dan sehat. Tiada hari tanpa olah raga (nonton bola). Di rumah, di sekolah, di warung kopi, di pangkalan ojek, di seluruh penjuru negri.

Tengoklah Surabaya. Di sana ada Jawa Pos Kampung Samba 2014. Sebuah lomba yang diadakan harian pagi untuk menyemarakkan hajatan empat tahunan ini. Ada Trofi Piala Dunia setinggi 2,5 meter di depan gang Kampung Jojoran Baru III Kelurahan Mojo Kecamatan Gubeng. Selain itu, ada pula maskot Piala Dunia Fuleco Armadillo setinggi 1 meter yang dibuat secara bergotong-royong oleh warga. Jalanan pun dicat dengan bendera 32 peserta Piala Dunia. Segala pernak pernik Piala Dunia tersaji di sana.
Luar biasa, ini adalah langkah nyata mengangkat prestasi sepak bola Indonesia. Saya yakin, setelah ini arek-arek Suroboyo akan mewakili Indonesia di Piala Dunia berikutnya.

Mari sukseskan Piala Dunia Brasil 2014 dengan suka cita. Yang masih tak paham mengapa satu bola harus dikejar 22 orang, tak apalah. Tak ada salahnya munafik sejenak, pura-pura mencintai olahraga ini dengan membeli jersey negara jagoanmu. Jangan pernah berharap menemukan logo garuda di jersey itu. Memakai jersey setiap saat akan membuatmu seolah-olah gibol sejati.

Jika ada kelebihan rizki, sisihkan sebagian untuk bayar nobar di kafe yang ada live musicnya. Dan nyanyikan lagu “Garuda Di Dadaku” dengan lantang. Karna sepak bola adalah kita.

Iklan

Komentar kamu

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s