Gadget Free Day

Einstein01

Libur adalah berkah. Gak harus seminggu seperti libur anak sekolah, dua hari saja rasanya seperti menikmati es teler di siang yang terik. Mak nyuss. Sayang sebagian orang membiarkan hari libur berlalu tanpa makna. Melampiaskan keletihan setelah membanting tulang memeras keringat dengan berlama-lama tidur. Lalu bangun, mandi, makan, nonton tivi, cek email, main gadget, tidur lagi.

Memang ada yang seperti itu? Banyak. Jangankan jomblo, yang sudah punya pasangan, punya anak istri pun ada. Kalau gak tidur seharian, palingan menghabiskan harinya dengan gadget.

Makan………..gadget-an
Ngobrol…..… gadget-an
Belanja ..…… gadget-an
Nyetir ……… gadget-an
Nonton tivi .. gadget-an

Ngetwet, update status, chating di WhatsApp, ngomentarin postingan yang gak penting-penting banget.

Setali tiga uang, pasangannya sang pujaan hati begitu juga. Asyik sendiri, tersenyum manis menatap gadget. Anak-anak? Dibiarkan nge-game, main candy crush, nonton video gak jelas dari Youtube. Oh…, inikah potret keluarga modern? Miris. Ironis. Tragis. Sadis.

Teknologi -terutama gadget– dengan segala keunggulannya diharapkan mendekatkan yang jauh, justru menjauhkan yang dekat. Merampas keceriaan anak-anak, mengikis rasa sayang kita pada pasangan, membunuh jiwa sosial dan empati pada sesama, menyuburkan ego dan keangkuhan.

Gak percaya?
Perhatikan.

Semakin banyak orang yang ngobrol tanpa menatap mata lawan bicara. Padahal sedang berhadapan dengan dosen, Pak RT, bos, dengan orang yang lebih tua. Sopankah? Beradabkah?
Sering gak nyambung saat diajak ngobrol. Ditanya A, jawabannya B. Kenapa begitu? Karena jiwanya sedang mengembara, gak fokus, tenggelam bersama gadget.

Lagi makan di restoran, foto-foto, up load Instagram.
Jalan-jalan ke luar negri, update status “Singapore panas nih” sembari mengaktivkan geotagging.
Anak dapat ranking, bikin pengumuman di socmed.
Seolah hidup kita sempurna, sakses, paling bahagia, paling beres. Kita ingin orang lain tahu, biar mereka iri.

Jika seperti itu, berhati-hatilah. Jangan terjebak pada kesemuan. Menggantungkan kebahagiaan pada gadget.

Sebelum terlanjur akut, mari atasi kecanduan ini. Sehari dalam seminggu, terutama di hari libur, tinggalkan gadget. Cerai sehari sama gadget. Batasi penggunaanya tiap hari. Yakin gak bakalan mati.
Jika itu dilakukan, kebahagiaan sejati akan datang.

Lupakan gadget…..
Mari mendekat pada pasangan. Sapa, dengarkan celoteh manjanya, rasakan kehangatan, desah nafas, serta gelora asmara yang membuncah.
Belai anak-anak, ajak bermain bersama, buat mereka menikmati keberadaan kita. Mumpung masih mau main sama kita. Semakin besar, mereka akan menemukan dunianya sendiri dan menjauh dari kita.
Rangkul sahabat dan tetangga.

Hiduplah di dunia yang sebenarnya, bukan di dunia maya

Eh besok tanggal merah lho, Gadget Free Day ya

Iklan

3 pemikiran pada “Gadget Free Day

Komentar kamu

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s