Pinter, Kaya; Tapi Kok Korupsi?

tahanan_koruptor1

Ternyata berita tentang korupsi begitu seksi, sangat dinantikan awak media dan masyarakat awam. Melebihi gosip artis berantem dan nasib timnas kita yang begitu-begitu saja. Apalagi kalau yang korupsi pimpinan partai berlabelkan agama sekaligus seorang Menteri yang ngurusin peribadatan antara makhluk dan Tuhannya. Sengaja gak aku sebutkan itu pak Surya Darma Ali. Gak etis, kita hormati proses hukum lah.

Sebenarnya mengapa seseorang bisa terjerembab terjerumus dalam perbuatan nista ini. Berdasarkan analisa para pakar, banyak hal yang membuat orang berkorupsi.

Pertama karna kebutuhan, himpitan ekonomi. Pengen piknik ke Maldaives, tapi gak ada ongkos gitu, akhirnya korupsi. Ini sih kecil prosentasenya.

Berikutnya karna ada kesempatan, mumpung lagi menjabat di tempat basah, strategis. Sampai harus ganti baju berkali-kali saking basahnya. Emang tukang ledeng?
Gak di tempat basah pun, kalau mentalnya maling, serakah, bisa juga nyari-nyari. Ah cuma ambil segini, yang lain gak ketahuan juga kok. Pembenaran gampang banget dicari.

Namun bagi sebagian orang, berkorupsi bukan karna alasan-alasan di atas. Mau tahu? Ini rahasianya :

Ingin Terkenal
Lihat saja, koruptor adalah orang-orang yang sudah kaya, berpendidikan, S2, S3 luar negri. Tapi karna jiwa keartisannya yang gak tersalurkan, pengen terkenal secara cepat, akhirnya mereka pun memutuskan untuk korupsi. Biar ditangkap KPK, trus senyum pas diwawancarai, dan melambai tangan saat masuk jeruji. Puas, masuk tivi dan koran tiap hari

Keluar Dari Zona Nyaman
Hidup ini perlu tantangan, butuh sesuatu yang lain yang bisa menggetarkan. Selama ini para koruptor yang memang sudah kaya, tinggal di rumah mewah, tidur di kasur empuk, makan enak, kumpul sama keluarga tercinta. Itu masih kurang, gak ada sensasinya, kurang memacu adrenalin. Makanya mereka memilih hotel prodeo, tidur kedinginan, makan seadanya, benar-benar keluar dari zona nyaman. Seperti nasehat motivator. Anti mainstream, kalau istilahnya sekarang.

Apapun alasannya, jangan ikut-ikutan korupsi deh. Mending perbanyak olah raga, ibadah, dan gak usah banyak mengeluh, biar gak kelihatan seperti orang susah. OK

Iklan

Satu pemikiran pada “Pinter, Kaya; Tapi Kok Korupsi?

  1. Ping balik: Menikmati Sebuah Proses | …ingin mengatakan begini dengan cara begitu…

Komentar kamu

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s